Thursday, January 31, 2019

Ada Fakta Ini, Bupati Pati Sayangkan Adanya Gudang Garam Impor

[caption id="attachment_326" align="aligncenter" width="600"]Ada Fakta Ini, Bupati Pati Sayangkan Adanya Gudang Garam Impor Ada Fakta Ini, Bupati Pati Sayangkan Adanya Gudang Garam Impor[/caption]

KAAPNews.com - Kota,  Total produksi garam di Kabupaten Pati mencapai 320 ton per tahun. Melihat kondisi ini, Bupati Pati Haryanto merasa keberatan dengan adanya penempatan gudang penyimpanan garam impor di wilayah Bumi Minatani. Hal ini dikarenakan Pati merupakan salah satu produsen garam dengan jumlah yang cukup lumayan besar, meski jumlah produksinya belum bisa mencukupi kebutuhan garam skala nasional. Mengingat kebutuhan garam nasional yang sangat besar dengan kebutuhan garam yang juga bermacam-macam baik dari jenis maupun kualitasnya.

Hal ini disampaikan oleh Bupati dalam acara Sosialisasi Daerah Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) di Rumah Makan Kampung Pati, Desa Widorokandang Rabu (30/01).

Ketika pemerintah pusat mengambil kebijakan impor garam, Bupati mengaku pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak. Namun ia mengungkapkan, bersama Wakil Bupati pernah menyampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah agar penyimpanan garam impor tidak ditempatkan di Kabupaten Pati.

"Mungkin bisa dialihkan ke wilayah lain seperti Grobogan, Blora, atau daerah lainnya. Karena ketika ditaruh di Pati hal ini menjadi tidak efektif lantaran Bumi Minatani merupakan wilayah produksi garam," ujarnya.

Dengan produksi garam Kabupaten Pati sebanyak 320 ton per tahun, pihaknya yakin jumlah itu masih bisa mencukupi kebutuhan untuk garam konsumsi. Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati perlu mengawal agar sumber pencaharian masyarakat pesisir di Pati tetap aman dan tidak terpengaruh oleh garam impor.

"Ketika dari 320 ton dikalkulasi dengan dikali Rp. 1000/kg maka sudah mencapai 320 miliar. Jumlah tersebut kan termasuk lumayan, belum lagi ditunjang dari sektor lain seperti perikanan tambak dan lainnya," ungkap Bupati Haryanto.

Bupati berharap, program Pugar ini bisa diterima oleh masyarakat, karena Pemkab dan pemerintah pusat lewat KKP juga menggelontorkan bantuan yang tidak sedikit. Dimana sebelumnya bantuan diberikan senilai 10 miliar sekarang menjadi 11 miliar. Terlebih dengan adanya program Pugar yang terintegrasi, ia yakin setelah program Pugar terintegrasi dengan sistem geo isolator ini berjalan dengan sendirinya.

"Nantinya masyarakat yang masih menggunakan teknik produksi garam dengan cara tradisonal akan mulai mengikuti program ini. Karena hasil yang didapat untuk produksi garam dengan sistem ini bisa meningkatkan produksi," jelasnya.

Bupati juga menyampaikan, untuk menunjang program Pugar dan meningkatkan produktivitas petani garam di wilayah pesisir Kabupaten Pati, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat juga bisa manfaatkan dana desa untuk mendukung produktivitas petani garam.

"Pemdes bisa alokasikan dana tersebut untuk membangun infrastruktur seperti saluran irigasi dan jalan. Justru, hal itu dianjurkan karena untuk produktivitas masyarakat," jelasnya. (KP/ dok Humas)

Hari ke Dua di Pati, Cawapres Sandi Kunjungi Yutaka Farm dan Bertemu Nelayan



Hari ke Dua di Pati, Cawapres Sandi Kunjungi Yutaka Farm dan Bertemu Nelayan

KAAPNEWS.COM - Kota, Hari ke dua di Pati, Calon wakil presiden nomor urut dua, Sandiaga Uno mengunjungi Yutaka Farm fi Desa Pasucen Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. (Rabu, 30 Januari 2019).

Pada hari yang sama, Sandi juga bertemu dengan nelayan di Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

Kemarin, Selasa, 29 Januari 2019, malam, Sandi mencoba kuliner khas Pati, Nasi Gandul.

"Makan Malam di Warung Nasi Gandul Pak Sardi di Jalan Panunggulan, Krajan Gajah Mati, Pati, Jawa Tengah. Ternyata kuliner khas Pati ini betul-betul mak nyoss," ujarnya. (kp)

Normalisasi Sungai Juwana, Kewenangan Pemerintah Pusat



KAAPnews.com – Kayen, Banjir tahunan yang melanda wilayah Pati merupakan dampak belum tuntasnya normalisasi sungai Juwana yang merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Hal ini disampaikan Bupati Pati Haryanto saat meninjau lokasi bangunan yang disinyalir menjadi salah satu penyebab banjir rob yang terjadi di wilayah Desa Kayen, Kecamatan Kayen, bersama Wakil Bupati Saiful Arifin, Dandim, Sekda, Kepala Dinas Sosial, BPBD, Dinkes, PMI serta dinas terkait. Rabu, 30 Januari 2019.

Di sela kegiatan peninjauan tersebut, Bupati Pati Haryanto akan melakukan pengkajian lokasi tersebut lebih lanjut. Dan ketika wilayah tersebut merupakan arus sungai maka akan dilakukan normalisasi.

"Kami juga akan mengidentifikasi saluran air itu dengan peta saluran irigasi, nanti DPUTR akan membuat laporan secara komprehensif. kita sebelum melangkah harus sesuai data yang konkrit. Jadi wilayah tersebut harus kita pastikan dulu apakah bantaran sungai atau milik pribadi," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Sedangkan untuk mengurangi dampak banjir, normalisasi Sungai Manggi di Kecamatan Kayen, juga akan segera dilaksanakan. "Karena normalisasi sungai tersebut sudah kita alokasikan di anggaran perubahan," imbuhnya.

"Sudah kita usulkan beberapa kali ke pemerintah pusat, agar dampak banjir tahunan yang melanda wilayah Kabupaten Pati bisa berkurang,” pungkasBupati. (pn/ HMS)

Disinyalir, Bangunan Inilah Penyebab Terjadinya Banjir di Kayen

[caption id="attachment_317" align="aligncenter" width="600"]Disinyalir, Bangunan Inilah Penyebab Terjadinya Banjir di Kayen Disinyalir, Bangunan Inilah Penyebab Terjadinya Banjir di Kayen[/caption]

KAAPNews.com - Kayen, Bersama Wakil Bupati Saiful Arifin, Dandim, Sekda, Kepala Dinas Sosial, BPBD, Dinkes, PMI serta dinas terkait, Bupati Pati Haryanto hari ini (Rabu, 30/1) meninjau lokasi bangunan yang disinyalir menjadi salah satu penyebab banjir  yang terjadi di wilayah Desa Kayen, Kecamatan Kayen.

Di sela kegiatan peninjauan tersebut, Bupati Pati Haryanto akan melakukan pengkajian lokasi tersebut lebih lanjut. Dan ketika wilayah tersebut merupakan arus sungai maka akan dilakukan normalisasi.

"Kami juga akan mengidentifikasi saluran air itu dengan peta saluran irigasi, nanti DPUTR akan membuat laporan secara komprehensif. kita sebelum melangkah harus sesuai data yang konkrit. Jadi wilayah tersebut harus kita pastikan dulu apakah bantaran sungai atau milik pribadi," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Sedangkan untuk mengurangi dampak banjir, normalisasi Sungai Manggi di Kecamatan Kayen, juga akan segera dilaksanakan. "Karena normalisasi sungai tersebut sudah kita alokasikan di anggaran perubahan," imbuhnya.

Menurut Bupati Haryanto, banjir tahunan yang melanda wilayah tersebut merupakan dampak belum tuntasnya normalisasi sungai Juwana yang merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Sudah kita usulkan beberapa kali ke pemerintah pusat, agar dampak banjir tahunan yang melanda wilayah Kabupaten Pati bisa berkurang" tandas Bupati Haryanto. (KP/ Dok HMS)

Wednesday, January 30, 2019

Ke Pati, Cawapres Sandiaga Uno Cicipi Nasi Gandul





KAAPNEWS.COM - Kota, Calon wakil presiden nomor urut dua, Sandiaga Uno mengunjungi Pati. Selasa, 29 Januari 2019, malam.

Di Pati, Sandi mencoba kuliner khas Pati, Nasi Gandul.

"Makan Malam di Warung Nasi Gandul Pak Sardi di Jalan Panunggulan, Krajan Gajah Mati, Pati, Jawa Tengah. Ternyata kuliner khas Pati ini betul-betul mak nyoss," ujarnya. (kp)

Tuesday, January 29, 2019

Pati Dikepung Banjir, Pemkab Siapkan Langkah Ini



KAAPNEWS.com, Saat ini Pemkab Pati terus melakukan inventarisir kecamatan di Kabupaten Pati yang terdampak banjir, termasuk Kecamatan Dukuhseti dan Kayen.

"Dari wilayah yang terdampak banjir saat ini yang agak besar adalah di Desa Dukuhseti, Dukuh Kedawung. Karena ketika terjadi banjir biasanya berlangsung cukup lama mulai empat hari sampai satu minggu," ungkapnya.

Dengan kondisi demikian, Bupati Pati sudah menurunkan tim untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan masyarakat korban banjir.

Bahkan kalau memang banjir diakibatkan karena tanggul bedah, Pemkab Pati akan melakukan penanganan dengan menurunkan alat berat.

. "Tetapi, sementara ini banjir yang terjadi akibat luapan sungai karena debit air yang meningkat diakibatkan curah hujan yang tinggi seperti yang terjadi di Desa Dukuhseti, Dukuh Kedawung," bebernya.

Bupati Pati Haryanto juga berjanji akan melakukan penganggaran untuk normalisasi sungai di sekitar Desa Dukuhseti, Dukuh Kedawung. "InsyaAllah karena ini sudah penetapan APBD maka akan kita anggarkan pada anggaran perubahan. Karena, kalau proses pengerukan sungai kan harus dilakukan pada musim kemarau," paparnya.
.
Bupati menghimbau kades setempat untuk mensosialisasikan kepada warganya yang ada di Dukuh Kedawung, agar jika air semakin besar, warga dapat segera mengungsi.

"Yang terpenting adalah, warga sekitar yang terdampak banjir segera menyelamatkan diri saat banjir. Jangan sampai mempertahankan diri karena menjaga harta, tetapi malah menjadi bahaya ketika bencana banjir membesar," urainya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Dukuhseti, Sukarji membeberkan ada enam Rukun Tetangga (RT) yang terdampak banjir di Dukuh Kedawung dan Dukuh Krajan. Sedangkan kedalaman air di wilayah tersebut mulai dari 50 centimeter hingga satu meter. (KP/ HMS)

Monday, January 28, 2019

Puluhan Rumah di Bogotanjung Gabus, Terendam Banjir



KAAPnews.com - Gabus, Hujan yang turun semalam di wilayah Kecamatan Gabus mengakibatkan air sungai Desa Bogotanjung meluap dan mengakibatkan 50 rumah waga terendam banjir hingga 40 cm. Senin (28/01/2019).

Hujan yang terjadi semalam tersebut mengakibatkan debit air sungai yang tinggi dan arus sungai yang deras sehingga tanggul sungai jebolnya kurang lebih 4 m dan berakibat air mengarah ke pemukiman warga.
Suwartono Kades Desa Bogotanjung mengatakan, “ Hujan semalam yang cukup deras mengakibatkan sungai di desa kami tidak bisa menampung air yang berasal dari desa lain sehinga tanggul yang tanahnya labil terkikis akibat derasnya arus,” Ungkapnya.

Untuk menghindari korban jiwa di karenakan arus banjir yang cukup deras, Serda Suratman anggota Koramil 19/Gabus bersama Kepala Desa Bogotanjung mendampingi kepala Puskesmas Gabus ll Kab Pati meninjau lokasi banjir memberikan pengertian kepada waga agar menjauhi luapan air sungai yang cukup deras dan menghimbau ke waga agar segera menghubungi pihak puskesmas yang di siagakan apa bila ada warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Dari pihak Puskesmas Gabus ll pun bertindak cepat , H Sumarlan S.Km M.Kes Kepala Puskesmas Gabus ll mengatakan musim penghujan yang menyebabkan banjir akan banyak menimbulkan penyakit diantaranya DBD, penyakit perut dan lain lain.

“Desa Bogotanjung ini termasuk wilayah Puskesmas Gabus ll dan kami siap untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Desa Bogotanjung,” Tambahnya. (KP/ PD)

Banjir Bandang Terjang Kayen, Ratusan Rumah Terendam



Banjir Bandang Terjang Kayen, Ratusan Rumah Terendam

KAAPNEWS.COM - Kayen, Kayen diguyur Hujan Sejak minggu malam ( 27/01/2019), beberapa desa di Kecamatan Kayen Kabupaten Pati terendam Banjir. Senin, 28 Januari 2019.

Dari Informasi yang dihimpun oleh Para Babinsa Koramil 04/Kayen dan warga setempat serta dari berbagai sumber, beberapa desa yang terdampak diantaranya Desa Sumbersari, Desa Kayen, Desa Slungkep, Desa Srikaton, Desa Jatiroto, Desa Talun, Desa Pasuruhan dan Trimulyo Bahkan di Desa Srikaton Dukuh Popoh Ketinggian air sudah mencapai Lutut Orang dewasa antara 30 hingga 70 cm.

"Setiap Musim Hujan tiba apalagi hujan yang terus menerus mengguyur dari malam kemarin sampai hari ini beberapa wilayah Kecamatan Kayen ini kebanjiran dikarenakan kondisi daerah yang sedikit rendah dan apalagi daerah ini sering menjadi langganan banjir ” Jelas warga yang melintas Arifudin.

"Serta Di puncak gunung saat ini telah gundul, tidak ada hutan seperti dulu. Makanya daerah Kayen dalam pantauan serius karena rawan banjir terutama desa desa yang di lewati aliran air sungai dari gunung kendeng, puncak gunung sekarang telah beralih fungsi karena menjadi lahan jagung yang ditanam warga. Tanaman tersebut tak mampu menahan air hujan, sehingga banjir lumpur tak terelakkan ketika hujan deras mengguyur belakangan ini," imbuhnya.

”Kami Berharap ada solusi dari pemerintah daerah untuk daerah-daerah yang rawan banjir sehingga setiap musim hujan tiba tidak kebanjiran lagi,” Harapnya

Selain di beberapa desa Lainnya Seperti di Jalur Kayen – Pati Turut Desa Jatiroto Juga Terendam Banjir sehingga Mengakibatkan beberapa kendaraan harus putar balik dikarenakan tidak mau kendaraan mereka mogok terkena air. Tepatnya di depan pintu masuk RSUD Kayen mencapai 50 hingga 100 cm, mengakibatkan sejumlah pengendara roda dua khususnya terpaksa harus menunggu hingga banjir surut.

Juga di karenakan angin yang cukup kencng mengkibatkan putusnya jaringan PLN di Dk. Malangan Ds. Trimulyo jadi warga harus ekstra hati hati dlam melintasi jalan tersebut. (kp)

Pohon Tumbang di Trangkil, Jalur Pati - Tayu Tersendat

Pohon Tumbang di Trangkil, Jalur Pati - Tayu Tersendat


KAAPNEWS.COM - Trangkil, Derasnya air hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Trangkil pada hari minggu dini hari tadi, mengakibatkan tumbangnya pohon yang berada di jalan raya Pati – Tayu Km 11, tepatnya di depan Apotik Ultima Desa Trangkil Kec Trangkil.




Terjadinya pohon pohon tumbang sekitar pukul 06.15 Wib, dan mengakibatkan jalur Pati – Tayu mengalami kemacetan. Minggu (27/1/2019)





Salah satu warga yang melaporkan kejadian tersebut kepada piket koramil 21/Trangkil, Serka Supriono yang sedang Piket pada saat itu segera mengecek lokasi dan menindak lanjuti laporan warga.





Untuk mencegah kemacetan semakin panjang, Piket Koramil 21 Trangkil Serka Supriyono dan Babinsa Desa Trangkil kopda Wahyu Sigit bersama warga sekitar bahu membahu menyingkirkan pohon tumbang yang mengakibatkan kemacetan arus lalin tersebut.





Satu persatu ranting-ranting pohon dipotong dan disingkirkan dari badan jalan. Walaupun masih dalam guyuran air hujan, Anggota koramil 21 Trangkil bersama warga dan dibantu dinas terkait tidak menghiraukan lagi cuaca yang ada dan akhirnya sekitar pukul 07.26 WIB pohon tumbang yang menghambat jalannya arus lalu lintas Pati – Tayu Dapat diselesaikan dan arus lalu lintas kembali lancar. (KP)



Sunday, January 27, 2019

Pengembangan Aplikasi Smart City, Wabup Safin Ungkap Hal Ini



KAAPnews.com - Kota, Salah satu kunci keberhasilan program kota pintar (smart city) adalah sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pati.

"Jadi tantangannya tidak hanya pada biaya dan SDM yang mumpuni saja. Yang jelas kuncinya, OPD harus bersinergi menjadi super tim smart city", tegas Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), hari ini, saat diwawancarai usai melakukan Study Implementasi dan Replikasi Aplikasi Smart City di Kota Semarang.

Karena itulah, kali ini pihaknya memboyong para pimpinan OPD untuk turut serta dalam kegiatan tersebut.

"Dengan mengajak 12 OPD, kami berharap kemajuan yang ada di Semarang bisa langsung diadopsi ke Pati," tandasnya.

Apalagi menurutnya, tahun lalu Pemkab Pati telah menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Pengembangan dan Implementasi Aplikasi Smart City dengan Kota Semarang, dan Pati pun tahun lalu sudah meluncurkan dan menerapkan konsep smart city.

Dengan ditandatanganinya perjanjian, maka aplikasi yang telah dipakai di Kota Semarang dapat diimplementasikan di Kabupaten Pati. Aplikasi ini tujuannya untuk mengefektifkan pemerintahan dan pelayanan ke masyarakat.

Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu dalam sambutannya di kantor walikota, berharap supaya perjanjian kerjasama yang kemudian diperkuat dengan studi implementasi dan replikasi ini, bisa bermanfaat dalam upaya penguatan komitmen untuk membangun Smart City.

“Kota Semarang walaupun telah menjadi kota cerdas namun tetap membutuhkan kerjasama dan koordinasi dengan Kabupaten dan Kota lain di Jawa Tengah. Hal ini penting. mengingat keberhasilan inovasi, program dan kegiatan tidak mungkin dicapai sendiri oleh sebuah daerah. Sehingga kegiatan seperti ini menjadi sebuah harapan besar bahwa kita bersama – sama dapat saling melengkapi,” ujar Wakil Walikota Semarang saat diwawancarai di sela-sela kegiatan tersebut.

Berbagai program inovasi yang telah dilakukan Kota Semarang, lanjut Hevearita, nantinya bakal ditularkan Diskominfo Kota Semarang pada Kabupaten Pati.

Selain itu Wakil Walikota juga menawarkan Wabup beserta jajarannya untuk belajar secara menyeluruh soal Smart City tidak hanya di lingkup balai kota namun juga sampai ke OPD di Kota Semarang.

Sementara itu, saat ditanya soal alasan Pemkab Pati memilih Kota Semarang, Safin pun membeberkan alasannya.

Sejak 2012 lalu, menurut Wabup, Kota Semarang telah mengaplikasikan sejumlah sistem yang berkonsep Smart City dalam rangka mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Kini daerah yang terkenal dengan penganan lumpianya itu merupakan satu dari empat kota yang menjadi kiblat pembangunan Smart City di Indonesia. Tiga kota lainnya adalah Surabaya, Bandung, dan Makassar.

Safin juga mengatakan, kerjasama ini diharapkan bisa lebih ditingkatkan agar bisa memajukan potensi yang ada terlebih diwilayah Jawa Tengah.

Pihaknya juga mengajak Pemkot Semarang agar bersama-sama bisa memberikan kotribusi kepada negara. Karena bagaimanapun juga, menurut Safin, masyarakat Jawa Tengah memiliki satu visi yang sama untuk maju bersama.

"Jadi tidak usah jauh-jauh ke mana-mana karena dulure dewe bisa membantu," ungkap Wabup di hadapan Wakil Walikota Semarang.

Safin juga menjelaskan tentang hasil studi kali ini. "Setelah melihat di kota Semarang ini tentunya ada yang siap kita implementasikan di kabupaten Pati tetapi ya tidak semuanya, kita lakukan bertahap, tapi prioritasnya memang pada dimensi smart city yang terkait langsung dengan pelayanan masyarakat.

"Semoga apa yang kita lihat langsung di sini bersama segenap jajaran OPD dapat menjadi pembelajaran bagi kita dan yang sudah baik tentu bisa kita tiru dan kita terapkan di Kabupaten Pati", pungkasnya. (KP/ HMS)

Bersinergi, TNI-Polri Bantu Bedah Rumah Warga Mulyoharjo Pati



KAAPnews.com - Kota, Hujan yang terus mengguyur, tak menghalangi semangat personil Polsek Pati Kota bersama Koramil 01/Pati serta Masyarakat melaksanakan kegiatan sosial Karya Bakti Bedah Rumah di Dukuh Bongsri Desa Mulyoharjo Kecamatan Pati. Sabtu (26/1/2019)

Kegiatan karya bakti bedah rumah yang dilaksanakan bersama-sama oleh Pemerintah Desa Mulyoharjo, Babinsa, Babinkamtibmas dan Warga Masyarakat Dukuh Bongsri Desa Mulyoharjo Kec Pati, yang berlangsung saat ini merupakan langkah dalam membantu memberikan motifasi dukungan semangat bergotong royong kepada warga masyarakat.

Kapolres Pati melalui Kapolsek pati Kota Iptu Sudari mengatakan rumah yang dilakukan pembongkaran/ Bedah Rumah dan dibangun kembali agar layak huni yaitu milik Bapak.Karlan Dukuh Bioro Rt.7/2 Desa Mulyoharjo Pati.terbuat dari Bambu dengan ukuran 5 x7.

Kapolsek menuturkan bahwa dana Bedah Rumah berasal dari Baznas Kab.Pati sebesar Rp.15.000.000,- (lima belas juta rupiah). Dengan keterangan Rp. 10.000.000(sepuluh juta rupiah) diberikan sebelum rumah dibongkar dan untuk sisanya di berikan satu minggu kemudian setelah rumah dibangun.

Karya bhakti di Dukuh Bongsri Desa Mulyoharjo Kec Pai ini merupakan sarana komunikasi sosial binter untuk mempererat tali silahturahim antar TNI, Polri dan Masyarakat.

Pada kesempatan itu, Sujoko selaku Kepala Desa Mulyoharjo mengucapkan rasa terima kasih kepada Bapak TNI, Polri dan Warga Masyarakat yang sudah hadir di pagi hari, dengan iringan Gerimis, tetap bersemangat bekerja bersama-sama.

“Harapan kami selaku Kepala Desa Mulyoharjo Semoga TNI Polri tetap Solid, Bersinergi dalam Menegakkan Kedaulatan NKRI yang kita cintai serta peduli dengan masyarakat,” imbuhnya. (KP)

Sungai Silugonggo Meluap, Petani di Gabus Panen Dini



KAAPnews.com - Gabus, Hujan yang turun terus menerus selama kurang lebih sepekan ini, mengakibatkan banjir di Wilayah pati, salah satunya di Desa Banjarsari Kecamatan Gabus. Banjir ini menggenangi daerah yang rutin terdampak tiap kali musim penghujan tiba, daerah rawan bencana banjir tersebut antara lain Desa Banjarsari Dukuh Biteng karena letak desa nya yang berada di bantaran sungai Silugonggo. Sabtu (25/01/2019).

Akibat luapan sungai tersebut, padi yang telah mulai menguning tergenang dan petani pun terpaksa memanen lebih awal.

Selain menggenangi area persawahan, ada tiga rumah yang sudah mulai kemasukan luapan air sungai Silugonggo di Dukuh Biteng ini. Bersama Tagana Kab. Pati Sertu Edi Asluri anggota Koramil 19/Gabus selaku Babinsa Desa Banjarsari segera mengadakan pengecekan dan pemantauan keadaan banjir yang sudah mulai masuk ke rumah warga. Selain itu tim ini Tagana juga mempersiapkan perahu karet untuk mengantisipasi apabila banjir tersebut semakin membesar dan warga membutuhkan bantuan untuk evakuasi.

Mutadi Ketua tim Tagana Kab. Pati mengatakan kondisi curah hujan yang sangat tinggi sampai saat ini kemungkinan besar air sungai Silugonggo bisa semakin besar luapanya ke perkampungan warga, maka dari itu kita bersama anggota TNI khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Gabus Kab. Pati mempersiapkan diri untuk penaggulangan bencana supaya tidak terjadi korban jiwa.

“Kerja sama dengan anggota Koramil ni sudah biasa kami lakukan, sehingga kami tidak canggung lagi untuk membantu warga yang terdampak banjir,” Imbuhnya. (KP. PD)

Lakalantas di Pantura Batangan, Truk Oleng Nyungsep ke Kali


Lakalantas di Pantura Batangan, Truk Oleng Nyungsep ke Kali

KAAPNEWS.COM - Batangan, Kecelakaan lalu lintas sebuah truk oleng dan masuk ke sungai di Jalan Pantura juwana -batangan turut Desa Jembangan Kecamatan Batangan Kabupaten Pati. Sabtu, 26 Januari 2019 sekira pukul: 19.50 WIB.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Batangan AKP Lilik Supardi mengungkapkan, akibatnya pengemudi truk meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kronologis kejadian, truk berjalan dari barat ke timur (juwana - batangan), sesampainya di TKP, truk berusaha mendahului kendaraan yang tidak diketahui identitasnya yang berjalan didepannya, karena tidak bisa menguasai kendaraan, kemudian oleng ke kanan dan menabrak halte yang berada dibahu jalan sebelah selatan dan masuk ke sungai. (kp. bp)

Sungai Silugonggo Meluap, Banjir Rendam Rumah Warga Banjarsari Gabus


Sungai Silugonggo Meluap, Banjir Rendam Rumah Warga Banjarsari Gabus

KAAPNEWS.COM - Gabus, Curah hujan yang tinggi dalam seminggu ini di Wilayah pati berdampak banjir di sebagian wilayah Kecamatan Gabus. Banjir ini menggenangi daerah yang rutin terdampak tiap kali musim penghujan tiba, daerah rawan bencana banjir tersebut antara lain Desa Banjarsari Dukuh Biteng karena letak desa nya yang berada di bantaran sungai Silugonggo. Sabtu (26 Januari 2019)

Ada tiga rumah yang sudah mulai kemasukan luapan air sungai Silugonggo di Dukuh Biteng ini. Bersama Tagana Kab. Pati Sertu Edi Asluri anggota Koramil 19/Gabus selaku Babinsa Desa Banjarsari segera mengadakan pengecekan dan pemantauan keadaan banjir yang sudah mulai masuk ke rumah warga. Selain itu tim ini Tagana juga mempersiapkan perahu karet untuk mengantisipasi apabila banjir tersebut semakin membesar dan warga membutuhkan bantuan untuk evakuasi.

Mutadi Ketua tim Tagana Kabupaten Pati mengatakan kondisi curah hujan yang sangat tinggi sampai saat ini kemungkinan besar air sungai Silugonggo bisa semakin besar luapanya ke perkampungan warga, maka dari itu kita bersama anggota TNI khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Gabus Kab. Pati mempersiapkan diri untuk penaggulangan bencana supaya tidak terjadi korban jiwa.

“ Kerja sama dengan anggota Koramil ni sudah biasa kami lakukan, sehingga kami tidak canggung lagi untuk membantu warga yang terdampak banjir,” Imbuhnya (kp/ pd)

Saturday, January 12, 2019

Pelaku Penusukan dengan Gunting, Diringkus ke Mapolsek Juwana

[caption id="attachment_270" align="aligncenter" width="600"]Pelaku Penusukan denga Gunting, Diringkus ke Mapolsek Juwana Pelaku Penusukan dengan Gunting, Diringkus ke Mapolsek Juwana[/caption]

JUWANA - KAAPnews.com, Polsek Juwana Polres Pati berhasil mengungkap Kasus penganiayaan yang menimpa Nur Sahit (31) warga Desa Growong lor Juwana, Pati, yang dilaporkan ke Polsek Juwana pada bulan Desember 2018 lalu.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Juwana AKP Eko Pujiyono mengungkapkan Polisi berhasil mengamankan satu orang pelaku berinisial MW alias ateng (35). Kamis (11/01/2019).

Kronologis kejadian, lanjut Kapolsek, bermula pada tanggal 15 Desember 2018 korban berada di toko sembako di Desa Growong lor Juwana, kemudian datang pelaku meminta bantuan kepada korban untuk ikut membantu mendorong Motor milik temannya yang sedang mogok. kemudian korban berdiri dan hendak membantu, namun Pelaku marah-marah menganggap pelapor lambat dalam membantu. Selanjutnya pelaku menikam dengan menggunakan gunting ke arah punggung korban.

“Kronologis ungkap kasus, Pada hari Kamis tanggal 10 Januari 2019 sekira pukul 21.30 WIB unit Reskrim Polsek Juwana telah berhasil mengamankan pelaku di perempatan lampu traffic light puri Pati Kota dan setelah dilakukan introgasi pelaku mengakui perbuatannya tersebut dengan menggunakan gunting”. Tegas Kapolsek

Atas perbuatannya Pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan dan kini pelaku mendekam di penjara Mapolsek Juwana. (kp/ Humas Polres Pati)