Tuesday, February 19, 2019

Agar Tak Terbelit Masalah Hukum, Kades Terpilih Wajib Ikuti Bimtek Ini



Agar Tak Terbelit Masalah Hukum, Kades Terpilih Wajib Ikuti Bimtek Ini

KAAPNEWS.COM - PATI, Pembukaan Bimbingan Teknis (bimtek) untuk para calon kepala desa terpilih yang lolos dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2018, digelar di Pendopo Kabupaten Pati Senin (18/2).

Kepala desa terpilih yang berjumlah 61 orang, memiliki latar belakang yang berbeda. Tidak semua memahami tentang pemerintahan, dimana dulunya ada sebagai masyarakat biasa dan kini menjadi kepala desa. Dengan itu, keberadaan bimtek ini berguna untuk memberi pemahaman tentang segala aturan dan kepemimpinan serta kewenangan dalam menjalankan pemerintahan desa. Hal itu diungkapkan Bupati Pati Haryanto saat memberikan sambutan pada pembukaan bimtek hari ini.

Bupati menuturkan, seorang kepala desa dituntut agar dapat mengetahui dan memahami segala hal. Sebab lingkupnya adalah dari pemerintahan pusat bermuara ke desa - desa. Bagi kades yang pernah menjabat, tentunya tidak ada masalah karena sudah mendapat bekal di pengalaman sebelumnya. Namun bagi yang baru dan belum pernah menjabat, Bupati yakin mereka perlu mendapat bimbingan.
"Anda - anda semua nanti akan mendapat pembekalan mulai dari pemerintahan, keuangan, hukum, kepemimpinan, baris - berbaris dan masih banyak lagi, yang akan dilaksanakan selama 8 hari dan dimulai pada Senin 18 - 26 Februari, di Hotel Pati dan harus menginap," tegasnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, pembekalan serta penggemblengan harus dan memang diperlukan, agar nantinya 61 kepala desa sudah siap dan mampu ketika terbentur permasalahan secara hukum. Ia menjelaskan, pembekalan selama 8 hari hukumnya wajib, dengan pembekalan tersebut nantinya para calon kepala desa ini akan mendapatkan sertifikat dan pada 16 Maret akan dilantik.
"Hukumnya wajib, sebab pembekalan guna antisipasi agar para kades tak terkena dampak hukum di kemudian hari. Pokoknya ringan, tinggal berangkat saja ikuti, soal fasilitas menginap tak usah dipikir, gratis dibiayai oleh Pemkab," imbuh Haryanto.

Pada pembukaan bimtek ini, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Pati selaku Ketua Pelaksana Bimtek, Teguh Widyatmoko menambahkan, kegiatan ini tak lain untuk memberikan pendidikan dan pelatihan bagi calon kades terpilih, guna melaksanakan sistem pemerintahan dalam desa.
"Dan juga bertujuan untuk meningkatkan serta menambah pengetahuan tentang tata pemerintahan desa yang sesuai dengan peraturan perundang undangan," pungkasnya.

Dalam acara pembukaan Bimtek hari ini, turut hadir Forkompimda Kabupaten Pati serta OPD terkait. (kn/ hms)

Monday, February 18, 2019

Hadiri Acara IKKP, Wabup Safin Sebut Kriteria Orang Sukses, Apa Saja?


Hadiri Acara IKKP, Wabup Safin Sebut Kriteria Orang Sukses, Apa Saja?

KAAPNEWS.COM - PATI, Pada upacara penutupan pembinaan karakter pemuda Kabupaten Pati di ruang serba guna Kodim 0718 Pati, yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP), Sabtu (16/02), Wakil Bupati (Wabup) Pati Syaiful Arifin (Safin) menjelaskan bahwa modal utama dalam meraih kesuksesan adalah individu yang memiliki karakter yang baik.

"Hal itu dikarenakan, ketika orang sukses tidak memiliki karakter yang baik maka peluang menuju kegagalan dari kesuksesan yang diraih akan sangat besar terjadi.
Itu juga akan berbanding terbalik dengan orang yang hanya memiliki karakter yang baik saja, karena dengan demikian dia memiliki modal dan jalan untuk sukses", imbuhnya.

Safin pun berharap Kami materi yang didapat pada acara ini bisa diterapkan dengan baik oleh para peserta.

Pada kegiatan yang juga dihadiri oleh Sekda Pati, Dandim dan Kapolres Pati pihaknya juga sangat mengharapkan masyarakat yang merantau dan telah sukses, mau pulang ke Bumi Mina Tani untuk ikut berperan serta membangun daerah.

Pembangunan yang dimaksud, lanjut Wabup, bisa dalam bentuk usaha atau sinergitas dengan masyarakat guna memajukan perekonomian daerah ataupun meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Kami merasakan demikian, dulu meski kami sudah merantau di Jakarta selama dua puluh tahun kami berharap bisa kembali ke Pati untuk ikut membangun daerah. Dengan keinginan dan motivasi yang kami miliki tersebut, diharapkan masyarakat rantau yang sudah sukses juga dapat kembali ke Pati untuk bersinergi syukur-syukur bisa membuat usaha di Bumi Mina Tani," kenangnya.

Pihaknya juga berpesan agar generasi muda juga memiliki jiwa wirausaha yang kental." Jangan hanya memiliki keinginan untuk menjadi PNS atau TNI saja, sebab menjadi seorang wirausahawan juga tidak kalah menjanjikan dengan kedua profesi itu", ujar Safin.

Apalagi, imbuh Wabup, potensi Pati yang sangat banyak seperti perikanan, peternakan dan pertanian, tentunya sangat potensial untuk bisa dikembangkan. (kn/ dok humas)

Thursday, February 14, 2019

Cegah Aksi Teror, Bupati Instruksikan Pos Kamling Dihidupkan Lagi



KAAPNEWS.com - PATI, Maraknya teror pembakaran mobil yang terjadi di kota lain beberapa waktu terakhir, Bupati Pati Haryanto, hari ini, mengajak Satuan Pengamanan (Satpam) untuk ikut menjaga keamanan di wilayah kerjanya.

"Paling tidak Satpam bisa membantu mencegah terjadinya tindak kejahatan. Sebab yang paling disalahkan ketika ada tindak kejahatan adalah bagian security," paparnya di acara Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat Security
yang digelar di Aula salah satu perusahaan food & baverage di Jalan Raya Pati-Juwana tersebut.

Pada kegiatan yang juga dihadiri oleh Kapolres Pati, Perwakilan Dandim, dan Satpam dari perusahaan daerah maupun swasta tersebut, Haryanto berharap agar para security dapat saling menjalin kerjasama yang baik, agar tidak terjadi persoalan.

"Terlebih jelang pelaksanaan pesta demokrasi pada 17 April mendatang", tegasnya. Berkenaan dengan hal itu, Bupati rupanya telah memberikan surat edaran kepada kecamatan.

"Kami menginstruksikan agar pos Kamling digalakkan kembali. Karena keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas seperti kepolisian atau TNI saja, karena untuk menciptakan kondisi keamanan adalah tugas kita bersama", terang Bupati.

Haryanto mengakui setiap akan ada pesta demokrasi suhu politik cenderung naik. Tetapi ketika sudah selesai, suhunya juga akan turun sendiri.

"Meski demikian, ketika ada kejadian jangan sampai main hakim sendiri. Karena bisa berdampak hukum," terangnya. (kn)

Tuesday, February 12, 2019

Tentang PTSL, Bupati Haryanto Minta Warga Tak Saling Lapor


Tentang PTSL, Bupati Haryanto Minta Warga Tak Saling Lapor

KAAPNEWS.COM - Kayen, Dari 45. 250 bidang tanah yang ikut dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Pati, sampai saat ini sudah diserahkan sebanyak 29.300 bidang. Artinya, lebih dari 50% sertifikat tanah telah dibagikan pada warga Pati yang terdaftar dalam program PTSL.

Seperti pada kesempatan hari ini (11/2), Bupati Pati bersama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Wakil DPRD Pati, Camat Kayen dan sejumlah kepala desa di Kayen, menyerahkan sertifikat tanah untuk warga Kecamatan Kayen. Penyerahan kali bertempat di Balai Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen.

Penyerahan sertifikat ini merupakan yang keempat kalinya setelah penyerahan sertifikat dilakukan di Kecamatan Cluwak, Kecamatan Pucakwangi, dan Kecamatan Tlogowungu, dan Kecamatan Batangan.

Sebanyak 1.430 sertifikat dibagikan kepada sejumlah desa di Kecamatan Kayen yaitu, Desa Jimbaran, Desa Jatiroto, Desa Slungkep, Desa Sumbersari, Desa Durensawit dan Desa Talun.

Bupati Pati Haryanto menyebut bahwa PTSL ini merupakan program yang membantu masyarakat agar memiliki bukti hak milik sah tanah secara hukum. Ia menghimbau agar masyarakat tidak termakan isu negatif terkait pelaksanaan program ini.

"Jangan sampai masyarakat terpengaruh oleh hal maupun informasi yang negatif. Dan biayanya tidak gratis, namun lebih murah. Oleh karenanya jangan sampai permasalahan, terlebih keributan juga saling lapor terkait biaya, itu semua jelas dan ada aturannya serta legal", tegas Bupati.

Bupati Haryanto juga menegaskan bahwa program PTSL ini meskipun ada biayanya, tapi sangat murah. Sebab jika mengurus sertifikat secara reguler, biayana bisa mencapai lebih dari tiga juta.

Tak lupa, Haryanto mengajak masyarakat untuk menyengkuyung program pemerintah ini bersama-sama. "Kita dukung program-program pemerintah pusat seperti ini. Terlebih, program dari Presiden RI ini dapat membantu dan meringankan dalam mengurus sertifikat", tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Pati Yoyok Hadi Mulyo mengatakan bahwa sertifikasi tanah melalui program PTSL merupakan salah satu program strategis BPN yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia.

“Program PTSL ini biayanya ditanggung pemerintah pusat sehingga tidak ada biaya di BPN dan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Namun untuk tahap pra-permohonan diperlukan biaya pada tingkat Kelurahan dan Desa terdapat biaya materai dan biaya patok", jelasnya.

Lebih lanjut Yoyok menjelaskan, pada program ini juga dikenakan biaya perolehan hak atas tanah bangunan (BPHTB) yang merupakan kewenangan pemerintah daerah. Pihaknya juga menyampaikan pada akhir bulan Januari 2019, telah terbentuk panitia sebanyak 5 tim terkait penyelenggaraan PTSL ini. (kn/. hms)

Sunday, February 10, 2019

Bukan Lagi PKL, Tempat Baru Ini Adalah Pusat Wisata Kuliner Pati



Bukan Lagi PKL, Tempat Baru Ini Adalah Pusat Wisata Kuliner Pati

KAAPNEWS.COM - Kota, Suasana di TPK Perhutani Pati, Jumat malam (8/2) terasa berbeda. Pasalnya, di tempat ini, dilaksanakan tasyakuran lokasi yang nantinya akan menjadi tempat baru bagi para pedagang kaki lima (PKL) Simpang Lima Pati.

Untuk melaksanakan tasyakuran di malam Sabtu kliwon ini, memang tidak langsung spontan, namun juga atas dasar segala pertimbangan yang ada. Selain tasyakuran untuk tempat yang baru, Bupati Pati Haryanto juga menyampaikan bahwa tasyakuran ini mendoakan agar kedepan para PKL selalu mendapat keselamatan dari awal hingga akhir, dagangan laris serta rezeki yang lancar.
"Juga tak lupa agar selalu diberkahi Allah SWT. Di acara ini, selain mengawali perpindahan, bagi PKL yang mau langsung menempati lokasi ini pun juga diperbolehkan, monggo," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Bupati menegaskan bagi PKL yang ingin langsung pindah, dipersilahkan saja. Namun, apabila mengikuti himbauan Pemkab, maka menunggu terlebih dahulu hingga SPK (Surat Perjanjian Kerja) terkait renovasi Alun - alun keluar. Sebab, saat ini masih menunggu pihak yang memenangkan lelang dalam pembenahan Alun - alun.
"Ketika SPK sudah keluar, kemudian kita siapkan untuk pemagaran dan persiapan perpindahan. Namun, tidak usah khawatir, sebab satu minggu sebelum perpindahan, akan kita beri himbauan terlebih dahulu. Jika semuanya lancar, perkiraan akan pindah awal bulan Maret," imbuhnya.

Haryanto mengungkapkan bahwa terlaksananya tasyakuran, manaqib, bubur merah, serta ada kuluban, memang mengandung makna dan filosofi tersendiri, yaitu agar semua dagangan para pedagang laris manis. Sehingga, Bupati ingin agar rumor negatif terkait perpindahan agar diabaikan. Sebab, Bupati bertujuan saat Alun - alun dibenahi, PKL pun tetap harus jalan.
"Kalau terkait kurang sempurnanya lokasi ini, memang saya akui. Namun, bukan berarti kita diamkan, melainkan selalu kita benahi, selalu kita tambah fasilitas yang kurang seperti penerangan, parkir, mushola, akses masuk dan keluar, toilet, hiburan maupun lainnya seiring berjalannya usaha," jelas Bupati.

Bupati berharap bahwa para PKL tidak perlu risau atas perpindahan ini. Sebab Gedoeng Djoeang dan Plaza Pragolo, awalnya mendapat tanggapan negatif, saat ini ternyata menjadi lokasi yang laris manis. Ke depan tempat relokasi ini bukan lagi disebut tempat PKL, namun lokasi Wisata Kuliner.

Dalam kesempatan itu salah satu pedagang kaki lima asal Randu kuning bernama Hartini rupanya telah berjualan di lingkungan TPK. "Ya mau bagaimana dan dimana lagi, sebetulnya berat tapi kalau disana sudah tidak boleh untuk berjualan, ya saya ikut saja berjualan disini. Yang jelas bila memang harus disini, ya saya berjualan disini tidak apa apa," tutur pedagang di PKL Alun-alun itu.

Tak hanya Hartini, salah satu anggota PKL Simpang Lima Pati (Simpati) yang menjual makanan khas Pati "nasi gandul" mengaku, bahwa dirinya mendukung rencana pemerintah daerah terkait relokasi ini. Namun ia berharap Pemkab tetap memfasilitasi para PKL nantinya. Fasilitas mulai dari tempat, fasilitas - fasilitas yang ada, bebas pajak retribusi selama 3 bulan dan fasilitas lainnya.
"Jujur saja, saya optimis terkait relokasi ini. Sebab selain mendapat fasilitas tempat, juga mendapat fasilitas yang lain dan dapat berjualan 24 jam. Dengan contoh malam ini, kurang lebih 200 orang yang sudah datang ke lapak saya. Meskipun, malam ini kami gratiskan. Sedangkan terkait pendapatan, saya tetap optimis," tutupnya. (kp/ hms)

Saturday, February 9, 2019

Sisir Warung Remang - remang di Pasar Wage, Satpol Pati Ciduk PSK, Miras dan Alat Kontrasepsi

[caption id="attachment_399" align="aligncenter" width="640"]Sisir Warung Remang - remang di Pasar Wage, Satpol Pati Ciduk PSK, Miras dan Alat Kontrasepsi Sisir Warung Remang - remang di Pasar Wage, Satpol Pati Ciduk PSK, Miras dan Alat Kontrasepsi[/caption]

KAAPnews.com - Kota, Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kabupaten Pati kembali melakukan razia Pekat (Penyakit Masyarakat) di wilayah Juwana dan Pasar Wage Margorejo.

Razia gabungan yang didukung Satpol Provinsi Jateng dan Kodim 0718 Pati ini (Kamis malam, 7 Februari 2019), dipimpin langsung Kepala Satpol Pati menyisir warung remang remang yang ada di belakang Ruko Karang Rejo Juwana dan komplek Pasar Hewan Margorejo.

Adapun sasaran dalam operasi tersebut peredaran miras, dugaan adanya prostitusi atau tindakan asusila dan bangunan liar atau warung yang menempati tanah yang sebenarnya tudak pada tempatnya. Operasi atau razia tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut adanya perda No.7 tahun 2018 tentang Ketertiban Umum.

Kepala Satpol PP Pati Hadi Santosa dalam sela sela Operasi tersebut mengatakan jika untuk wilayah Juwana ditemukan adanya bangunan atau warung liar yang menempati tanah milik PJKA yang diduga disalah gunakan untuk kegiatan prostutisi.

Hal tersebut sangat mengganggu warga pemukiman dan tempat pendidikan di sekitar lokasi. Pihaknya secepatnya akan koordinasi dengan Muspika setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Adapun di lokasi lain disekitar komplek Pasar Hewan Margorejo Tim Gabungan berhasil mengamankan miras dan sejumlah PSK (Pekerja Sex Komersial) yang mangkal di warung warung yang ada di depan komplek Pasar Hewan Margorejo. (KN)

Friday, February 8, 2019

Meski Beda Pilihan Pilpres, Bupati Pati Tak Ingin Ormas Saling Sikut

[caption id="attachment_396" align="aligncenter" width="600"]Meski Beda Pilihan Pilpres, Bupati Pati Tak Ingin Ormas Saling Sikut Meski Beda Pilihan Pilpres, Bupati Pati Tak Ingin Ormas Saling Sikut[/caption]

KAAPnews.com - Pati, Untuk kali pertama peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) ke-62 dan Pemuda Panca Marga (PPM) ke-38 Kabupaten Pati tahun 2019, digelar bersama di Pendopo Kabupaten Pati Kamis (7/02).

Menurut Purn. Kapten Infantri TNI AD Untung Djoko Suratno, hal ini bertujuan untuk mengakrabkan antara LVRI dan PPM.

"Sehingga LVRI dan PPM tetap bersatu dan guyub rukun serta tidak terpecah belah. Karena dua lembaga ini tidak bisa dipisahkan karena merupakan satu kesatuan yang mana LVRI adalah bapak sedangkan PPM adalah anak," sebelum acara yang juga dihadiri oleh Forkopimda.

Untung juga berterima kasih, lantaran pada acara yang mengundang 200 tamu undangan dari perwakilan Semarang, Solo, Jepara, Kudus, Rembang serta ketua PPM Jawa Tengah dari Keraton Solo, difasilitasi oleh Bupati Pati Haryanto. Ia menuturkan, pada rencana awal saat membuat proposal kegiatan pada keterangan tempat dan waktunya masih kosong.

"Sempat ada negosiasi saat kami sowan ke beliau bersama ketua PPM karena jadwalnya padat. Tetapi setelah dicek, acara ini bisa terlaksana pada hari ini di Pendopo," ungkapnya yang juga ketua panitia HUT LVRI ke-62 dan PPM ke-38 tahun 2019.

Pada sambutannya, Bupati Pati Haryanto menyampaikan bahwa terselenggaranya acara ini bukan untuk hura-hura melainkan untuk mengingatkan perjalanan sejarah panjang kemerdekaan Indonesia. Masyarakat saat ini perlu bersyukur, karena dengan berbagai perbedaan dan ribuan pulau saat ini bisa dipersatukan dengan kemerdekaan.
"Kalau sedikit-sedikit ada pertentangan dan percekcokan seharusnya bisa diatasi dengan cara lainnya. Misal, ketika orang tidak bisa duduk satu meja, kan bisa duduk di meja lain dengan orang yang memiliki pola pemikiran yang sama," himbaunya.

Bupati mengatakan meski kondisi di Pati yang sangat dinamis, tetapi organisasi FKPPI, LVRI, Pemuda Pancasila dan PPM beriringan dan tidak pernah berbenturan karena tahu porsinya masing-masing. "Jangan sampai, gara- gara beda pilihan jadi ribut, yang terpenting mari ambil hikmah. Agar generasi penerus tidak larut dalam hal yang tidak benar karena salah paham," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0718/Pati Letnan Kolonel Arm Arief Darmawan menambahkan, ketika terjadi konflik dalam organisasi adalah hal yang lumrah. Karena konflik adalah hal yang harus ada, karena semakin banyak konflik pada suatu organisasi yang dapat diselesaikan dengan baik.
"Sebab dengan ini, organisasi akan semakin kuat dan tertempa dengan baik. Beda dengan organisasi yang tidak pernah ada masalah. Karena ketika demikian ada dua kemungkinan yakni memang organisasi itu hebat atau orang di dalamnya memang tidak peduli dengan organisasi," jelasnya.

Pihaknya juga mohon kepada seluruh jajaran LVRI dan PPM, karena sebentar lagi ada pelaksanaan pemilu. Jangan mempermasalahkan kaitannya calon presiden dan membandingkannya dengan kepemimpinan yang dahulu.
"Sebab seorang pemimpin pasti berbeda di setiap masa. Karena pemimpin dahulu menata pemerintahan pasca reformasi sulitnya setengah mati dan menguras energi dan pikiran," terangnya.

Dandim menambahkan, ketika dibenturkan dengan masa sekarang tentunya berbeda, karena dengan pondasi negara yang sudah tertata dengan baik mereka bisa fokus untuk melakukan pembangunan.
"Kita tidak bisa berasumsi paling benar sendiri. Karena, pada masanya mereka memiliki tantangan yang berbeda," tandasnya. (kp/ hms)

Sisir Panti Pijat, Polsek Margorejo Pati Temukan Layanan Plus-plus

[caption id="attachment_392" align="aligncenter" width="640"]Sisir Panti Pijat, Polsek Margorejo Pati Temukan Layanan Plus-plus Sisir Panti Pijat, Polsek Margorejo Pati Temukan Layanan Plus-plus[/caption]

KAAPnewscom - Pati, Kamis, 07 Februari 2019, Polsek Margorejo yang dipimpin oleh Kanit Sabhara Ipda Warsono bersama 2 anggota telah melaksanakan kegiatan patroli diwilayah hukum Polsek Margorejo serta melaksanakan kegiatan dengan sasaran pendataan karyawan panti pijat.

Di salah satu tempat panti pijat Maharani depan RS KSH yang berada di jalan pantura Pati – Kudus tepatnya di Desa Sukoharjo Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, dari kegiatan tersebut didapati salah satu karyawan panti pijat sedang bersama tamu laki-laki didalam ruangan tidak selayaknya pijat biasa.

Karyawan tersebut berinisial (JMS) asal Desa Jatinom Rt.3/4 Kecamatan Klaten, Kabupaten Klaten bersama tamunya (EP) asal Desa Growong Rt.2/3 Kecamatan Juwana Pati, kedua orang tersebut berada didalam ruang pijat dan tidak sesuai dengan kegiatan panti pijat biasanya.

Selanjutnya tindakan Kanit Sabhara membawa kedua orang tersebut ke Mapolsek Margorejo untuk dimintai keterangan. Setelah memberikan keterangan kemudian oleh Kapolsek Margorejo diberikan pembinaan.

Selanjutnya dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan bekerja sesuai keperuntukannya sesuai porsi pijat biasa serta menggunakan pakaian lengkap saat memijat.

Sedangkan pemilik panti pijat sampai saat ini belum bisa dihubungi karena berdomisili di Kudus. Nomor handphonenya saat dihubungi tidak diangkat. (kp)

Thursday, February 7, 2019

Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Reskrim Polres Pati, ini Kronologinya



Dua Pelaku Curanmor Dibekuk Reskrim Polres Pati, ini Kronologinya

KAAPNEWS.COM - PATI, Sat Reskrim Polres Pati ungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang terjadi di jalan turut Desa Bogotanjung Kecamatan Gabus Kabupaten Pati.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana mengungkapkan, peristiwa Curanmor itu terjadi pada hari Kamis tanggal 31 Januari 2019 sekira pukul 13.30 WIB.

"Polisi berhasil menangkap dua pelaku, yakni ANC warga Cengkalsewu Kec. Sukolilo Kab. Pati, (berperan sebagai pelaku ), dan SD warga Wirosari Kabupaten Grobogan, (berperan sebagai penadah sepedamotor hasil curian), sedangkan satu orang lagi masih buron," ungkap Kasat.

Dari pelaku, berhasil diamankan barang bukti berupa lima unit sepeda motor, 1 ( satu ) unit SPM Yamaha Yupiter ( hasil pencurian TKP Bogotanjung Kec. Gabus Kab. Pati ), 1 ( satu ) unit SPM yamaha Mio sebagai sarana yang tertinggal di TKP dan sudah di sita di Polsek Gabus, 1 ( satu ) unit SPM Yamaha Vega R warna oranye, 1 ( satu ) unit Honda Supra brondolan, 1 ( satu ) unit SPM Yamaha Vega R warna biru silver.

Kronologis kejadian, lanjutnya, Pada hari kamis tanggal 31 Januari 2019 sekira pukul 13.30 wib korban mencari rumput di area persawahan turut Ds. Bogotanjung Kec. Gabus Kab. Pati dan memarkir sepeda motor di pinggir jalan selang 30 menit korban melihat ada seseorang yang mengambil sepeda motornya yang dikira tetangga sendiri dan ternyata hilang di ambil orang/pelaku.

Kronologis ungkap kasus, "Setelah adanya laporan tersebut di atas kemudian Team Resmob mendatangi TKP untuk mencari ba-ket terhadap korban dan para saksi, setelah mendapatkan ciri - ciri pelaku kemudian dilakukan penyelidikan dengan hasil ungkap pelaku dan pada hari Rabu tanggal 06 Pebruari 2019 sekira pukul 13.30 wib berhasil melakukan penangkapan thd pelaku ANC alias YY di wilayah Kayen Kab. Pati," bebernya.

Setelah di interogasi mengakui melakukan pencurian sepeda motor Yamaha Yupiter di jalan turut Ds. Bogotanjung Kec. Gabus Kab. Pati dan menjual sepeda motor hasil curian kepada penadahnya kemudian pada hari Rabu tanggal 06 Pebruari 2019 sekira pukul 20.00 wib berhasil mengamankan penadah SD alias MN di pinggir jalan turut Ds. Dokoro Kec. Wirosari Kab. Grobogan.

Setelah di interogasi pelaku ANC alias YY juga melakukan pencurian di TKP lain bersama Sdr. MR alias MT ( DPO ) di antaranya :

1. TKP Gunung panti Kec. Winong Kab. Pati sekitar 3 Minggu yang lalu hasil SPM Yamaha Vega warna oranye.
2. TKP Karaban Kec. Gabus Kab. Pati sekitar satu bulan yang lalu hasil SPM Yamaha Vega ZR warna merah.
3. TKP Gadudero Kec. Sukolilo sekitar satu tahun yang lalu hasil SPM Yamaha Vega.
4. TKP Gunung panti Kec. Winong Kab. Pati hasil SPM Yamaha Vega.

"Pelaku SD alias MN bin KS ( penadah ) telah menerima 8 ( delapan ) unit SPM hasil curian dari tersangka ANC alias YY," pungkas AKP Yusi. (kn)

Ribuan Nelayan Paceklik Melaut, Pemkab Pati Lakukan Hal Ini


Ribuan Nelayan Paceklik Melaut, Pemkab Pati Lakukan Hal Ini

KAAPNEWS.COM - PATI, Bupati Pati Haryanto hari ini menyerahkan bantuan beras bagi nelayan kecil yang terkena dampak musim paceklik. Acara yang berlangsung di kantor Balai Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana itu dihadiri pula oleh Wakil Bupati, Sekda, Forkompimda, para Asisten Sekda Pati, pimpinan OPD dan Camat Juwana.

Penyerahan bantuan ini dilandaskan pada Perbup No 18 tahun 2017 tentang Pengelolaan Ketahanan Pangan.

Menurut Bupati, jumlah nelayan yang saat ini mengalami masa paceklik sebanyak 6.939 orang. Mereka berasal dari Juwana, Tayu, Dukuhseti dan Batangan. Sedangkan dalam penyerahan bantuan kali ini, per orang mendapat beras 5 kg.

Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa bantuan yang diserahkan ini memang tidaklah seberapa. Namun bantuan ini merupakan suatu bentuk empati dan rasa perhatian dari pemerintah. Sebab di bulan - bulan ini sebagian nelayan ada yang berani melaut dan sebagian lagi ada yang tidak berani dan untuk nelayan kecil lebih memilih mengamankan diri.

"Oleh sebab itu kita setiap tahun memang ada bantuan semacam ini, dan jumlah totalnya pun lumayan untuk se - Kabupaten Pati. Kami berharap bahwa sedikit bantuan ini mampu meringankan keluarga yang bekerja sebagai nelayan kecil", terang Haryanto.

Bupati menambahkan bahwa bantuan seperti ini memang melalui mekanisme dan aturan - aturan yang telah ditetapkan. Oleh karena itu pihaknya menegaskan bahwa bantuan ini bukanlah yang terpenting, namun pihaknya berdoa agar selepas melewati cuaca ekstrim seperti saat ini, nantinya para nelayan mendapat hasil yang lebih maksimal dan melimpah ruah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Sunartopo menyampaikan bahwa total bantuan yang akan siap diserahkan yakni sebanyak 34.680 kg beras.

Berdasarkan data yang ada, stok gabah Dinas Ketahanan Pangan Pati tahun 2018 yakni sebanyak 100 ton. Dan untuk tahun 2019, jumlah total yang dialokasikan untuk bantuan sebanyak 34,68 ton.

Dia menambahkan bahwa sisa stok yang ada, akan terus diperbarui. Sebab daya simpan maksimal bisa sampai 1 tahun.

Tujuan dari penyerahan bantuan ini, menurutnya adalah untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan dan mengalami keadaan darurat, terkena bencana alam ataupun pasca bencana alam.

"Selain itu juga untuk meningkatkan penyediaan pangan bagi masyarakat miskin atau yang mengalami rawan pangan. Hal ini juga untuk menjamin pasokan pangan agar stabil", pungkas Sunartopo. (KN/ hms)

Wednesday, February 6, 2019

Inspiratif, Area Banjir di Kayen ini Diubah Jadi Festival Lomba Perahu Rakyat


Inspiratif, Area Banjir di Kayen ini Diubah Jadi Jadi Festival Lomba Perahu Rakyat



KAAPNEWS.COM - Kayen, Festival Lomba Perahu Rakyat Desa Pasuruan Kecamatan Kayen Kabupaten Pati merupakan lomba spontanitas yang diadakan dan diikuti oleh warga Desa Pasuruhan, Selasa 05/02/2019.


Dampak bencana banjir tahunan yang melanda salah satu desa di Kecamatan Kayen yaitu desa Pasuruan hingga saat ini masih terasa menggenangi area persawahan Desa Pasuruhan. Kurang lebih seluas 194 Ha area ini merupakan area mangkok/cekungan, hal ini memunculkan ide kreatif dari Kepala Desa Pasuruan Warsito, S.Pd.  dan masyarakat setempat serta di dampingi Babinsa Koramil 04/Kayen Serda Mustakhim dan di bawah pimpinan langsung Danramil 04/Kayen Kapten Cba M. Zuhri Antoro secara spontanitas untuk mengadakan festival lomba perahu rakyat di area sawah yang kini masyarakat desa menyebutnya rawa indah.


Kepala Desa yang ditemui saat pelaksanaan lomba mengatakan, "Lomba ini dilaksanakan spontanitas karena area persawahan ini belum produktif, " Ungkapnya.


Selain untuk hiburan kegiatan ini juga untuk menghilangkan keresahan dan kepenatan sejenak tentang kondisi banjir di bulan ini.


Dalam festival lomba perahu rakyat tersebut di meriahkan tim olah raga air Mapala dari kabupaten Kudus dan musik remaja desa Pasuruhan serta sediakan kuliner khas desa Pasuruhan oleh ibu-ibu BUMDES yang tidak mau ketinggalan yaitu sayur krompyong, kangkung oseng, keong, ikan rawa dan daun singkil.


Lebih asiknya lagi disediakan hadiah bagi juara Festival Lomba Perahu Rakyat tersebut, pertandingan lomba dilakukan dengan cara mendayung perahu dengan rute yang telah ditentukan.


Hadiah juara pertama sebesar Rp 1.500.000,- juara kedua sebesar Rp 1.000.000,- dan juara ke tiga sebesar Rp 500.000,-
Hadiah doorprise untuk tim peserta berupa tiket nginap di villa rawa indah selama 3 hari milik kepala desa Pasuruhan.


Antusias warga yang mengikuti festival lomba perahu rakyat ini sangat meriah serta sejenak menghilangkan kegelisahan akan bencana banjir yang melanda di wilayah desa Pasuruhan. Banyaknya pengunjung yang menyaksikan Festival tersebut menjadikan  area persawahan yang tadinya sepi menjadi ramai.


" Geliat ekonomi kecil tumbuh dari suasana bencana yang disikapi secara bijak ini merupakan kreatifitas positif dalam menyikapi keadaan sehingga kita tidak larut dalam kesedihan," ujar Danramil 04/Kayen Kapten Cba M Zuhri Antoro. (kp/ pen/ k04/ sol)

Tuesday, February 5, 2019

Wabup: Petugas PKH Harus Seleksi Penerima Bantuan, Wargapun Harus Sadar Diri

[caption id="attachment_375" align="aligncenter" width="601"]Wabup: Petugas PKH Harus Seleksi Penerima Bantuan, Wargapun Harus Sadar Diri Wabup: Petugas PKH Harus Seleksi Penerima Bantuan, Wargapun Harus Sadar Diri[/caption]

KAAPnews.com - Kota, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Pati hari ini menggelar rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan. Rakor tersebut dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekda Pati, Kepala Dinas Sosial Pati, Kepala Bappeda Pati, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Pati, OPD, Organisasi Kemasyarakatan, Tenaga Ahli Pendamping Desa, BPS Pati, serta Koordinator PKH (Program Keluarga Harapan) dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) tingkat Kecamatan se - Kabupaten Pati.

Wakil Bupati Saiful Arifin yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Pati mengatakan bahwa tingkat target kemiskinan di Kabupaten Pati di RPJMD berada pada kisaran 10%.

"Ini patut disyukuri sebab di tahun 2017, angka kemiskinan sudah turun mencapai 9,9%. Namun, masih banyak hal yang harus kita tuntaskan. Program pengentasan kemiskinan ini harus kita atasi dengan seksama", jelasnya.

Terkait pengentasan kemiskinan, Safin menegaskan bahwa apabila masyarakat belum mempunyai pekerjaan, maka saat ini pemerintahan desa dibolehkan untuk memanfaatkan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat yang tujuan akhirnya mengurangi kemiskinan di desa - desa.

Safin menghimbau untuk teman - teman PKH, agar benar - benar teliti dalam mendata masyarakat yang menerima bantuan, jangan sampai keliru.

Selain itu, lanjut Safin, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mana yang wajib menerima bantuan dan mana yang tidak. "Teman - teman PKH harus berani menyampaikan penjelasan terkait penerima bantuan. Masyarakat pun juga harus sadar diri, apabila ekonominya sudah memadai atau mencukupi, ya mbok ya jangan berharap untuk mendapatkan bantuan lagi karena bantuan tersebut sesungguhnya untuk masyarakat yang lebih membutuhkan", jelas Safin.

Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Bappeda Pati, Puji Winarno menyampaikan bahwa rakor ini dilaksanakan berdasarkan pada SK Bupati No. 050/ 374 Tahun 2018 tentang perubahan atas dasar keputusan Bupati No. 050/ 77 Tahun 2017 tentang pembentukan tim koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Pati.

"Rakor ini bertujuan untuk koordinasi menanggulangi kemiskinan dan pengendalian pelaksanaan penanggulangan kemiskinan di daerah dengan tujuan mendorong proses perencanaan dan penganggaran tim, sehingga menghasilkan anggaran yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan", jelasnya.

Selain koordinasi, lanjut Pujo, juga dilakukan pemantauan program penanggulangan kemiskinan serta tak lupa penyampaian laporan hasil rakor. Sebab setidaknya dalam setahun dilakukan penyampaian minimal 3 kali.

"Berdasarkan data yang dilansir dari Badan Pusat Statistik, bahwa secara makro, angka kemiskinan di Kabupaten Pati turun di angka 9,9% atau jika di total, mencapai 123.942 jiwa", imbuhnya.

Sedangkan posisi relatif tingkat kemiskinan di Kabupaten Pati jika dibandingkan di Jawa Tengah, Kabupaten Pati berada pada posisi di bawah Provinsi Jawa Tengah, namun di atas nasional, yaitu, berada pada posisi 16 dari 35 Kabupaten se - Jawa Tengah. (kp/ hms)

Tahun Anggaran 2019, Bupati Haryanto Harap OPD Tak "Numpuk" Kegiatan di Akhir Tahun



KAAPnews.com - Kota, Memasuki tahun anggaran 2019, Bupati Pati Haryanto menghimbau semua Kepala OPD dan jajarannya agar dapat menyelesaikan kegiatan tepat pada waktunya, sehingga tidak tertumpuk pada akhir tahun. Hal tersebut disampaikan Bupati pada saat Upacara Luar Biasa, yang rutin dilakukan tiap awal bulan di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, pada Senin (4/2).

Saat memberikan amanat, Bupati mengingatkan kepada Kepala OPD yang turut mengikuti upacara, bahwa memasuki bulan kedua di tahun 2019 ini, hendaknya seluruh OPD dapat melaksanakan semua kegiatan sesuai dengan jadwalnya. Hal tersebut disampaikan Bupati, sebab pihaknya khawatir waktunya akan semakin tersita, apalagi mendekati Pemilu, bulan Ramadhan, Hari Raya, sehingga banyak waktu terlewatkan.
"Kita sering dipakai untuk studi, sering digunakan kunjungan (daerah lain.red), jadi sudah seharusnya kita harus lebih baik lagi. Jangan sampai daerah lain yang mengadopsi dari kita, yang belajar dari kita, malah lebih baik dari kita," tegasnya.

Untuk itu Haryanto menegaskan di tahun 2019 ini, seluruh OPD diharuskan meningkatkan kinerja dan pelayanan. "Kita ini harus lebih baik lagi, karena semua sistem sudah ada, baik itu mulai dari transaksi non tunai, smart city, pelayanan, dan restribusi non tunai," urainya dihadapan peserta upacara dari berbagai OPD.

Di kesempatan ini, Bupati tak lupa mengingatkan agar seluruh jajarannya mempersiapkan pemeriksaan dari BPK. Rencananya, audit dari BPK akan berlangsung pada bulan Februari ini, dan pemeriksaannya memakan waktu kurang lebih satu bulan.

"Oleh itu semua OPD yang masih menyisakan persoalan, pertanggungjawaban, langsung segera dilengkapi atau diselesaikan. Tidak usah menunggu waktu, karena sekarang menjadi tanggungjawabnya, sampai pun besok menjadi tanggungjawabnya," tegas Haryanto.

Bupati berharap agar kelengkapan pemeriksaan segera dipersiapkan, tanpa menunggu permintaan dari BPK.
"Semakin cepat semakin baik, sebab jangan sampai baru melengkapi bila sudah menjadi persoalan. Semua akan dicocokan sesuai di lapangan, maka itu yang terpenting semua riil, sesuai fakta, jangan bohong, serta mengada- ada atau hoaks," pungkas Bupati. (kp/ hms)

Monday, February 4, 2019

Puncak Imlek di Pati Ada Kirab Budaya, Barongsai, Reog dan Marching Band



Puncak Imlek di Pati Ada Kirab Budaya, Barongsai, Reog dan Marching Band

KAAPNEWS.COM - Kota, Puncak peringatan tahun baru Imlek 2570 jatuh pada hari Selasa 5 Februari 2019, di Pati akan ada sejumlah hiburan dan pertunjukkan seperti diadakan kirab budaya barongsai, reog Ponorogo, dan marching band.

Hal itu diungkapkan Ketua Klenteng Hok Tik Bio, Eddy Siswanto usai pembagian kue keranjang sebanyak dua ton di Kelenteng Hok Tik Bio Pati. Minggu, 3 Februari 2019.

"Ini juga salah satu tradisi menyambut Tahun Baru Imlek 2570 yang jatuh pada hari Selasa 5 Februari 2019. Selain membagikan kue, kami juga berdoa agar masyarakat Pati, lancar rezekinya, mendapat keselamatan serta gemah ripah lohjinawi", ungkapnya usai pembagian kue.

Ia pun menambahkan, pada 4 Februari nanti juga akan diadakan acara ramah tamah. Acara tersebut dimulai pukul 19.00.

"Terbuka untuk umum, siapa saja boleh datang. Kami tidak pakai undangan khusus. Serta kami berharap, di tahun politik ini, semoga bangsa Indonesia selalu dalam keselamatan", imbuhnya.

Kegiatan yang dihadiri Bupati Pati Haryanto dan ribuan masyarakat lintas agama itu tampak meriah. Mereka membaur bersama untuk ikut dalam pembagian kue keranjang sebanyak dua ton atau 2.000 biji.

Bupati Pati Haryanto dalam wawancara mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan yang dilandasi oleh perbuatan baik dan mulia yang tidak membedakan antara satu dengan yang lain.

"Dan kegiatan semacam ini perlu dicontoh oleh rekan - rekan yang lain di Kabupaten Pati. Karena saling berbagi pada mereka yang membutuhkan merupakan suatu kebahagiaan tersendiri", tuturnya.

Selain itu, momen sekali dalam setahun ini diakui Haryanto, amat ditunggu oleh orang - orang yang membutuhkan. Sebab, tidak setiap saat mereka bisa mendapatkan bingkisan kue kranjang tersebut.

"Harapannya agar bentuk kebersamaan seperti ini kita tingkatkan, agar Kabupaten Pati selalu dalam keadaan kondusif. Serta saya mengajak masyarakat untuk bersama - sama berperan aktif dalam pembangunan. Baik pembangunan budaya, keagamaan, kemasyarakatan serta yang lain", harapnya. (kp/ hms)

Sunday, February 3, 2019

Sasar Penonton Konser Dangdut, Aksi Curanmor Kembali Terjadi di Gabus

Sasar Penonton Konser Dangdut, Aksi Curanmor Kembali Terjadi di Gabus


KAAPNEWS.COM - Gabus, Polsek Gabus  telah menerima laporan tentang dugaan tindak pidana Pencurian kendaraan bermotor.


Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Gabus IPTU Sudari mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 02 Februari 2019, sekira pukul 23.30 Wib.


"TKP berada di sebelah rumah milik warga lokasi dangdut turut Desa Gabus Kecamatan Gabus Kabupaten Pati," imbuh Kapolsek.


"Atas  kejadian pencurian tersebut korban mengalami kerugian  senilai kurang lebih Rp 6.500.000,- (enam juta lima ratus ribu rupiah), Motor yang dicuri adalah Yamaha Jupiter Z. Pelaku mengambil SPM yang terparkir dan merusak kunci stang,"  bebernya.


Kronologis kejadian, lanjutnya, pada hari Sabtu tanggal 02 Pebruari 2019 sekira pukul 21.00 Wib korban berangkat dari rumah dengan maksud melihat pertunjukan orkes dangdut bersama rekan korban, dengan berboncengan, sesampainya dilokasi, Motor tersebut korban parkirkan di sebelah rumah milik warga di lokasi dangdut dengan posisi menghadap ke utara bersebelahan dengan Spm Mio milik orang lain.


"Kemudian sepeda motor korban di kunci stang dan tinggal melihat pertunjukan dangdut  sekira pukul 23.30 Wib pertunjukan dangdut selesai kemudian korban pulang  menuju lokasi parkir, namun sesampainya parkiran motor korban tidak ada dilokasi parkiran kemudian korban mencari di sekitar lokasi namun tidak menemukan motor korban kemudian  korban  laporkan kejadian tersebut ke Polsek Gabus guna penyidikan lebih lanjut," ungkapnya lagi. (kpn)

Ngopi Bareng Wabup Safin, Petani di Gabus Curhat Soal Ini

[caption id="attachment_361" align="aligncenter" width="601"]Ngopi Bareng Wabup Safin, Petani di Gabus Curhat Soal Ini Ngopi Bareng Wabup Safin, Petani di Gabus Curhat Soal Ini[/caption]

KAAPnews.com - Gabus, Berbaur dengan para petani di salah satu warung kopi milik warga Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, Wakil Bupati Pati Syaiful Arifin (Safin), memanfaatkan pertemuan ini ia untuk mendengarkan kendala dan permasalahan masyarakat di wilayah tersebut khususnya dalam bidang pertanian.

Acara ngopi bareng diikuti lebih dari 20 orang Kelompok Tani Mekarsari dan warga desa setempat itu. Hal itu sengaja dilakukan Wabup Safin lantaran ia sadar betul bahwa pertanian dan peternakan merupakan salah satu elemen pengungkit ekonomi di Pati.

"Aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat nanti akan kami sampaikan kepada dinas pertanian yang mengurus masalah pertanian dan peternakan di Kabupaten Pati," ungkapnya.

Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan itu antara lain soal air yang merupakan kebutuhan vital petani guna mengairi lahan pertanian saat musim kemarau. Sebab wilayah setempat merupakan lahan tadah hujan.

"Ditambah lagi mereka juga harus menghadapi permasalahan hama tikus yang juga musti dibasmi secara gotong royong atau dengan cara memelihara burung hantu", lanjutnya.

Safin pun berjanji akan mencari solusi terkait penyaluran air atau mengeboran sumber air guna meningkatkan produktivitas para petani.

Terkait alat setrum listrik yang dipakai untuk membasmi hama tikus Wabup mengatakan bahwa dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Pati akan mengajak pihak terkait yakni PLN untuk berdiskusi guna mencari solusi terkait hal ini.

"Kami tidak ingin ada lagi kejadian masyarakat kesetrum dan meninggal dunia akibat hal ini", imbuh Wabup.

Pada kesempatan yang sama, Hadi warga Desa Tanjunganom RT. 05/RW. 02 mengatakan, masyarakat sangat berterima kasih karena Wabup Safin telah meluangkan waktu dan peduli dengan kondisi pertanian dan petani di Desa Tanjunganom.

"Persoalan yang utama adalah pengairan lahan sawah karena lokasi sekitar adalah tadah hujan dan sudah berlangsung sejak turun temurun. Kami berharap agar ada solusi pengairan sehingga produktivitas petani semakin meningkat," harap Hadi. (KP/ Dok Humas)

Jagong Bareng, Jurnalis Diharapkan Buat Literasi Agar Pemimpin Negara Berkunjung ke Pati

[caption id="attachment_357" align="aligncenter" width="600"]Jagong Bareng Bupati dan Wabup, Jurnalis Diharapkan Bersinergi Promosikan Pati Jagong Bareng Bupati dan Wabup, Jurnalis Diharapkan Bersinergi Promosikan Pati[/caption]

KAAPnews.com - Kota, Wartawan/ Jurnalis di Pati diharapkan bisa bersinergi dengan pemerintah dalam rangka mempromosikan dan mengenalkan Pati serta mempublikasikan hasil pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto saat bersilahturahmi dengan para wartawan di Pendopo, Jumat malam (1/2).

"Tanpa ada media cetak maupun elektronik kami juga tidak akan dikenal masyarakat karena dengan adanya media massa apa yang dikerjakan pemerintah bisa diketahui oleh masyarakat," ungkapnya di acara yang juga dihadiri Pada acara yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda dan beberapa Kepala OPD tersebut.

Haryanto pun berharap para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak alergi dengan kritik dan saran. "Sebab dengan kritikan itu kita malah bisa meningkatkan kinerja dan memaksimalkan program ke arah yang lebih baik", imbuhnya.

Karena ketika tidak ada yang berani mengkritik, lanjutnya, Pemkab khawatir akan terpeleset. "Apapun kritik dan saran yang disampaikan yang terpenting adalah ada solusinya", terang Bupati.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pati Syaiful Arifin (Safin) pun mengajak media untuk turut serta membranding Kabupaten Pati. "Jika ada yang baik mari dipromosikan dan yang kurang baik mari kita benahi. Mari bersama berfikir, agar daerah bisa terpromosikan dengan lebih baik," terangnya.

Kalau perlu, imbuh Safin, para jurnalis mengembangkan literasi agar pemimpin negara mau berkunjung ke Pati.

"Sebab, dengan kedatangan pemimpin negara di Pati pastinya berdampak baik untuk pembangunan daerah. Apalagi saat ini persaingan pembangunan antar daerah sangat ketat sekali", jelas Wabup.

Safin mencontohkan Kota Semarang ke selatan yang pembangunannya cukup baik, tetapi kalau kota semarang ke timur tentunya disuguhi rob, banjir serta infrastruktur yang kurang baik.

"Dengan literasi dan pemberitaan yang konstruktif diharapkan kita tidak ketinggalan," tandasnya. (KP/ HMS)

Api Lahap Gudang Kapuk di Sundoluhur Kayen, Begini Kronologinya

[caption id="attachment_354" align="aligncenter" width="601"]Api Lahap Gudang Kapuk di Sundoluhur Kayen, Begini Kronologinya Api Lahap Gudang Kapuk di Sundoluhur Kayen, Begini Kronologinya[/caption]

KAAPnews.com - Kayen, Gudang kapuk milik Kusnin Desa sundoluhur RT 9 Rw 3 Kecamatan kayen Kabupaten Pati ludes dilahap api. (Sabtu, 02 Februari 2019)

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Kayen AKP Sutopo mengungkapkan, Menurut saksi mata, markum 53 Th alamat desa sundoluhur Rt 9/2 kec kayen si jago merah mulai melalap gudang kapuk milik kusnin ini sekitar pukul 14.30 wib,kemudian api dapat di padamkan pukul 16:00 wib setelah 4 mobil pemadam kebakaran kabupaten Pati datang dan di bantu masyarakat sekitar.

Babinsa Koramil Kayen sertu ali bersama piket serda Sugiyanto beserta polsek dan perangkat desa menuju TKP untuk menetralisir keadaan dan mengamankan situasi sekitar gudang kapok, adapun taksiran kerugian materiil sekitar 150 juta, dan tidak ada korban dalam kejadian ini. (kp)

Saturday, February 2, 2019

Polsek Gabus Dalami Kasus Curanmor di Bogotanjung

[caption id="attachment_351" align="aligncenter" width="600"]Polsek Gabus Dalami Kasus Curanmor di Bogotanjung Polsek Gabus Dalami Kasus Curanmor di Bogotanjung[/caption]

KAAPnews.com - Gabus, Aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) terjadi di Desa Bogotanjung Kecamatan Gabus Kabupaten Pati.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Gabus IPTU Pujiati mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 1 Februari 2019.

"Motor yang dicuri adalah Honda Supra Tahun 2003 warna hitam. Atas kejadian pencurian tersebut korban mengalami kerugian senilai kurang lebih Rp 6.000.000 ( Enam juta rupiah)," ungkapnya.

Kronologis kejadian, lanjut Kapolsek, sekira pukul 13.00 Wib ketika korban pergi mendatangi pengajian di Desa Bogotanjung Kecamatan Gabus Kabupaten Pati, kemudian korban menaruh sepeda motornya di depan toko sembako dengan posisi motor di kunci stang.

Kemudian, pukul 16.00 Wib pengajian sudah selesai, korban menghampiri motor miliknya yang di taruh di depan toko sembako tersebut, sesampainya di toko, motor sudah tidak ada atau diambil orang. "Lalu, korban minta berteriak meminta tolong. Atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Gabus guna penyelidikan lebih lanjut," tandas IPTU Pujiati.

(KP)

Banjir di Pati Kian Surut, Normalisasi Sungai Juwana Bakal Menyeluruh


Banjir di Pati Kian Surut, Normalisasi Sungai Juwana Bakal Menyeluruh

KAAPNEWS.COM - Gabus, Meski curah hujan di Kabupaten Pati mulai berkurang, beberapa desa di tiga kecamatan Kabupaten Pati masih terendam air. Terlebih di Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus yang di beberapa wilayahnya masih terendam banjir. Masyarakat di beberapa wilayah desa tersebut harus menggunakan perahu untuk beraktivitas. Jumat siang (1/2).

"Memang, dari tujuh kecamatan yakni Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, Juwana, Dukuhseti dan Pati yang wilayah yang tergenang air, tinggal beberapa desa yang masih terendam air yakni Desa Kasiyan Sukolilo, Desa Srikaton Kayen, dan Desa Mintobasuki serta Banjarsari di Kecamatan Gabus," ungkap Bupati Haryanto saat menyerahkan bantuan logistik di Desa Mintobasuki Jumat (01/02).

Dengan kondisi demikian, Bupati Haryanto berharap adanya penanganan lebih lanjut dari instansi terkait baik di tingkat Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Pemerintah Provinsi (Pemprov), hingga Pemerintah Pusat. Lantaran wilayah yang masih tergenang air diakibatkan luapan Sungai Juwana yang tidak dinormalisasi secara komprehensif.

"Harapannya untuk usulan yang saya ajukan ke BBWS maupun Kementrian PUPR agar sungai Juwana dinormalisasi secara komprehensif mulai dari hulu sampai hilir bisa segera terlaksana," jelasnya.

Bupati menjelaskan pihak yang berwenang melakukan normalisasi Sungai Juwana adalah Pemerintah Pusat meski lokasinya ada di Kabupaten Pati. Disamping itu, untuk melakukan normalisasi di sungai sepanjang 60 kilometer tersebut membutuhkan dana yang sangat besar.

"Andaikata punya kewenangan, Pemkab Pati tidak mampu melaksanakan normalisasi. Lantaran anggarannya besar sekali, mungkin untuk satu tahun anggaran saja sudah habis untuk menangani normalisasi sungai Juwana saja," bebernya.

Bupati juga mengungkapkan, dana yang digunakan untuk normalisasi Sungai Juwana sesuai DED mendekati 1 triliun. Sebab dalam pelaksanaan normalisasi nantinya tidak hanya mengangkat sedimentasi dari dasar sungai saja. Cara itu akan percuma dan dalam waktu dekat sedimentasi pada sungai juga kembali terkumpul karena tidak ada penampungan air.
"Sebab dalam prakteknya nanti juga akan ada pembuatan bendungan dan jeti (dermaga), ketika tidak demikian sedimentasi akan kembali meninggi. Beberapa waktu lalu, kami juga diminta Pemerintah Pusat untuk pembebasan lahan di bantaran Sungai Juwana dan kami menyanggupi serta akan kami komunikasikan bersama kecamatan dan desa," urainya.

Pada akhir 2018 Pemkab Pati juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat kaitannya normalisasi Sungai Juwana. "Nanti akan kita lanjutkan untuk berkoordinasi lagi dan saya tidak pantang menyerah," ujarnya.

Hal demikian diupayakan oleh Bupati Haryanto, karena banjir tahunan yang melanda desa di beberapa kecamatan yang ada di sekitar bantaran Sungai Juwana. Akibatnya para petani yang bercocok tanam di wilayah tersebut merugi dan gagal panen, karena lahan pertaniannya tergenang air dengan intensitas yang cukup lama.

"Ada sekitar 700 hektar lahan pertanian dan petani harus merugi. Bahkan, ketika dikalkulasi total kerugian yang harus ditanggung petani mencapai dua miliaran pertahun," paparnya.

Dengan kondisi demikian Haryanto sangat mengharapkan tindakan nyata dari BBWS dan Kementerian PUPR agar menangani normalisasi Sungai Juwana secara komprehensif.

"Sehingga, dampak luapan sungai Juwana bisa diminamilisir dan tidak mengakibatkan banjir," tandasnya. (kp/ hms)

Friday, February 1, 2019

Bupati Haryanto Dukung Program Ekonomi Produktif Baznas



Kaapnews.com - Pati, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati, memberikan bantuan ekonomi produktif bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Margorejo, bersama Bupati Pati Haryanto hari ini (31/1) bertempat di Masjid Al Falah Kecamatan Margorejo Pati.

Imam Zarkasi Ketua Baznas mengatakan, program pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat merupakan program terbaru dari Baznas Pati. Sebagai awal pelaksanaan program tersebut, Kecamatan Margorejo menjadi pilot projects atau proyek percontohan untuk kemudian dilanjutkan ke wilayah lainnya. "Penerima bantuan ini adalah pedagang kecil yang menerima bantuan untuk mengelola usaha sehingga menumbuhkan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Imam menyebutkan, penyerahan bantuan ekonomi produktif digulirkan baru pertama kali tahun 2019 ini sebesar 40 juta di dua desa yaitu desa Bumirejo dan Margorejo. Masing- masing penerima bantuan mendapatkan 1 juta. Ia mengungkapkan, penerima bantuan ini merupakan kelompok yang terdiri dari toko kelontong, warung makan, catering, dan usaha lainnya.
"Kami terus melakukan pembinaan kepada pelaku ekonomi kecil agar usaha mereka berkembang dan mampu mensejahterakan keluarga," ungkapnya.

Bupati Pati berharap dengan bantuan modal usaha, mereka tidak berjuang sendiri-sendiri tetapi berkelompok agar perekonomian mereka bisa lebih baik dan usahanya bisa bermanfaat.
"Tujuannya agar memiliki kekuatan dalam menjalankan ekonomi di perdesaan untuk memperlancar usaha sesama warga Pati," imbuhnya.

Bupati pun meminta penerima bantuan untuk membuktikan sebagai warga yang mampu memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya.
"Demikian pula dalam menjalankan usaha tidak boleh hanya sesaat tapi harus terus berlanjut hingga bmmherhasil sesuai tujuan," tandas Bupati.

2019, Pati Dapat Jatah 65 Ribu PTSL


2019, Pati Dapat Jatah 65 Ribu PTSL

KAAPNEWS.COM - Kota, Bupati Pati Haryanto hari ini menghadiri acara sosialisasi Program Pendaftaran Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019, di ruang Pragolo Setda Pati.

Dengan bergantinya tahun dan terselesaikannya pemberkasan program PTSL tahun 2018, BPN Pati dan Bupati Haryanto beserta seluruh Forkompimda Pati, hari ini menghadiri sosialisasi program PTSL 2019 untuk 50 desa calon penerima program PTSL 2019.

"Meski PTSL 2018 belum selesai dibagikan, saat ini sudah disusul dengan program PTSL 2019", ujar Bupati.

Jika pada tahun 2018 Pati mendapatkan 45 ribu, maka pada 2019 Pati mendapatkan sebanyak 65 ribu.

"Ada yang berbeda dengan tahun lalu dimana jumlah desanya lebih banyak, sedangkan tahun ini jumlah desa lebih sedikit namun harus tuntas", imbuhnya.

Di tahun 2023 nanti, semua pensertifikatan di Kabupaten Pati ditargetkan sudah terselesaikan semua sehingga bila mana ada proses hukum terhadap tanah hanya antara pemilik tanah yang sudah memiliki sertifikat. "Tidak seperti saat ini yang mana selama ini masih bersandar pada C desa", lanjut Haryanto.

Akan tetapi perlu disayangkan, karena program yang sangat membantu ini, menurut Bupati, kadang-kadang menyisakan persoalan, permasalahan, yang timbul karena minimnya kepercayaan.

"Perlu diketahui bersama PTSL ini berbeda dengan PRONA, dimana PRONA ini sertifikat masal yang dibiayai pusat lebih banyak, nah kalau PTSL ini, dibiayai sebagian dan sisanya swadaya masyarakat dengan syarat tidak membebani masyarakat", terang Haryanto.

Yang jelas, imbuh Bupati, mengurus sertifikat melalui program PTSL lebih meringankan daripada mengurus secara reguler, di mana bila diurus secara reguler harus membayar BPHTB, PPH dan akan memakan biaya mencapai Rp 2 sampai 3 juta.

Haryanto dalam acara ini pun menghimbau, kepada desa yang masih dipimpin oleh Pj, agar mengajak kepala desa yang baru terpilih untuk turut mengurus dan mensosialisasikan program PTSL ini kepada masyarakatnya, agar di kemudian hari tidak menjadi permasalahan.

Sementara itu, Kepala BPN Pati, Yoyok Anwar Hadi mengatakan bahwa Program PTSL ini dikatakan sistematis lengkap lantaran pemohon selain mendapatkan patok yang akan digunakan sebagai batas, juga harus memfotocopy berkas - berkas dengan lengkap, kemudian melengkapi materai dan mempersiapkan foto copy berkas C desa secara lengkap pula.

"Oleh karena itu, kami memohon bantuan para Kepala Desa, agar program PTSL untuk masyarakat ini dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Selain itu, kepala desa juga diharapakan dapat menyiapkan data - data yuridis", pinta Yoyok.

Selain itu, lanjut Yoyok, program PTSL ini memang diperuntukkan untuk pengurusan sertifikat untuk yang pertama kali.

"Karena sifatnya yang pertama kali, jadi untuk mengurus balik nama, pecah sertifikat dan lain - lain pun tidak bisa. Pertama kali yaitu berasal dari C desa ataupun tanah - tanah bengkok pun bisa", imbuhnya. (bp/ dok. humas)