Monday, May 27, 2019

Tahun Depan, Jalan Lingkar Jollong Bakal Segera Dibangun


Tahun Depan, Jalan Lingkar Jollong Bakal Segera Dibangun
Tahun Depan, Jalan Lingkar Jollong Bakal Segera Dibangun




KAAPnews.com - Pati, Bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono dan seluruh pimpinan OPD, Bupati Haryanto melaksanakan tarawih keliling putaran ke-18 di Masjid Al-Karomah Desa Pohgading Kecamatan Gembong. (26/ 05).





Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa lebaran tinggal beberapa hari lagi dan direncanakan tanggal 30 dan tanggal 1 nanti Pemkab sudah menjemput pemudik warga Pati yang mudik ke Pati.





"Dan jumlahnya banyak sekali. Dari Pemda saja kami menyediakan 10 bus untuk menjemput pemudik", imbuhnya.





Selain itu, Bupati juga kembali mengingatkan agar warga Pati jangan sampai termakan berita hoax.





"Lebih baik kita sama-sama mendukung program-program pemerintah. Dan kita datang ke sini juga dalam rangka menangkap aspirasi langsung dari masyarakat. Sepanjang saya bisa dan sesuai prosedur akan saya respon", ujar Haryanto.





Sementara itu, Haji Rusdi selaku perwakilan takmir masjid menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bupati dan segenap jajarannya.





"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati atas bantuan yang di berikan untuk masjid ini", tutur Rusdi.





Ia pun menyampaikan bahwa jalan menuju wisata jolong sekitar 5 kilometer dan jalan menuju wisata jeruk pamelo yang kurang bagus, agar dapat dibenahi agar akses jalan menuju wisata tersebut menjadi baik dan menarik bagi wisatawan.





Terkait jalan yang dikeluhkan Rusdi, Bupati langsung menanggapi.





"Nanti akan dibangun semacam jalan lingkar untuk wisata di Jollong sejauh kurang lebih 5 km dan kami sudah ijin dengan Administratur (ADM) Perhutani karena itu termasuk jalan Perhutani", tutur Bupati.





Lebih lanjut Haryanto menjelaskan bahwa jalan lingkar yang akan dibangun tahun 2020 tersebut ialah semacam jalan masuk dan keluar dari tempat wisata Jollong yang fungsinya agar jalan masuk dan keluar tidak sama dan lebih lancar.





"Terakhir, karena kini kita sudah ada di 10 hari terakhir Ramadhan, marilah kita tingkatkan ibadah kita semoga puasa dan ibadah kita diridhoi Allah dan amalan kita diterima oleh Allah SWT", pungkasnya. (kp).


Beat vs Truk Dump di Dukuhseti, Dua Nyawa Melayang



Beat vs Truk Dump di Dukuhseti, Dua Nyawa Melayang

KAAPNEWS.COM - Dukuhseti, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dump truk nopol K 1861 Al vs Honda Beat Nopol K 2888 IG, terjadi di jalan Puncel – Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Minggu (26/5/2019). Akibatnya, dua pengendara Honda Beat langsung tewas di tempat.

Korban diketahui bernama Rudi Irawan (18) dan Yusuf Muhammad. Keduanya merupakan warga Desa Bancak, Kecamatan Gunungwungkal, Pati.

Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo mengatakan, dump truk yang dikemudikan oleh Tri Atmojo (29) warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti itu melaju dari arah utara ke selatan di jalan Puncel-Wedusan.

Sesampai di jalan Puncel – Wedusan, melaju sepeda motor Honda Beat dari arah selatan. Dua kendaraan itu langsung terlibat kecelakaan, hingga mengakibatkan dua pengendara penumpang sepeda motor langsung meninggal dunia.

“Terjadinya laka lantas akibat kekurang hati-hatian antara pangendara Honda Beat dan pengendara mobil dump truk,” tandasnya. (kp).

Beat vs Truk Dump di Dukuhseti, Dua Nyawa Melayang



Beat vs Truk Dump di Dukuhseti, Dua Nyawa Melayang

KAAPNEWS.COM - Dukuhseti, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dump truk nopol K 1861 Al vs Honda Beat Nopol K 2888 IG, terjadi di jalan Puncel – Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Minggu (26/5/2019). Akibatnya, dua pengendara Honda Beat langsung tewas di tempat.

Korban diketahui bernama Rudi Irawan (18) dan Yusuf Muhammad. Keduanya merupakan warga Desa Bancak, Kecamatan Gunungwungkal, Pati.

Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo mengatakan, dump truk yang dikemudikan oleh Tri Atmojo (29) warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti itu melaju dari arah utara ke selatan di jalan Puncel-Wedusan.

Sesampai di jalan Puncel – Wedusan, melaju sepeda motor Honda Beat dari arah selatan. Dua kendaraan itu langsung terlibat kecelakaan, hingga mengakibatkan dua pengendara penumpang sepeda motor langsung meninggal dunia.

“Terjadinya laka lantas akibat kekurang hati-hatian antara pangendara Honda Beat dan pengendara mobil dump truk,” tandasnya. (kp).

Beat vs Truk Dump di Dukuhseti, Dua Nyawa Melayang



Beat vs Truk Dump di Dukuhseti, Dua Nyawa Melayang

KAAPNEWS.COM - Dukuhseti, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dump truk nopol K 1861 Al vs Honda Beat Nopol K 2888 IG, terjadi di jalan Puncel – Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Minggu (26/5/2019). Akibatnya, dua pengendara Honda Beat langsung tewas di tempat.

Korban diketahui bernama Rudi Irawan (18) dan Yusuf Muhammad. Keduanya merupakan warga Desa Bancak, Kecamatan Gunungwungkal, Pati.

Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo mengatakan, dump truk yang dikemudikan oleh Tri Atmojo (29) warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti itu melaju dari arah utara ke selatan di jalan Puncel-Wedusan.

Sesampai di jalan Puncel – Wedusan, melaju sepeda motor Honda Beat dari arah selatan. Dua kendaraan itu langsung terlibat kecelakaan, hingga mengakibatkan dua pengendara penumpang sepeda motor langsung meninggal dunia.

“Terjadinya laka lantas akibat kekurang hati-hatian antara pangendara Honda Beat dan pengendara mobil dump truk,” tandasnya. (kp).

Beat vs Truk Dump di Dukuhseti, Dua Nyawa Melayang



Beat vs Truk Dump di Dukuhseti, Dua Nyawa Melayang

KAAPNEWS.COM - Dukuhseti, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dump truk nopol K 1861 Al vs Honda Beat Nopol K 2888 IG, terjadi di jalan Puncel – Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Minggu (26/5/2019). Akibatnya, dua pengendara Honda Beat langsung tewas di tempat.

Korban diketahui bernama Rudi Irawan (18) dan Yusuf Muhammad. Keduanya merupakan warga Desa Bancak, Kecamatan Gunungwungkal, Pati.

Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo mengatakan, dump truk yang dikemudikan oleh Tri Atmojo (29) warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti itu melaju dari arah utara ke selatan di jalan Puncel-Wedusan.

Sesampai di jalan Puncel – Wedusan, melaju sepeda motor Honda Beat dari arah selatan. Dua kendaraan itu langsung terlibat kecelakaan, hingga mengakibatkan dua pengendara penumpang sepeda motor langsung meninggal dunia.

“Terjadinya laka lantas akibat kekurang hati-hatian antara pangendara Honda Beat dan pengendara mobil dump truk,” tandasnya. (kp).

Monday, May 20, 2019

Gudang Penggilingan Padi di Kayen, Kembali Jadi Incaran Maling



Gudang Penggilingan Padi di Kayen, Kembali Jadi Incaran Maling

KAAPNEWS.COM - Kayen, Tindak pidana pencurian dengan pemberatan yakni Pembobolan gudang Penggilingan padi terjadi di Desa Boloagung Kecamatan Kayen Kabupaten Pati.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Kayen AKP Tejo Pramono mengungkapkan, peristiwa itu diketahui pada hari Minggu tanggal 19 Mei 2019, sekitar pukul 10.30 Wib.

Kronologis kejadian, lanjutnya, sekitar pukul 10.30 Wib, saat korban bersama saksi 1 akan menggiling padi di tempat penggilingan padi miliknya, sesampainya di tempat gudang tersebut korban melihat pintu gudang sudah dalam keadaan tidak terkunci/rusak, selanjutnya korban dan saksi 1 (satu) berusaha mengecek barang-barang miliknya yang berada di dalam gudang.

"Setelah dilakukan pengecekan, benar bahwa beras miliknya dengan jumlah 21 (dua puluh satu) sak yang per sak masing-masing berisi 60 Kg atau 1,26 ton sudah tidak ada atau diambil orang, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Kemudian korban melapor ke Polsek Kayen guna di proses lebih lanjut," jelas Kapolsek. (kp).

Sunday, May 19, 2019

Berperan Aktif, Bupati Pati Haryanto Apresiasi KAAP


Berperan Aktif, Bupati Pati Haryanto Apresiasi KAAP

KAAPNEWS.COM - PATI, Bupati Pati Haryanto bersama Komunitas Anak Asli Pati kemarin menggelar kegiatan bagi - bagi takjil dan bantuan keuangan. (17/05). Bertempat di pusat kuliner Pati dan TPK Puri,

Usai berbagi takjil di TPK, acara dilanjutkan dengan kegiatan berbuka puasa di Pusat Kuliner Pati.

"Kami bersama dengan para pimpinan OPD memang sengaja mengadakan buka bersama, semua itu tak lain untuk meramaikan Pusat kuliner ini", ujar Bupati.

Ia pun mengaku bahwa pihaknya tak hanya sekali ini saja meramaikan pusat kuliner, akan tetapi sudah untuk yang ke sekian kalinya.

Dalam kesempatan itu, Haryanto menyampaikan juga bahwa KAAP sebelumnya telah membantu masyarakat Pati yang mendapat musibah.

Warga tersebut bernama Embun Bening Dewantari yang mengalami penggumpalan cairan nanah di otak.

"Dulu pengurus KAAP ini, mas Sugeng pernah bertemu dengan saya. Kemudian menyampaikan ingin menyerahkan hasil penggalangan dana guna membantu dek Bening. Alhamdulillah dengan viral nya Dek Bening ini di media sosial, banyak pihak yang berempati dan turut membantu", ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut Haryanto, Bening memang membutuhkan penanganan khusus sehingga langsung dirujuk ke Semarang.

Namun, karena yang bersangkutan ini belum memiliki BPJS, maka terpaksa harus kembali ke Pati terlebih dahulu. Dan hal ini lah yang sempat ramai di media sosial.

"Saya bersama pak Wakil ini memang berharap bahwa masyarakat dapat menggunakan media sosial untuk sesuatu yang positif bagi Kabupaten Pati. Misalnya, mengangkat TPK Perhutani yang saat ini telah menjadi Pusat Kuliner dan belum banyak masyarakat tahu, terlebih dari luar kota", himbaunya.

Terkait Bening, Haryanto menegaskan, pihaknya telah membantu proses penanganan Bening khususnya dalam mengurus BPJS.

"Ini merupakan wujud perhatian pemerintah, bukan karena viral di media sosial baru diperhatikan. Sebab rata - rata masyarakat, mengurus BPJS ketika benar - benar butuh dengan proses singkat, padahal baru bisa online setelah 14 hari pendaftaran", imbuhnya.

Butuh tidak butuh, lanjutnya, baik yang mandiri maupun yang ditanggung pemerintah, Bupati berharap agar masyarakat mau mengurus BPJS.

Hal ini disampaikan Bupati lantaran di tahun 2019 ini, tingkat partisipasi masyarakat dalam keikutsertaan BPJS ada di angka 95%.

"Jadi saya mohon kepada mas Sugeng selaku pengelola KAAP maupun pegiat - pegiat yang lain, agar membantu mengangkat sisi positif kabupaten Pati, bukan malah sisi negatifnya", harapnya. (kp/ hms).

Saturday, May 18, 2019

Diekspor, Produk Ayam Asal Pati Rambah Benua Afrika


Diekspor, Produk Ayam Asal Pati Rambah Benua Afrika

KAAPNEWS.COM - Juwana, Bupati Pati Haryanto beserta Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menghadiri seremoni Ekspor Perdana PT Samaco Karkasindo Utama (PT Samaco), Jumat, 17 Mei 2019.

PT Samaco yang beralamat di Desa Bendar, Kecamatan Juwana merupakan produsen karkas ayam (daging dan tulang ayam tanpa kepala, kaki, dan jeroan). Untuk kali pertama, PT Samaco akan mengekspor produknya ke Republik Benin, Afrika Barat.

Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya berterima kasih dan mengungkapkan apresiasi kepada Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang merupakan investor di PT Samaco.

"Saya berterima kasih kepada Pak Wakil Bupati yang bisa mengakomodasi tenaga kerja asal Pati dan membawa nama baik Kabupaten Pati melalui PT Samaco ini," ungkapnya.

Haryanto mengaku bersyukur, pada bulan Ramadhan, ada anak bangsa di Kabupaten Pati yang berhasil menembus pasar ekspor komoditas pangan. Terlebih seremoninya dilaksanakan pada hari baik, yakni Jumat.

"Ini merupakan capaian yang baik. Sebab, tidak semua produsen bisa menembus pasar ekspor, terlebih dalam komoditas pangan. Biasanya kita malah impor," katanya.

Haryanto berharap, kualitas produk yang dihasilkan PT Samaco dapat dipertahankan, sehingga bisa ekspornya bisa berkembang ke negara-negara lain. Ia juga berharap, PT Samaco dapat terus memberi manfaat pada masyarakat Pati, karyawan-karyawati, dan pihak manajemen.

Sementara itu, Direktur Utama PT Samaco Alvis Syahrani mengatakan, selama ini Republik Benin mengimpor karkas ayam dari Brazil. Namun, PT Samaco bisa menawarkan karkas berspesifikasi sama dengan harga lebih murah, sehingga bisa terkoneksi dengan pasar Benin.

"Awalnya, vendor yang bekerjasama dengan kami melakukan pendekatan-pendekatan, sehingga terkoneksi dengan pembeli yang ada di sana," ucapnya.

Alvis menambahkan, berdasarkan informasi yang ia dapat dari Balai Besar Karantina Hewan Tanjung Perak, di Jawa Tengah dan Jawa Timur, PT Samaco adalah perusahaan pertama yang mengekspor karkas ayam.

"Dari informasi Balai Besar Karantina yang ada di Surabaya, selama ini belum ada ekspor ke luar negeri melalui Tanjung Perak," ucapnya.

Pada ekspor perdana ini, PT Samaco mengirimkan 50 ton karkas (whole chicken). Sedangkan target kapasitas ekspor PT Samaco ialah 600 ton per bulan.

"Harapan kami, akan ada kelanjutan ekspor ke negara lain di sekitar Benin, mungkin di Togo dan Ghana. Target ekspor 600 ton akan kami upayakan realisasinya secara bertahap," ungkapnya.

Alvis menambahkan, untuk kebutuhan pasar dalam negeri, PT Samaco memproduksi antara 400 sampai 500 ton karkas ayam per bulan. Termasuk di dalamnya ialah produksi daging ayam marinasi (daging ayam yang direndam dalam cairan berbumbu) untuk memenuhi kebutuhan restoran-restoran dalam negeri.

"Kebutuhan pasar lokal sebetulnya di atas 1.000 ton. Nanti setelah kami melakukan perluasan pabrik, mudah-mudahan kami bisa produksi dalam kapasitas tersebut," ungkapnya.

Seremoni ekspor perdana ini dihadiri pula oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Pati dan tim dari Balai Besar Karantina Hewan Tanjung Perak. (KP).

Wednesday, May 15, 2019

Kolaborasi Pemkab Pati, Baznas dan Noto Projo Society Wujudkan Rumah Impian Bu Kasmijah


Kolaborasi Pemkab Pati, Baznas dan Noto Projo Society Wujudkan Rumah Impian Bu Kasmijah

KAAPNEWS.COM - PATI, Bupati Pati Haryanto didampingi oleh Camat dan Muspika Sukolilo, berkunjung ke salah satu rumah warga yang terletak di Dukuh Pesanggrahan Desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo, Selasa (14/5/2019).

Kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan bantuan bedah rumah Ibu Kasmijah yang beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial disebabkan kondisi rumah yang sudah tidak layak huni lagi.

Selain itu, terlaksananya bedah rumah ini juga atas perhatian segenap warga yang tergabung dalam Noto Projo Society, Baznas Kabupaten Pati dan bantuan dari Bupati Pati.

Bupati Pati Haryanto dalam penyerahan tersebut menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian mulai dari Pemerintah Daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati serta para relawan.

"Dengan bantuan ini, bu Kasmijah sudah tidak perlu khawatir lagi akan tinggal dimana. Ini juga atas perhatian dan bantuan dari grup Noto Projo yang mungkin saat ini sebagai grup yang paling aktif", ungkapnya.

Selain itu, Haryanto menyebut bahwa setiap tahun, pemerintah daerah mendapat bantuan yang bersumber dari APBD, APBD Provinsi serta pemerintah pusat guna membantu masyarakat yang membutuhkan layaknya Ibu Kasmijah.

"Dari anggaran tersebut, nanti kita satukan untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga dengan bantuan ini, Bu Kasmijah dapat tidur dengan tenang", harapnya.

Sementara itu, Bu Kasmijah mengaku senang atas bantuan bedah rumah yang telah didapatnya. Sebab selama ini, dirinya selalu khawatir tinggal di dalam rumah yang benar - benar sudah tidak layak huni tersebut.

"Kulo nggih seneng, amargi pikantuk bantuan niki. Sakderengipun nggih griyane kulo mboten layak, ajeng ambruk, kados rempeyek. (Saya ya senang, karena mendapat bantuan ini. Sebelumnya, rumah saya memang tidak layak, hampir ambruk, seperti rempeyek)", ungkapnya dengan senang.

Ibu Kasmijah mengaku berterima kasih kepada segenap pihak yang telah peduli dan perhatian kepadanya khususnya kepada Bupati Pati maupun pemerintah daerah.

"Maturnuwun sanget ingkang sampung maringi bantuan niki khususipun Bapak Bupati Haryanto. (Terima kasih banyak yang telah memberikan bantuan ini khususnya yaitu Bapak Bupati Haryanto)", ungkapnya. (kp).

Kolaborasi Pemkab Pati, Baznas dan Noto Projo Society Wujudkan Rumah Impian Bu Kasmijah


Kolaborasi Pemkab Pati, Baznas dan Noto Projo Society Wujudkan Rumah Impian Bu Kasmijah

KAAPNEWS.COM - PATI, Bupati Pati Haryanto didampingi oleh Camat dan Muspika Sukolilo, berkunjung ke salah satu rumah warga yang terletak di Dukuh Pesanggrahan Desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo, Selasa (14/5/2019).

Kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan bantuan bedah rumah Ibu Kasmijah yang beberapa waktu lalu sempat viral di media sosial disebabkan kondisi rumah yang sudah tidak layak huni lagi.

Selain itu, terlaksananya bedah rumah ini juga atas perhatian segenap warga yang tergabung dalam Noto Projo Society, Baznas Kabupaten Pati dan bantuan dari Bupati Pati.

Bupati Pati Haryanto dalam penyerahan tersebut menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian mulai dari Pemerintah Daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pati serta para relawan.

"Dengan bantuan ini, bu Kasmijah sudah tidak perlu khawatir lagi akan tinggal dimana. Ini juga atas perhatian dan bantuan dari grup Noto Projo yang mungkin saat ini sebagai grup yang paling aktif", ungkapnya.

Selain itu, Haryanto menyebut bahwa setiap tahun, pemerintah daerah mendapat bantuan yang bersumber dari APBD, APBD Provinsi serta pemerintah pusat guna membantu masyarakat yang membutuhkan layaknya Ibu Kasmijah.

"Dari anggaran tersebut, nanti kita satukan untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga dengan bantuan ini, Bu Kasmijah dapat tidur dengan tenang", harapnya.

Sementara itu, Bu Kasmijah mengaku senang atas bantuan bedah rumah yang telah didapatnya. Sebab selama ini, dirinya selalu khawatir tinggal di dalam rumah yang benar - benar sudah tidak layak huni tersebut.

"Kulo nggih seneng, amargi pikantuk bantuan niki. Sakderengipun nggih griyane kulo mboten layak, ajeng ambruk, kados rempeyek. (Saya ya senang, karena mendapat bantuan ini. Sebelumnya, rumah saya memang tidak layak, hampir ambruk, seperti rempeyek)", ungkapnya dengan senang.

Ibu Kasmijah mengaku berterima kasih kepada segenap pihak yang telah peduli dan perhatian kepadanya khususnya kepada Bupati Pati maupun pemerintah daerah.

"Maturnuwun sanget ingkang sampung maringi bantuan niki khususipun Bapak Bupati Haryanto. (Terima kasih banyak yang telah memberikan bantuan ini khususnya yaitu Bapak Bupati Haryanto)", ungkapnya. (kp).

Saturday, May 11, 2019

Berharap Akuntabilitas Kinerja Instansi Naik Kelas, Bupati Minta OPD Studi Banding ke Daerah ini


Berharap Akuntabilitas Kinerja Instansi Naik Kelas, Bupati Minta OPD Studi Banding ke Daerah ini

KAAPNEWS.COM - PATI, Jumat (10/5/2019), dilaksanakan rapat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP), yang bertempat di ruang Pragolo Setda Pati. Sakip, merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan.

Bupati Pati Haryanto dalam arahannya mengatakan bahwa, apabila terkait dengan pelaksanaan program, sudah terlaksana dengan baik. Namun yang masih kurang maksimal dan perlu pembenahan adalah yang berkaitan dengan laporan atau administrasi.

"Coba saja itu, seperti LPPD, LKPJ, LKJIP dan lain - lain, kalau tidak kita pacu pasti belum bisa terlaksana dengan baik. Yang berkaitan dengan administrasi, apabila kita tidak betul - betul mendalami maka tidak akan berjalan", ujarnya.

Haryanto menegaskan, bahwa pihaknya beberapa waktu yang lalu mendapat fasilitas pendalaman tentang administrasi di Surakarta. Dan saat ini, merupakan waktu untuk tindak lanjut untuk meningkatkan status / nilai / kelas.
"Indikator penilaian sistem kinerja pemerintah sangatlah banyak, bagaimana kita berupaya agar kelas atau nilai yang kita dapatkan sekarang bisa naik," imbuhnya.

Bupati mengungkapkan, saat ini Pemkab Pati sudah ditunjang dengan indikator indikator pendukung penilaian sistem kinerja pemerintah yang sudah sebagian dilaksanakan. Sehingga tidak perlu banyak pembenahan dalam upaya menaikan nilai atau kelas. Karena beberapa indikator pendukung penilaian sudah dilaksanakan seperti E-retribusi, e-pajak, dan sejenisnya.

Menurut Haryanto, studi banding perlu dilaksanakan ke daerah - daerah lain yang sudah baik atau berhasil dengan status A atau AA. Dengan studi banding tersebut, harapannya dapat mengetahui kekurangan kemudian memperbaiki dan menyempurnakan.

"Kalau daerah lain bisa, kenapa kita tidak. Jika kita melihat daerah - daerah pinggiran, itu malah justru ada yang sudah A, BB. Kalau di lingkup Jawa Tengah, yang sudah baik itu DIY, Bantul. Jadi kalau kita studi banding tidak perlu ke luar Jawa, namun cukup di Bantul, Yogyakarta", tegasnya.

Selain itu, lanjut Bupati, dengan adanya kegiatan studi banding ke luar daerah, tujuannya adalah untuk memacu. Sebab untuk naik dari B ke BB, paling tidak 75% OPD.
"Terkait SDM kita pun sama dengan daerah lain, tapi kenapa kita tidak bisa? Jadi kan itu memang tergantung dari daerahnya. Kalau kita tetap berusaha semaksimal mungkin mencapai A", pungkasnya.

Tak lupa Bupati menegaskan, jika semua indikator penilaian baik maka semua OPD yang akan merasakan. Tidak hanya dalam tataran fisik tetapi dalam tataran administrasi juga baik pasti tidak akan terjadi masalah.

Pada rapat ini juga sekaligus menjadi momen launching aplikasi e-OML (Organizational Maturity Level). Sebuah aplikasi yang digunakan untuk mengukur tingkat kematangan perangkat daerah di tingkat OPD berbasis elektronik. Dari hasil penghitungan awal akan diumumkan ada tiga juara dari versi Permendagri No 99 dan tiga juara berdasarkan Permenpan Nomor 20 2018. Bupati menambahkan hasil ini masih bersifat awal, untuk memacu OPD lain agar para OPD lain untuk berinovasi lebih baik lagi. (kp).

Thursday, May 9, 2019

Safari Ramadhan Perdana, Bupati Pati Tarawih di Sukolilo


Safari Ramadhan Perdana, Bupati Pati Tarawih di Sukolilo

KAAPNEWS.COM - Sukolilo, Menyemarakkan syiar Islam di bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pati melaksanakan safari ramadhan dengan agenda melakukan kunjungan dan silaturahim ke masjid-masjid yang ada di berbagai desa.

Pada Selasa malam (7/5) mushola Nurul Hikmah yang ada dukuh Sanggrahan desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo, menjadi kunjungan perdana bagi rombongan safari ramadhan. Pada kunjungan kali ini, dihadiri oleh Bupati Pati, Wakil Bupati, Sekda, jajaran Kemenag, Kepala OPD, para asisten, Para Kabag Setda Pati, camat Sukolilo, Kapolsek dan Danramil Sukolilo.

Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa safari ramadhan merupakan agenda rutin tahunan, yang berlangsung setiap bulan suci Ramadhan. Program pemerintah ini bertujuan untuk menyemarakkan dan mengagungkan Ramadhan sebagai bulan penuh berkah, rahmat dan magfirah di berbagai penjuru Kabupaten Pati.
"Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, rahmat dan magfirah harus diisi dengan ibadah dan kegiatan bermanfaat," ucap Bupati.

Ia menambahkan bahwa tujuan safari Ramadhan untuk melihat, memantau pelaksanaan Ramadhan di daerah-daerah agar meningkatkan ketaqwaan umat Islam kepada Allah SWT. Selain itu melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat menyambung tali silaturrahmi antara pejabat dengan masyarakat.

Bupati berpesan agar seluruh masyarakat bisa menyengkuyung terhadap kebersamaan pembangunan yang ada di Pemerintah desa dan Pemkab. "Karena asal usul agar bisa terjalin pemerintahan yang kuat yaitu guyub rukun. Tanpa ada sengkuyung oleh warga masyarakat kita tidak bisa apa-apa," jelas Haryanto.

Lebih lanjut Bupari menjelaskan, Saat ini desa memiliki program-program pembangunan yang dibiayai oleh Dana Desa maupun ADD. Sedangkan pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memperhatikan terhadap pembangunan-pembangunan tempat ibadah.

"Jadi bantuan mushola itu nanti lewatnya kepala desa dan nanti bisa dipertanggungjawabkan oleh panitia pembangunan. Untuk besaran bantuan tiap mushola itu maksimal 20 juta dan Masjid maksimal 50 juta," tutup Bupati. (kp/ hms).