Thursday, May 28, 2020

6.605 KK di Pati Tak Dapat Disalurkan Bantuan Sosial Tunai, Ini Alasannya



PATI, KAAPNEWS.COM

Bupati Pati Haryanto menyinggung tentang pencairan bantuan sosial untuk masyarakat. Ia memberikan pemahaman pada  camat dan kades terkait mekanisme pemberian bansos agar tidak menjadi kecemburuan antar warga. 

Hal itu, disampaikan Bupati saat mengadakan halal bihalal secara virtual dengan aplikasi Zoom di ruang Pati Command Center (PCC) Setda Pati, Rabu (27/5). 

Bupati mengungkapkan persoalan mendasar dalam penyaluran bantuan. Diantaranya bantuan sosial tunai (BST) yang didistribusikan lewat Kantor Pos. Ia mengatakan Kabupaten Pati mendapatkan kuota 25.000 KK. Namun sampai ini Kepala Kantor Pos menginformasikan perkembangan realisasi sebanyak 17.221 KK. 

"Sementara 6.605 KK tidak bisa disalurkan karena ada yang pindah rumah maupun meninggal," terangnya.

Bupati pun meminta Kepala Dinsos agar segera berkoordinasi dengan Kantor Pos untuk validasi data 6.605 KK. Ia menekankan pemberian bantuan sosial tidak tumpang tindih. 

Sedangkan untuk penerima bantuan yang sudah pindah atau meninggal dunia, Bupati mengimbau Disdukcapil untuk sinkronisasi data.

"Oleh karena itu kades dan camat, Kepala Dispermades harus membantu fasilitasi data, agar bantuan ini tepat sasaran. Jangan sampai ada nuansa politis, karena awal tahun 2021 ada Pilkades," imbuh Bupati. 

Bupati juga menyampaikan terima kasih atas peran serta Kepala OPD, Pramuka, Tagana, PMI dan para relawan yang khusus ditugaskan menangani distribusi bantuan sembako. 

Sedangkan untuk Kepala Puskesmas, Bupati berharap kebutuhan APD tidak menjadi kendala. 

"Kemarin Wakil Bupati sudah mendroping ke 29 puskesmas memberikan bantuan APD. Untuk para tenaga medis yang kurang silakan bisa usul," ungkap Bupati. 

Pihaknya pun meminta Kades untuk menggalakkan gerakan memakai masker dan cuci tangan pakai sabun untuk mencegah penularan Covid-19. "Jadi Pak kades menggerakkan warganya untuk memakai masker dan Kepala OPD menggerakkan masing-masing bidang untuk memakai masker agar memutus mata rantai Covid-19," tambah Bupati. 

Bupati juga sempat menyinggung hasil rapid test di tiga pusat perbelanjaan, yaitu di Swalayan ada 42 sampel, Luwes 51 sampel dan Surya Baru 25 sampel. 

"Hasilnya semua negatif. Ini membuktikan bahwa cukup baik kalau tidak terkontaminasi dengan warga dari luar daerah dan kita cukup terkendali," tegasnya. 

Ia meminta masyarakat tetap waspada dengan grafik Covid-19 saat ini. "Mudah-mudahan bisa mempertahankan nanti bisa tertangani dengan baik," pungkas Bupati.

(prk/ kn)

6.605 KK di Pati Tak Dapat Disalurkan Bantuan Sosial Tunai, Ini Alasannya

Prajurit Kodim Pati dan Dinas Jawatan ikuti tes kesamaptaan jasmani



Kodim Pati- Memiliki fisik yang prima serta konduite yang baik merupakan modal dasar yang harus dimiliki setiap prajurit TNI AD sebagai persyaratan penunjang kenaikan pangkat. Ini juga berlaku bagi para prajurit TNI AD yang sudah berdinas di kesatuan teritorial seperti di Kodim 0718/Pati dan Dinas Jawatan TNI AD di wilayah Kabupaten Pati.

Untuk mengetahui kemampuan serta ketahanan fisik para prajurit selama pembinaan yang dilakukan dalam kurun waktu 6 bulan. Kodim 0718/Pati menyelenggarakan kegiatan tes kesamaptaan Jasmani Periodik I Ta. 2020 yang telah digelar selama dua hari yakni mulai hari Rabu (27/5) dan hari Kamis, (28/5/2020).

Kesamaptaan periodik ini diperuntukkan bagi seluruh prajurit Kodim Pati dan Dinas Jawatan TNI AD yang berada di Kabupaten Pati sekaligus bagi prajurit yang diusulkan naik pangkat (UKP) periode 01 Oktober 2020.

Sebanyak 507 personel Prajurit terdiri dari Perwira, Bintara dan Tamtama telah mengikuti kesamaptaan periodik tersebut, sedangkan personel yang mengikuti tes kesamaptaan untuk Usul Kenaikan Pangkat (UKP) sebanyak 49 orang yang terdiri dari 45 orang anggota Kodim Pati dan 4 personel anggota Dinas Jawatan TNI AD.

Kapten Arh Dian Dwi Putra Perwira seksi Personel Kodim 0718/Pati sebagai Komandan Latihan dalam arahannya hari rabu (27/5) kemarin menyampaikan bahwa tes kesamaptaan jasmani periode I Ta.2020 ini dilaksanakan selama dua hari. Kesamaptaan Jasmani ini merupakan kegiatan periodik yang secara rutin digelar selama kurun waktu enam bulan sekali untuk memelihara kemampuan jasmani personel kodim 0718/Pati,  sekaligus bagi prajurit yang diusulkan kenaikan pangkat (UKP) periode 01 Oktober 2020.

"Kepada rekan-rekan prajurit yang akan mengikuti tes Kesamaptaan dalam rangka UKP maupun periodik I tahun 2020, saya berharap laksanakan kegiatan ini dengan penuh semangat namun jangan lupa jaga faktor keamanan, dan bagi personel yang mempunyai keluhan mengenai kesehatan dapat berkonsultasi kepada petugas kesehatan lapangan agar diadakan pemeriksaan lebih lanjut "

"Saya mengingatkan, bagi personel yang diusulkan naik pangkat, selain konduite yang baik, hasil dari tes kesamaptaan dan ketangkasan renang merupakan syarat mutlak yang harus dicapai dengan standar lulus minimum (Passing grade) nilai 51,"kata Dian.

Sementara itu dalam evaluasi pelaksanaan kesemaptaan periode I dan UKP yang dilaksanakan selama dua hari, kapten Arh Dian menyampaikan bahwa secara keseluruhan berjalan dengan baik, aman dan lancar,  "Terima kasih kepada para pendukung dan peserta atas kinerjanya dalam penyelenggaraan tes kesamaptaan jasmani kritik saran yang membangun kami perlukan guna lebih sempurnannya kegiatan kesamaptaan yang akan datang".(Snpt/Pendim)

Wednesday, May 27, 2020

Halal Bihalal Online, Bupati Pati Ajak Mawas Diri

Halal Bihalal Online, Bupati Pati Ajak Mawas Diri

PATI, KAAPNEWS.COM - Halal Bihalal antara Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekda Pati Suharyono, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, serta perwakilan Kades di Kabupaten Pati, digelar secara daring di ruang Pati Command Center. Rabu, 27 Mei 2020.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa momentum Hari Raya Idul Fitri ini, hendaknya digunakan untuk mawas diri sehingga tidak timbul perasaan benar melainkan merasa bahwa dalam diri masih memiliki kesalahan maupun kekhilafan.

"Kita ini tidak sempurna dan banyak kekurangan. Karena itu, harus mawas diri, sehingga kita dapat memperbaiki kekurangan kita," ungkapnya.

Selama pandemi, lanjut Bupati, pihaknya memang jarang bertemu dengan jajarannya di lapangan.

Dan selama itu pula, menurutnya, banyak persoalan-persoalan yang muncul.

Pihaknya menegaskan, dari persoalan yang muncul itu, ada yang langsung dapat diselesaikan, ada pula yang memang membutuhkan proses.

Dan persoalan yang paling banyak menurut Bupati, adalah terkait penyaluran bantuan.

"Selain itu dalam kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada para kepala dinas yang mendapat tugas memonitor desa dalam pandemi ini. Terima kasih juga kepada Camat maupun Kades yang telah berperan dalam penanganan pencegahan Covid-19," ujar Haryanto.

Lebih lanjut Bupati menuturkan bahwa dari hari ke hari angka Covid-19 mengalami penurunan. Namun demikian, menurut Haryanto, penurunan ini bukan untuk dirayakan, namun masyarakat justru dituntut untuk tetap berhati-hati. 

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengakui bahwa selama masa pandemi, pihaknya merasa terbantu dengan tempat karantina yang disediakan oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin). 

"Tidak sedikit Orang Tanpa Gejala (OTG) yang keluar dari masa isolasi dengan kondisi sembuh dan negatif Covid-19. Kita pahami, bahwa begitu ada warga yang hasil rapid test-nya reaktif, ya harus isolasi. Sebab acuannya bukan rapid tes, melainkan hasil swab," imbuh Haryanto.

Bupati Pati juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak menyelenggarakan takbir keliling.

"Begitu juga dengan penyelenggaraan Shalat Idul Fitri yang sebagian besar masjid tidak menyelenggarakan. Meskipun ada sebagian kecil yang masih menyelenggarakannya," lanjut Bupati. 

Kepada para Camat dan Kades, Bupati berpesan agar mereka tetap mewaspadai pemudik yang jumlahnya mencapai 20 ribu lebih.

"Sebab meraka berasal dari luar daerah. Lebih - lebih yang dari luar negeri, yaitu pegawai migran Indonesia. Camat saya minta agar dapat berkoordinasi dengan Puskesmas maupun Kepala Dinas Kesehatan. Mereka yang dari Malaysia, Kuala Lumpur, Italia, Amerika, dan Jepang itu, agar dipantau, dan setelah satu minggu agar dapat dilakukan rapid tes," sambung Bupati.

Meskipun sebelumnya telah dilakukan rapid tes, namun langkah tersebut tetap diambil untuk meyakinkan bahwa mereka menjadi pantauan. 

"Sebab di Jawa Tengah, migran yang terbanyak ialah dari Kabupaten Pati. Dan migran dari Kabupaten Pati ini juga penyumbang devisa yang banyak bagi negara," tandas orang nomor satu di Pati ini. (KP/PRK)

Sunday, May 17, 2020

Menjelang Hari Raya IDUL FITRI, ini yang dilakukan Yayasan Subur Makmur Sejahtera




PATI-Tidak terasa seminggu lagi Umat Islam akan merayakan hari kemenangan yang telah ditunggu-tunggu setelah sebulan lamanya menunaikan ibadah wajib Puasa bulan Ramadhan 1441 H ditengah kondisi yang serba sulit karena wabah covid-19 yang melanda.

Gerakan berbagi kepada sesama (sedekah) yang sudah dilakukan oleh berbagai pihak adalah salah satu cara yang ampuh untuk mengatasi kesulitan masyarakat yang terdampak ekonomi seperti yang dilakukan oleh salah satu yayasan yang didirikan oleh Subur Wahyudi, SST, M.Si bergerak dibidang sosial, kemanusiaan dan keagamaan.

Yayasan Subur Makmur Sejahtera berkedudukan di Kabupaten Pati ini secara resmi telah berbadan hukum yang disahkan oleh Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 22 Agustus 2019. Walaupun belum genap setahun berdiri, namun berbagai kegiatan sosial, serta sedekah untuk masyarakat yang sangat membutuhkan sering kali dilakukan oleh yayasan tersebut.

Menurut penuturan Subur Wahyudi, kegiatan sosial yang dikoordinirnya bisa berjalan lancar sampai saat ini karena adanya sokongan dana yang selalu mengalir berasal dari donatur tetap serta sumbangan perorangan dan badan usaha dari masyarakat kabupaten Pati dan luar Kabupaten Pati yang turut peduli kepada sesama.

Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan seperti pada hari ini dipusatkan di sekretariat Yayasan Subur Makmur Sejahtera di dukuh Kranggan Kidul Rt. 06/03 Kelurahan Pati Kidul Kecamatan Pati. Sebanyak 30 anak-anak Yatim Piatu serta Dhuafa mendapatkan santunan dan parcel lebaran dari yayasan Subur Makmur Sejahtera.Minggu,17/05/2020.

Membuka sambutanya, Subur Wahyudi menyampaikan bahwa ini merupakan gerakan peduli kepada sesama terutama anak Yatim Piatu serta Dhuafa dalam rangka menyambut hari Raya Idul Fitri 1441 H tahun 2020. Kegiatan serupa juga sudah sering dilakukan sebelumnya yakni setiap hari jumat yang dikemas dalam acara santunan jumat berkah.

Baca juga: Bareng-bareng Nandur Mangrove, Njogo Pesisir Pati
"Saya hanya sebagai koordinator kegiatan saja, karena ini semua adalah dari para donatur yang mempercayakan kepada Yayasan kami untuk menyalurkannya kepada yang membutuhkan,"

"Dalam situasi yang serba sulit, inilah kesempatan kita semua untuk berlomba-lomba mengumpulkan amal dengan peduli kepada anak-anak Yatim Piatu serta Dhuafa dengan cara menyisihkan sedikit rejeki untuk saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Semoga ini dapat bermanfaat serta dapat membantu,"Ucapnya.

Dia juga menghimbau serta mengajak kepada masyarakat Kabupaten Pati untuk bersedekah dan peduli kepada sesama, dan pihaknya juga bersedia menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan apabila ada donatur yang menitipkan sumbangannya kepada yayasan Subur Makmur Sejahtera.

"Insha Allah kami akan melaksanakan amanah sebaik mungkin dan kami jamin tepat sasaran kepada yang membutuhkan,"Tandasnya.

Kegiatan penyerahan santunan pagi tadi juga dihadiri oleh Forkopimcam Pati Kota yang turut menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu serta dhuafa.

Sementara itu Drs.Didik Rusdiartono Camat Pati, dalam sambutanya menyampaikan terimakasih serta apresiasi kepada Yayasan Subur Makmur Sejahtera, "Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada ketua yayasan Subur Makmur Sejahtera yang masih peduli kepada sesama ditengah situasi pandemi covid-19,"

"Semoga kegiatan ini membawa berkah terutama untuk yayasan Subur Makmur Sejahtera,"tuturnya.(Snpt)

Monday, May 11, 2020

Dandim Pati :Pada saat Idul Fitri, Silahturahmi bisa diganti dengan telepon atau video conference




Pati- Tidak terasa ibadah Puasa Ramadhan 1441 H sudah mesuk hari ke- 18. Memang terasa berbeda pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan pada tahun ini dikarenakan bertepatan dengan merebaknya wabah Covid-19 bukan hanya diseluruh Indonesia namun merata diseluruh dunia.

Hal ini tentunya banyak sekali merubah dan berpengaruh dengan adat serta pola ibadah yang dikerjakan umat Islam di Indonesia dan di wilayah Kabupaten Pati pada khususnya dalam bulan yang mulia ini.

Dimasa pandemi banyak sekali  masyarakat kita yang merasakan dampak dari merebaknya covid-19 ini. Hal yang sama juga dirasakan oleh anggota TNI serta PNS TNI AD diwilayah Kabupaten Pati, sehingga untuk memotivasi serta memberikan perhatian terhadap anggotanya, Primer Koperasi Kartika C07 Pati hari ini di Aula Suluh Bhakti Kodim Pati menyerahkan bingkisan Lebaran kepada seluruh anggotanya yang terdiri dari 571 anggota Kodim 0718 Pati dan 82 orang anggota satdisjan (Satuan Dinas Jawatan) TNI-AD wilayah Kabupaten Pati dengan jumlah total anggota koperasi Primer koperasi Kartika C07 Pati sebanyak 653 orang. Senin, 11/05/2020.

Penyerahan bingkisan secara simbolis oleh Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE selaku Pembina Primkopad C07 Pati pada tahun ini dengan total nilai 600 ribu rupiah yang terdiri dari uang tunai sebesar 300 ribu rupiah serta bingkisan terdiri dari 14 Item senilai 300 ribu rupiah.

Dalam kesempatan tersebut Dandim 0718 Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani, SE menyampaikan, "Acara ini kita laksanakan secara sederaha ditengah Pandemi covid-19, namun yang terpenting adalah kita selalu diberikan kesehatan,"

"Kegaiatan Ibadah Ramadhan tahun ini juga sangat berbeda karena banyak pembatasan yang dilakukan seperti ibadah shalat Tarawih dan shalat Idul Fitri nantinya serta  silahturahmi yang sering kita lakukan,"kata Adi.

"Adat kita biasanya bersilahturahmi dengan saling mengunjungi kerumah saudara, namun pada tahun ini untuk bersilahturahmi dapat digantikan dengan cara yang lain misalkan dengan telepon atau video conference dan jangan lupa rajin Cuci tangan serta memakai masker agar kita dapat memutus rantai penyebaran Covid-19,"Tuturnya.(Snpt.pendim)

Tuesday, May 5, 2020

Lima unit mobil Damkar dibantu TNI-Polri bersama warga padamkan kebakaran di Kajen




Pati- Warga desa Kajen Margoyoso dikagetkan dengan adanya peristiwa kebakaran yang terjadi siang tadi sekira pukul 10.15 wib di sebuah gudang tas milik H.Arifin Rt 5/ 2 warga desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Selasa,05/05/2020.

Diperkirakan sumber api berasal dari konsleting listrik sehingga merembet membakar seisi gudang tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran mencapai 800 juta rupiah.

Api baru dapat dipadamkan pada pukul 11.30 wib dengan melibatkan lima unit Mobil Pemadam kebakaran dari Kabupaten Pati, satu unit mobil Armour Water Canon (AWC) dari sat Sabhara Polres Pati yang dibantu oleh  Anggota Koramil 06/Margoyoso dan Anggota Polsek Margoyoso serta warga sekitar yang turut membantu dalam pemadaman kebakaran tersebut.(Snpt.)