Sunday, November 30, 2025

Kerukunan Terjaga, Pati Raih Peringkat 3 FKUB Terbaik se-Indonesia

Kerukunan Terjaga, Pati Raih Peringkat 3 FKUB Terbaik se-Indonesia


PATI, PATINEWSCOM

28 November 2025 - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati meraih peringkat ketiga Harmony Award 2025 di Jakarta pada Jumat (28/11). Ketua FKUB Kabupaten Pati, Ahmad Manhajussidad Shonhaji dan Bupati Pati Sudewo, kompak mengatakan bahwa prestasi ini adalah bukti kuatnya kerukunan di Pati, sekaligus menjadi tanggung jawab bersama untuk terus merawat dan menjaga toleransi dan harmoni antarumat beragama di Kabupaten Pati. Hal itu dikemukakan keduanya, hari ini, di Pendopo Kabupaten Pati.

FKUB Kabupaten Pati berhasil meraih peringkat ketiga kategori Kinerja Terbaik FKUB Kabupaten dalam ajang bergengsi Harmony Award 2025.

Penghargaan tersebut diberikan di Hotel DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran dan menjadi pencapaian penting bagi upaya menjaga harmoni antarumat beragama di Kabupaten Pati.

Ketua FKUB Kabupaten Pati, Ahmad Manhajussidad Shonhaji, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus amanah besar bagi seluruh masyarakat Pati.

Bupati Pati, Sudewo, pun turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut.

Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa Kabupaten Pati mampu menjaga stabilitas sosial dan toleransi secara berkelanjutan.

"Penghargaan ini bukan hanya milik FKUB, tetapi milik seluruh masyarakat Pati. Ini menunjukkan bahwa Pati adalah daerah yang mampu menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan mengutamakan dialog. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi kita bersama untuk terus memperkuat toleransi dan menjaga keharmonisan di Kabupaten Pati," ujar Bupati.

Lebih lanjut dikemukakan Sudewo, bahwa keberhasilan FKUB meraih peringkat ke-3 Harmony Award dalam kategori FKUB Kabupaten Terbaik merupakan sebuah prestasi yang luar biasa.

"Lebih dari itu, ini adalah tanggung jawab bagi kita semua masyarakat Kabupaten Pati untuk terus menjaga, untuk terus memagari kerukunan yang telah kita ciptakan selama ini," ujarnya.

Ia pun menegaskan pentingnya upaya bersama dalam mencegah potensi konflik.

"Jangan sampai ke depan masih ada konflik yang berbau SARA, konflik yang bernuansa antarumat beragama, hal itu sangat buruk untuk kita semua," lanjutnya.

Manhajussidad juga menekankan bahwa pengalaman FKUB Pati selama ini merupakan perjalanan panjang dalam menjalin harmoni dan sinergi dengan berbagai pihak.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari peran para pemimpin daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Pati.

Shonhaji juga menyampaikan kebanggaannya atas sambutan luar biasa dalam malam penganugerahan tersebut.

"Tadi malam dalam penyerahan Harmony Award, Kabupaten Pati mendapatkan simpati dan perhatian yang sangat mencengangkan. Alhamdulillah, dengan kekompakan, kerja sama, dan kolaborasi kami, FKUB Kabupaten Pati berhasil menorehkan sejarah baru dalam perjuangan menjaga kerukunan umat beragama," tutupnya.


#pati #jateng #fyp #virals #story #jangkauansemuaorang


PAC GP Ansor Kayen Dilantik, Bupati Sudewo Titipkan Misi Turunkan Angka Putus Sekolah

𝗣𝗔𝗖 𝗚𝗣 𝗔𝗻𝘀𝗼𝗿 𝗞𝗮𝘆𝗲𝗻 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝘂𝗱𝗲𝘄𝗼 𝗧𝗶𝘁𝗶𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗶𝘀𝗶 𝗧𝘂𝗿𝘂𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗻𝗴𝗸𝗮 𝗣𝘂𝘁𝘂𝘀 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵

KAYEN, PATINEWSCOM

Minggu, 30 November 2025 — Bupati Pati, Sudewo, menghadiri pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Kayen Masa Khidmah 2025–2028. Prosesi pelantikan yang digelar di Pendopo Kediaman Bupati Pati di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Sudewo menyampaikan selamat kepada pengurus baru sekaligus menegaskan pentingnya peran GP Ansor sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam berbagai aspek pembangunan.

"Kami Pemerintah Kabupaten Pati mengucapkan selamat atas kepengurusan baru GP Anshor Anak Cabang Kayen Masa Bhakti 2025-2028," ujarnya.

Bupati menekankan bahwa sinergi antara GP Ansor Kecamatan Kayen dan kepengurusan tingkat kabupaten sangat penting untuk memperkuat berbagai program prioritas daerah.

Ia berharap kolaborasi solid dapat tercipta demi mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

Secara khusus, Sudewo menyoroti isu pendidikan yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.

"Saya berharap kepengurusan yang baru di Kecamatan Kayen ini bisa bersinergi bersama-sama dengan kepengurusan Kabupaten, serta bisa membantu untuk pembangunan Kabupaten Pati. Utamanya adalah mengatasi anak sekolah. Tolong dibantu supaya angka putus sekolah ini menurun dan angka partisipasi sekolah meningkat," tegasnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran GP Ansor di tingkat kecamatan dalam mendukung pembangunan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan pemuda di Kabupaten Pati secara berkelanjutan.

#pati #jateng #fyp #virals #story #jangkauansemuaorang



Bupati Sudewo: Milad Muhammadiyah di Pati Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi

Bupati Sudewo: Milad Muhammadiyah di Pati Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi

PATI, 30 November 2025 — Bupati Pati, Sudewo, dan Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menghadiri secara langsung acara Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah yang ke-113 di Pendopo Kabupaten Pati. Kehadiran jajaran pimpinan daerah bersama tokoh Persyarikatan Muhammadiyah semakin meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni serta memperkuat kolaborasi dalam membangun Kabupaten Pati.

Dalam acara tersebut, Bupati Sudewo juga menyampaikan rasa syukur dan penghargaan atas kehadiran Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam perhelatan akbar tersebut.

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Pati bersyukur sekali kehadiran Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam acara Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah yang ke-113 di Kabupaten Pati ini. Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Muhammadiyah yang selama ini telah memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Pati sehingga tercipta situasi aman dan kondusif, serta kami merasa bisa menjalankan tugas pembangunan Kabupaten Pati secara lancar," ujarnya.

Bupati Sudewo juga berharap Muhammadiyah terus menjadi kekuatan penting dalam memajukan Kabupaten Pati.

"Mudah-mudahan Muhammadiyah ke depan selalu memberikan kontribusi yang terbaik untuk bangsa dan negara, serta Kabupaten Pati," tambahnya.

Agus Taufiqurrahman, dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, turut menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Pati dalam membangun daerah bersama seluruh elemen masyarakat.

"Kami merasa bersyukur mendengarkan amanat dari Bapak Bupati bahwa komitmen Bapak Bupati akan membangun Pati agar menjadi Pati yang adil, makmur, dan barokah. Yang bersyukur lagi, melibatkan seluruh komponen bangsa, termasuk ormas keagamaan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama," ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga Pati sebagai daerah yang penuh rahmat.

"Tentu ini menjadi rasa syukur yang harus kami jaga dengan baik, kebersamaan antara ulama dan umaro' untuk menjaga Pati menjadi bagian dari wilayah yang mendapat rahmat, anugerah, dan ampunan Allah sebagaimana bahasa Alquran baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur," tutupnya.

#pati #jateng #fyp #virals #story #jangkauansemuaorang

SMKN Jateng di Pati Gelar Ujian Kesamaptaan untuk Seluruh Jenjang Kelas

SMKN Jateng di Pati Gelar Ujian Kesamaptaan untuk Seluruh Jenjang Kelas

Pati (29/11) – Langit cerah menghiasi lingkungan SMKN Jateng di Pati pada Sabtu pagi. Sejak pagi pukul 06.00 WIB, siswa-siswi telah melaksanakan corve kebersihan di lingkungan sekolah dan asrama. Kegiatan tersebut menjadi pembuka pelaksanaan Ujian Kesamaptaan yang diikuti oleh seluruh jenjang kelas X, XI, dan XIII dengan jumlah peserta sekitar 147 siswa.

Ujian kesamaptaan merupakan program rutin sekolah yang bertujuan untuk mengukur kondisi fisik dan kebugaran jasmani siswa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu sarana untuk menjaga kesehatan, menguatkan profesionalitas, serta membangun kedisiplinan siswa.

Pembina kesamaptaan sekaligus Pamong Disiplin, Suparno, menjelaskan bahwa pelaksanaan tes kesamaptaan dilaksanakan sekali dalam setiap semester. Ia menambahkan bahwa hasil ujian akan menjadi salah satu komponen dalam penilaian rapor siswa.

"Pelaksanaan kesamaptaan mengacu pada program sekolah, yaitu dilakukan sekali dalam satu semester. Hasil dari uji kesamaptaan juga akan masuk dalam rapor hasil belajar," terang Suparno.

Secara rinci, tes yang dilaksanakan meliputi beberapa aspek fisik, antara lain; Lari 12 menit, Sit-up, Push-up, Pull-up/Clinning up, dan Shuttle run.

Tes ini diharapkan dapat mengukur daya tahan tubuh, menilai kekuatan otot, menguji kelincahan dan kecepatan, sekaligus membangun mental dan disiplin siswa. Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi indikator untuk memprediksi tingkat kebugaran dan performa siswa.

Suparno berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan capaian sesuai standar kelulusan, dengan nilai optimal sehingga kesehatan dan kebugaran siswa tetap terjaga.

"Harapan kami setelah tes ini adalah seluruh siswa dapat memenuhi syarat, mendapatkan nilai optimal, serta menjaga kebugaran agar tubuh tetap fit. Singkatnya, kami ingin usaha dan latihan yang sudah dilakukan dapat membuahkan hasil maksimal," ujar Suparno.

Kepala SMKN Jateng di Pati, Susana Murwati, S.Pd., M.Pd., menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh siswa dapat memperoleh hasil sesuai target.

Kegiatan kesamaptaan berjalan tertib dan menjadi salah satu upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas dan karakter peserta didik di bidang kesehatan jasmani maupun kedisiplinan.



#pati #jateng #guru #story #virals #fyp #jangkauansemuaorang


Lepas Jalan Santai IGI, Sudewo: Guru Garda Terdepan Pembentuk Karakter Generasi

Lepas Jalan Santai IGI, Sudewo: Guru Garda Terdepan Pembentuk Karakter Generasi

PATI, 30 November 2025 — Bupati Pati, Sudewo, mengikuti sekaligus melepas peserta Jalan Santai Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Pati dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ke-80 tahun 2025. Kegiatan tersebut dimulai dari Halaman Setda Pati dan diikuti ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Sudewo menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan pembentuk karakter dan masa depan generasi muda. Ia berharap momen Hari Guru dapat menjadi titik penguatan kembali nilai-nilai fundamental dalam profesi pendidik.

"Jalan Sehat Ikatan Guru Indonesia Kabupaten Pati dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang ke-80 tahun 2025 ini, saya berharap dijadikan momentum bagi para guru untuk meningkatkan kedisiplinan, kejujuran, rasa tanggung jawab, semangat kerja, dan memberikan rasa kasih sayang kepada murid," ujarnya.

Sudewo menegaskan bahwa hanya melalui tangan para guru, kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pati dapat terus ditingkatkan.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdian para pendidik yang selama ini menjadi pilar utama dalam pembangunan pendidikan daerah.

"Karena hanya kepada gurulah kami berharap untuk bisa mewujudkan sumber daya manusia yang unggul di Kabupaten Pati," tambahnya.

Kegiatan jalan santai tersebut berlangsung meriah dan penuh keakraban, menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah daerah dan para pendidik dalam mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Pati.


#pati #jateng #guru #story #virals #fyp #jangkauansemuaorang


Saturday, November 29, 2025

Tokoh Inspiratif, Kepala MTsN 1 Pati Raih Penghargaan "Man & Woman of The Year 2025"

𝗧𝗼𝗸𝗼𝗵 𝗜𝗻𝘀𝗽𝗶𝗿𝗮𝘁𝗶𝗳, 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗠𝗧𝘀𝗡 1 𝗣𝗮𝘁𝗶 𝗥𝗮𝗶𝗵 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮𝗮𝗻 "𝗠𝗮𝗻 & 𝗪𝗼𝗺𝗮𝗻 𝗼𝗳 𝗧𝗵𝗲 𝗬𝗲𝗮𝗿 2025"



SEMARANG, 28 November 2025 — Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat, meraih penghargaan bergengsi "Man & Woman of The Year 2025" dari Lembaga Masyarakat Peduli Pariwisata (LEMPPAR) dan Prestasi Bangsa. Penghargaan diserahkan pada malam penganugerahan di Front One Hotel and Resort Semarang, sebagai bentuk apresiasi terhadap tokoh inspiratif dan teladan di Indonesia.



Ketua Panitia, Tri Andi Mulyandono, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada individu yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dari berbagai bidang, mulai sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pemerintahan.



"Mereka yang kami nilai telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui pemberian penghargaan ini, diharapkan dapat memacu semangat para penerimanya untuk lebih berkiprah dan memberikan sumbangsih bagi masyarakat dan negara," ujarnya.



Wahyu Hidayat: Penghargaan Ini Milik Seluruh Komponen Madrasah

Menerima penghargaan tersebut, Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Baginya, apresiasi ini merupakan kehormatan besar sekaligus motivasi untuk terus berkarya.



"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan ini. Terutama Bapak Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, keluarga besar MTsN 1 Pati mulai dari Komite Madrasah, Guru, hingga Pegawai, serta keluarga tercinta yang selalu memberi motivasi," katanya.



Wahyu menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga milik seluruh civitas MTsN 1 Pati. Ia menyebut penghargaan itu sebagai bentuk pengakuan nyata atas kinerja dan prestasi madrasah dalam beberapa tahun terakhir.



"Penghargaan ini memotivasi para guru dan karyawan agar terus meningkatkan prestasi dan profesionalismenya, sekaligus meningkatkan nama baik dan kepercayaan masyarakat. Ini menunjukkan bahwa madrasah berkomitmen menjaga kualitas, bekerja sama, dan berinovasi untuk meningkatkan daya saing," jelasnya.



Dorongan untuk Terus Berinovasi dan Menjaga Citra Madrasah

Usai menerima penghargaan, Wahyu berharap seluruh elemen MTsN 1 Pati tetap konsisten menjaga motivasi dan etos kerja. Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana kerja yang positif, produktif, dan kolaboratif di lingkungan madrasah.



"Tujuannya adalah meningkatkan citra lembaga di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Dengan demikian, tagline Anggun tetap menjadi primadona dan menjadi harapan bagi seluruh civitas akademika madrasah," pungkasnya.



Dengan prestasi ini, MTsN 1 Pati kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu madrasah unggulan dan berprestasi, sekaligus menunjukkan bahwa dunia pendidikan Islam memiliki peran penting dalam mencetak generasi berkualitas di Indonesia.

#pati #jateng #virals #fyp #jangkauansemuaorang


Bupati Sudewo: Bantuan Alat dan Mesin Pertanian Jangan Dikomersilkan

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝘂𝗱𝗲𝘄𝗼: 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗔𝗹𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗲𝘀𝗶𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝗶𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗹𝗸𝗮𝗻


PATI, 29 November 2025 — Bupati Pati, Sudewo, menghadiri kegiatan penyerahan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani yang digelar di Rumah Aspirasi Firman Soebagyo. Hal ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian Kabupaten Pati melalui dukungan sarana produksi yang lebih memadai.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sudewo menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, atas perhatian dan dukungan konsisten terhadap para petani Pati.

"Tentu, kami atas nama kelompok tani penerima bantuan, tentu juga atas nama petani Kabupaten Pati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Firman Soebagyo, Anggota Komisi IV DPR RI yang begitu peduli memberikan bantuan alat pertanian dan selalu peduli untuk pembangunan sektor pertanian Kabupaten Pati," ujarnya.

Sudewo menegaskan bahwa bantuan Alsintan ini diharapkan mampu mempercepat dan mengoptimalkan pembangunan pertanian, sekaligus mendukung target peningkatan kesejahteraan petani.

Ia menuturkan bahwa Kabupaten Pati tengah berupaya mencapai produksi padi minimal 10 ton per hektare, yang dinilai sangat mungkin diwujudkan dengan dukungan alat-alat pertanian.

Ia juga memberikan pesan khusus kepada penerima bantuan agar alat tersebut difungsikan sebagaimana mestinya.

"Mudah-mudahan penerima manfaat bisa menjalankan yang disarankan Pak Firman, dirawat dengan baik, jangan dikomersilkan, pokoknya difokuskan untuk melayani petani di desanya," tegasnya.

Sudewo turut mengingatkan bahwa Alsintan tidak boleh disewakan secara komersial maupun digunakan di luar wilayah yang telah ditentukan.

Menurutnya, hal tersebut penting untuk memastikan kebermanfaatan bantuan dirasakan langsung oleh petani setempat.

"Kalau desanya sudah penuh, baru ke desa yang lain, tidak boleh dikomersilkan. Apalagi itu dilarang betul, tidak boleh sampai keluar kabupaten," tambahnya.

Selain penyerahan Alsintan, Sudewo juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait penetapan harga ketela atau singkong sebesar Rp 1.350, - per kilogram.

Ia menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Pati akan segera duduk bersama para petani singkong untuk mendorong inovasi dan peningkatan produksi.


#pati #jateng #virals #fyp #jangkauansemuaorang



Pembangunan Jalan Gadu–Gajihan Gunungwungkal Tuntas, Warga Syukuran

𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗚𝗮𝗱𝘂–𝗚𝗮𝗷𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴𝘄𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗹 𝗧𝘂𝗻𝘁𝗮𝘀, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗦𝘆𝘂𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻


PATI, 29 November 2025 — Bupati Pati, Sudewo, menghadiri tasyakuran pembangunan jalan kabupaten yang digelar di Rumah Kepala Desa Gadu, Kecamatan Gunungwungkal.

Acara tersebut menjadi momentum penting bagi warga Desa Gadu dan Desa Gajihan yang selama ini berharap adanya peningkatan akses infrastruktur untuk mendukung mobilitas mereka.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sudewo meresmikan tuntasnya pembangunan jalan Gadu–Gajihan.

Ia menyampaikan bahwa penyelesaian proyek infrastruktur ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan aksesibilitas antarwilayah.

Sudewo berharap jalan baru tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian warga dan mempermudah aktivitas masyarakat sehari-hari.

"Mudah-mudahan jalan ini bisa memberikan manfaat bagi perekonomian dan aktivitas sehari-hari masyarakat Desa Gadu dan Desa Gajihan, Kecamatan Gunungwungkal," lanjutnya.

Selain sebagai sarana konektivitas, jalan tersebut diharapkan menjadi penunjang kelancaran distribusi hasil pertanian dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Sudewo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di akhir, Bupati berharap keberkahan atas terselesaikannya pembangunan tersebut.

"Mudah-mudahan mendapatkan ridho dari Allah SWT," tutupnya.

#pati #jateng #virals #fyp #jangkauansemuaorang


Laga Perdana di Liga Nusantara, Persipa Pati Gagal Petik Kemenangan dari Dejan FC

Laga Perdana di Liga Nusantara, Persipa Pati Gagal Petik Kemenangan dari Dejan FC

BOLA, PATINEWSCOM 


Magelang, 29 November 2025 — Persipa Pati harus mengakui keunggulan Dejan FC setelah kalah 1-2 pada laga Liga Nusantara 2025-26 yang digelar di Stadion Moch. Soebroto, Magelang. Meski unggul lebih dulu, Laskar Saridin gagal mempertahankan ritme permainan dan harus pulang tanpa poin.

Persipa Unggul Lebih Dulu, Dejan FC Balikkan Keadaan

Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Persipa membuka keunggulan pada menit ke-22 melalui sepakan Faktur Rohman Wahib yang memanfaatkan celah lini belakang lawan.

Namun keunggulan tersebut tak bertahan lama. Dejan FC menyamakan kedudukan lewat Donald Bissa pada menit ke-37 setelah memanfaatkan umpan terobosan dari sektor sayap. Gol ini menjadi titik balik permainan Dejan FC yang tampil semakin percaya diri.

Memasuki injury time babak kedua, tepatnya menit 90+2, Dejan FC memastikan kemenangan setelah Abdoulate Adi TrianSyah mencetak gol kedua bagi tim tamu. Gol tersebut lahir dari skema serangan cepat yang gagal diantisipasi lini pertahanan Persipa.

Banyak Kartu Kuning Warnai Pertandingan

Pertandingan berlangsung cukup keras. Wasit Bagus Kurniawan mengeluarkan sejumlah kartu kuning bagi kedua tim. Dari kubu Persipa, pemain seperti Ikhfanul Alam, Yuda Risky Irawan, dan Ahmed Syuhada masing-masing menerima peringatan. Sementara dari Dejan FC, beberapa pemain seperti Andi Sopian dan Riski Ramadhan juga masuk daftar hukuman disiplin.

Pergantian Pemain Tak Banyak Mengubah Keadaan

Pelatih Persipa Rudi Widodo melakukan beberapa pergantian pemain untuk menambah daya gedor, termasuk memasukkan Hujone Figo Firmansyah Hariyanto dan Andika Reza Priyanto. Namun upaya tersebut belum mampu mengimbangi efektivitas permainan Dejan FC.

Di sisi lain, pelatih Nurcholis dari Dejan FC melakukan rotasi yang justru memberi dampak positif, terutama masuknya Abdoulate Adi TrianSyah yang kemudian menjadi pahlawan lewat gol penentu kemenangan.

Tanpa Penonton, Intensitas Tetap Tinggi

Meski pertandingan berlangsung tanpa penonton, tensi laga tetap tinggi. Kedua tim sama-sama tampil agresif demi meraih poin penting di fase awal Liga Nusantara 2025-26.


Persipa Pati yang sempat tampil dominan di babak pertama justru kehilangan fokus pada menit-menit akhir. Sebaliknya, Dejan FC menunjukkan ketenangan dan efektivitas yang membuat mereka sukses membawa pulang tiga poin.



Diklatsar, Bekali 48 Relawan Baru PMI Pati untuk Kesiapsiagaan Kemanusiaan

Diklatsar, Bekali 48 Relawan Baru PMI Pati untuk Kesiapsiagaan Kemanusiaan

PATI, PATINEWSCOM 

28 November 2025 — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, resmi membuka Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Korps Sukarela PMI Kabupaten Pati Tahun 2025 yang berlangsung di Markas PMI Pati. Kegiatan ini menjadi agenda penting dalam rangka memperkuat kapasitas relawan yang akan terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan di wilayah Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya, Atik menyampaikan bahwa PMI Pati tahun ini merekrut sebanyak 48 relawan baru yang akan mengikuti pendidikan intensif selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 November 2025.

"Saya sebagai Ketua PMI Kabupaten Pati berada di PMI. Dalam hal ini kami tadi membuka acara pendidikan dan latihan dasar untuk Korps Sukarela yang ada di Pati, dan relawan ini merupakan relawan yang baru kita rekrut sebanyak 48 orang," ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan menerima sejumlah materi dasar sebagai bekal sebelum ditugaskan di lapangan. Salah satu materi wajib yang diberikan adalah pemahaman tentang organisasi PMI, termasuk prinsip dasar kepalangmerahan, tata kerja, hingga kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Pembukaan Diklatsar ditandai dengan pemukulan gong tiga kali, sebagai simbol dimulainya rangkaian pelatihan. Usai seremoni, para relawan langsung memasuki sesi materi pertama.

"Aturan Diklatsar akan dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 28–30 November. Ada beberapa materi yang akan diberikan kepada peserta. Hari ini dibuka dengan pemukulan gong selama tiga kali dan lanjut pelaksanaan Diklatsar, terutama terkait organisasi PMI," jelas Atik.

Ia juga menegaskan bahwa pembekalan yang diberikan memiliki tujuan besar: membentuk relawan yang profesional, sigap, dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip kemanusiaan.

"Harapan saya, semoga relawan-relawan yang akan dilantik dan dididik tentang dasar kepalangmerahan akan jadi relawan yang tangguh, sigap, dan memegang prinsip-prinsip kepalangmerahan," katanya menutup pernyataan.

Dengan adanya Diklatsar ini, PMI Kabupaten Pati berharap pelibatan relawan dalam operasi kemanusiaan dapat semakin optimal, terutama dalam menghadapi potensi bencana maupun keadaan darurat di wilayah setempat.




Nelayan Terser3t Ombak di Perairan Alasdowo Dukuhseti

Nelayan Terser3t Ombak di Perairan Alasdowo Dukuhseti 

DUKUHSETI – PATINEWSCOM 

Seorang nelayan asal Desa Bakalan, Dukuhseti, bernama M, meninggal dunia setelah terjatuh dari perahu dan terseret ombak saat mencari kerang di perairan Alasdowo, Sabtu (29/11) pagi. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika korban tengah mengangkat garuk bukur bersama rekannya.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Dukuhseti AKP Ali Mashuri membenarkan kejadian tersebut. "Benar, korban berangkat melaut sejak subuh dan saat menarik alat pencari kerang, perahu dihantam ombak sehingga korban terjatuh," ujarnya.

Menurut keterangan para saksi, korban sempat coba diselamatkan. Namun ombak besar membuat upaya penyelamatan terlambat. "Saksi sudah berupaya memutar haluan perahu dan memanggil rekan lainnya, tetapi korban lebih dulu terseret arus," kata Kapolsek menjelaskan.

Usai ditemukan mengapung dalam posisi tengkurap, korban langsung diangkat ke perahu untuk diberi pertolongan pertama. Namun nyawanya tak terselamatkan. "Saat dinaikkan ke perahu, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa," tandasnya.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Bakalan. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah laut. "Keluarga membuat surat pernyataan resmi bahwa kejadian ini murni kecelakaan dan tidak menuntut proses autopsi," imbuh Kapolsek.

Petugas Polsek Dukuhseti langsung bergerak ke TKP dan melakukan pendataan saksi. "Kami sudah mendatangi lokasi, mencatat keterangan saksi, dan melengkapi administrasi laporan termasuk surat pernyataan menerima kematian dari pihak keluarga," kata dia.

Kapolsek menambahkan bahwa cuaca laut Dukuhseti sejak pagi memang tidak stabil. "Gelombang bisa tiba-tiba tinggi, ini yang sering menjadi ancaman bagi nelayan tradisional," tegasnya.

Ia mengimbau seluruh nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengenakan alat keselamatan saat melaut. "Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Keselamatan harus menjadi prioritas," pungkas Kapolsek.



Friday, November 28, 2025

Turun ke Jalan, Satlantas Pati Edukasi Tertib Lalu Lintas

Turun ke Jalan, Satlantas Pati Edukasi Tertib Lalu Lintas

Satuan Lalu Lintas Polresta Pati kembali menggecarkan edukasi keselamatan berkendara dengan turun langsung membagikan leaflet dan stiker kepada para pengendara di dua titik strategis, yakni TL Randukuning dan TL Bleber, Jumat (28/11) pagi. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian awal Operasi Zebra Candi 2025 yang secara serentak digelar di wilayah Jawa Tengah.

Aksi simpatik yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB itu menarik perhatian para pengguna jalan. Petugas tampak menyapa ramah para pengendara sambil menyampaikan pesan tertib berlalu lintas. "Kami ingin memastikan informasi tentang Operasi Zebra Candi 2025 sampai langsung kepada masyarakat," ujar Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok mewakili Kapolresta Pati.

Di lapangan, Subsatgas Dikmas Satlantas Polresta Pati yang dipimpin IPTU Gunawan turut memberikan edukasi ringan mengenai pentingnya menaati aturan berkendara. Mereka membagikan brosur yang berisi poin-poin keselamatan, mulai penggunaan helm SNI hingga larangan bermain ponsel saat mengemudi. "Sosialisasi ini sebagai pengingat agar masyarakat semakin sadar akan keselamatan," imbuhnya.

Tidak hanya sebatas membagikan media edukatif, petugas juga memberikan penjelasan langsung kepada pengendara yang melintas. Beberapa pengguna jalan terlihat antusias dan menerima informasi dengan baik. "Kami mengedepankan pendekatan humanis agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima," kata Kompol Riki.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan. "Operasi Zebra bukan untuk menakuti, tetapi untuk meningkatkan disiplin lalu lintas demi keselamatan bersama," tandas Kasatlantas Polresta Pati itu.

Menurutnya, leaflet dan stiker dipilih sebagai media informasi karena mudah dibawa dan bisa menjadi pengingat setiap saat bagi masyarakat. "Bentuknya sederhana, tapi pesan yang dibawa sangat penting untuk keselamatan pengguna jalan," tegasnya.

Pengendara yang melintas tampak kooperatif dan memberikan respons positif terhadap edukasi yang dilakukan personel Satlantas. "Kami apresiasi masyarakat Pati yang selalu mendukung setiap upaya kami dalam menjaga keselamatan lalu lintas," pungkas Kompol Riki.

#fyp #virals #jangkauansemuaorang #story #pati #jateng  



Masyarakat Pencari Keadilan Dirikan Posko di Alun-Alun Pati, Tuntut Pembebasan Dua Aktivis

Masyarakat Pencari Keadilan Dirikan Posko di Alun-Alun Pati, Tuntut Pembebasan Dua Aktivis

Pati – Sekelompok warga yang menamakan diri Masyarakat Pencari Keadilan resmi memberitahukan pendirian Posko Pencari Keadilan di kawasan Alun-alun Pati pada Jumat (28/11/2025). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus dukungan moral terhadap dua aktivis Pati, Supriyono (Botok) dan Teguh Istiyanto, yang saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan dan penahanan di Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Polresta Pati.

Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Kapolresta Pati, penanggung jawab posko, Sutikno, menyebutkan bahwa pendirian posko dilakukan sebagai respon atas dugaan kriminalisasi terhadap kedua aktivis tersebut. Ia menyatakan bahwa masyarakat pendukung maupun pihak yang berbeda pandangan atas kasus yang berkembang di Pati berhak menyampaikan pendapat secara terbuka sesuai amanat Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Posko tersebut direncanakan berlangsung selama 24 jam mulai 28 November 2025 hingga Supriyono dan Teguh Istiyanto dibebaskan dari proses hukum. Kegiatan ini diperkirakan melibatkan lebih dari 50 orang peserta.

"Pendirian posko ini adalah bentuk perwujudan hak kebebasan berpendapat di muka umum, sebagaimana dijamin oleh undang-undang," tulis Sutikno dalam surat tersebut.

Surat pemberitahuan itu juga ditembuskan kepada Presiden RI dan Ketua DPR RI sebagai bagian dari upaya menyuarakan perhatian terhadap nasib kedua aktivis yang mereka anggap tengah mengalami ketidakadilan.

#fyp #virals #jangkauanluas #pati #jateng #kaapinfo



Thursday, November 27, 2025

Tiga Titik Rawan Bencana di Pati, Satkamling Diperkuat Hadapi Cuaca Ekstrem

Tiga Titik Rawan Bencana di Pati, Satkamling Diperkuat Hadapi Cuaca Ekstrem


Pati – PATINEWSCOM

Satbinmas Polresta Pati bersama jajaran pimpinan wilayah turun langsung menyambangi tiga titik rawan bencana di Kabupaten Pati pada Kamis (27/11) pukul 10.00 WIB. Lokasi tersebut meliputi Dukuh Masong Desa Margorejo Kecamatan Wedarijaksa, Desa Keboromo Kecamatan Tayu, dan Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti, yang diketahui memiliki potensi banjir, angin kencang, hingga gelombang tinggi. Kehadiran petugas disambut hangat perangkat desa, tokoh masyarakat, dan para awak Satkamling setempat.

Kasat Binmas Polresta Pati, Kompol Sunar, yang mewakili Kapolresta Pati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penguatan kesiapsiagaan masyarakat sesuai perkiraan kontijensi daerah. "Kami ingin memastikan warga berada dalam kondisi siap dan tidak panik bila sewaktu-waktu terjadi bencana," ujarnya.

Dalam arahannya, Kompol Sunar meminta para awak Satkamling untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang masuk kategori rawan. Ia menegaskan bahwa peran Satkamling tidak hanya sebatas ronda malam, tetapi juga berfungsi sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi bahaya. "Mereka adalah pihak pertama yang melihat, pertama yang tahu, dan pertama yang bergerak saat situasi darurat," tandasnya.


Selain kewaspadaan, ia menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan pemerintah desa. Menurutnya, penanganan bencana akan lebih cepat dan tepat jika seluruh pihak bergerak secara terpadu. "Sinergitas menjadi kunci. Ketika kompak, penanganan lebih mudah dilakukan," imbuhnya.



Petugas juga meminta warga untuk segera melaporkan setiap tanda-tanda bahaya sekecil apa pun agar respons cepat dapat dilakukan. "Kecepatan informasi sangat menentukan. Jangan ragu melapor jika melihat potensi ancaman," tegasnya.


Tak hanya memberikan edukasi, Satbinmas turut memeriksa kesiapan sarana dan prasarana Satkamling, mulai dari alat komunikasi, penerangan, hingga perlengkapan darurat. Hal ini dinilai penting untuk mendukung upaya keselamatan warga. "Semakin lengkap sarpras-nya, semakin besar peluang keselamatan masyarakat," ujarnya.


Warga di tiga titik rawan bencana tersebut mengapresiasi pendampingan langsung dari Polresta Pati. Selain memberikan rasa aman, kegiatan ini juga memperkuat peran swakarsa masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Kompol Sunar pun memberikan apresiasi atas antusiasme tersebut. "Partisipasi warga adalah energi terbesar dalam menjaga keamanan dan keselamatan bersama," pungkasnya.

Gugup saat Diperiksa, Pengunjung Lapas Pati Ketahuan Selundupkan Dua HP

  • 𝗚𝘂𝗴𝘂𝗽 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗗𝗶𝗽𝗲𝗿𝗶𝗸𝘀𝗮, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗟𝗮𝗽𝗮𝘀 𝗣𝗮𝘁𝗶 𝗞𝗲𝘁𝗮𝗵𝘂𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗹𝘂𝗻𝗱𝘂𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗮 𝗛𝗣

    Petugas penggeledahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati berhasil menggagalkan upaya penyelundupan dua unit handphone yang dilakukan seorang pengunjung perempuan pada Kamis (27/12/2025). Keberhasilan ini tidak lepas dari ketelitian petugas CPNS, Annisa Azzahra Putri, yang saat itu bertugas di area penggeledahan badan.


    Upaya penyelundupan tersebut terungkap saat petugas melihat gelagat mencurigakan dari pengunjung tersebut ketika memasuki ruang layanan kunjungan. Kecurigaan semakin kuat setelah petugas menemukan KTP dan kartu kunjungan milik pengunjung itu tertinggal di meja pemeriksaan.



    Petugas kemudian mencari yang bersangkutan untuk mengembalikan identitas tersebut. Saat ditemui, pengunjung berdalih bahwa dirinya keluar dari ruang layanan untuk mengambil kerupuk yang diklaim tertinggal. Namun sesuai SOP, setiap pengunjung yang keluar masuk ruang Unit Layanan Pemasyarakatan wajib menjalani pemeriksaan ulang, baik badan maupun barang.



    Ketika diminta menjalani prosedur penggeledahan kembali, pengunjung tampak gugup. Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan petugas akhirnya menemukan dua unit handphone beserta kabel charger yang disembunyikan di pakaian dalamnya.



    Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada petugas P2U dan diteruskan kepada Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Barang bukti berupa dua handphone dan charger kemudian diamankan, sementara pengunjung dikenai sanksi sesuai prosedur.



    Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap upaya penyelundupan barang terlarang dalam bentuk apa pun.

    "Setiap pengunjung kami periksa secara ketat. Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas," tegasnya.


    #pati #jateng #fyp #story #jangkauansemuaorang 


  • H-2 Kickoff Liga Nusantara, CEO Rafi Arifin: Persipa Pati Siap Tempur

    H-2 Kickoff Liga Nusantara, CEO Rafi Arifin: Persipa Pati Siap Tempur

    MAGELANG, PATINEWSCOM

    Jelang dua hari sebelum kickoff Liga Nusantara 2025/2026, Persipa Pati terus mematangkan persiapan tim. CEO Persipa Pati, Rafi Arifin, menyampaikan perkembangan terbaru mengenai kesiapan Laskar Saridin menghadapi laga perdana kontra Dejan FC pada Sabtu, 29 November 2025.

    Dalam wawancara pada Kamis sore, Rafi memastikan bahwa seluruh elemen tim kini berada dalam kondisi fokus penuh. Persiapan terakhir digelar di kawasan Borobudur, tempat tim mendapatkan fasilitas latihan yang memadai.

    "Kita sudah mulai lanjut latihan. Saat ini kita berada di Borobudur dan sudah mendapatkan lapangan serta fasilitas yang bisa kita maksimalkan," ujar Rafi. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran manajemen, pelatih, hingga pemain menjaga sikap positif menjelang pertandingan pertama.

    Terkait komposisi pemain, Rafi menjelaskan bahwa meski Persipa baru saja melaunching 25 pemain, kini tim menambah lima pemain baru dari beberapa posisi kunci.

    "Betul, kemarin launching ada 25 pemain. Namun kita menambah lima pemain lagi dari posisi yang memang kita butuhkan, terutama striker nomor sembilan, right back, dan satu tambahan penjaga gawang," paparnya. Rafi menambahkan bahwa penyesuaian kecil akan dilakukan, tetapi tim tetap fokus memaksimalkan sumber daya yang ada.

    Menjelang laga perdana, Rafi tak menampik bahwa ketegangan pasti dirasakan seluruh tim. Namun ia menekankan pentingnya ketenangan dan mental positif.

    "Yang pastinya ketegangan selalu ada, tapi bagaimana kita tetap memiliki sikap positif dan tetap berusaha meraih kemenangan saat pertandingan dimulai," ujarnya.

    Tak lupa, Rafi menyampaikan pesan khusus kepada para pendukung Persipa Pati, khususnya Resimen Patifosi yang dikenal selalu memberikan dukungan luar biasa.

    "Kepada seluruh supporter dan Resimen Patifosi dari seluruh penjuru Kabupaten Pati, mohon dukungannya, mohon doanya. Energi dan upaya kalian sangat berarti, tidak hanya untuk manajemen, tapi juga untuk pelatih dan pemain," tegasnya.

    Dengan semangat dan persiapan matang, Laskar Saridin optimistis menatap pertandingan perdana mereka di Liga Nusantara musim ini.



    174 Dapur MBG Terdaftar di Kabupaten Pati, 71 Aktif Produksi

    174 Dapur MBG Terdaftar di Kabupaten Pati, 71 Aktif Produksi 

    PATINEWSCOM, BATANGAN 

    Kamis, 27 November 2025 — Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, melakukan monitoring Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Mosya Selalu Berkah di Kecamatan Batangan. 

    Usai meninjau SPPG, Wabup langsung menuju SD Negeri Bumimulyo 1 untuk memastikan proses pendistribusian pangan berjalan lancar dan sesuai standar pelayanan.

    Dalam keterangannya, Chandra menjelaskan bahwa Satgas memiliki fungsi penting dalam monitoring dan pengawasan, sementara pengelolaan berada di bawah BGN.

    "Kita setiap hari memang melakukan monitoring dan pengawasan supaya MBG ini berjalan dengan bagus dan tidak ada kendala. Kalau selama ini belum ada, paling kendalanya adalah masalah administrasi, contohnya SLHS dan beberapa dokumen yang harus dilengkapi sebelum MBG ini berjalan, seperti sertifikat dari Dinas Kesehatan dan cara pegang makanan," ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa penerima manfaat MBG mencakup berbagai kelompok, mulai dari anak sekolah PAUD, SD, SMP, SMA, hingga pondok pesantren, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

    Chandra menegaskan bahwa program ini turut menggerakkan ekonomi lokal karena seluruh dapur, belanja kebutuhan bahan pangan di pasar tradisional, termasuk komoditas unggulan Pati seperti udang dan bandeng. Hal ini diharapkan terus mendorong UMKM lokal.

    Selain itu, Chandra berharap program MBG dapat bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang ditargetkan berdiri di 406 desa. 

    Ia juga menyampaikan rencana pembuatan portal pengaduan untuk memudahkan penanganan laporan di tingkat desa dan kecamatan, serta keterlibatan Bhabinkamtibmas dan Kodim dalam pemantauan pelaksanaan program.

    Hingga saat ini, tercatat 71 dapur yang aktif dari total 174 SPPG yang terdaftar di Kabupaten Pati. Chandra menilai program ini sangat berhasil karena mampu meningkatkan kehadiran siswa di sekolah sekaligus memastikan kualitas distribusi pangan tetap terjaga melalui monitoring rutin bersama para guru.


    Kankemenag Pati Gelar Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik bagi Kepala dan Waka Kurikulum MTs se-KKMTs 01

    Kankemenag Pati Gelar Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik bagi Kepala dan Waka Kurikulum MTs se-KKMTs 01

    Pati – Kepala MTs dan Wakil Kepala Bidang Kurikulum se-KKMTs 01 Pati mengikuti Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Pati pada Rabu (25/11). Kegiatan yang berlangsung di Aula MTsN 1 Pati ini dibuka oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, serta dihadiri oleh Kasi Penma, pengawas madrasah, operator TKA, dan narasumber dari Platform Skolla EdTech.

    Dalam sambutannya, Ahmad Syaiku menekankan pentingnya kesiapan madrasah dalam menghadapi perkembangan sistem evaluasi pendidikan, termasuk implementasi TKA yang menjadi instrumen baru untuk memetakan kemampuan akademik siswa.

    "Kami mengajak Bapak dan Ibu beradaptasi dengan kondisi saat ini, termasuk pelaksanaan TKA. Hasil TKA ini nantinya dapat menjadi dasar bagi kita untuk berbenah dan menentukan kebijakan pembelajaran yang lebih optimal," terangnya.

    Meski begitu, Syaiku menegaskan bahwa proses adaptasi tidak boleh menghilangkan identitas khas madrasah. Menurutnya, karakter madrasah harus tetap dipertahankan di tengah perubahan sistem pendidikan.

    "Madrasah harus beradaptasi tetapi jangan sampai meninggalkan jati dirinya, seperti pembiasaan akhlakul karimah, budaya membaca Al-Qur'an, dan sopan santun," tegasnya.

    Ia juga meminta seluruh peserta memahami konsep, teknis pelaksanaan, hingga potensi hambatan dalam penerapan TKA. Persiapan guru, peran orang tua, dan kesiapan siswa menjadi faktor yang harus diperhatikan.

    "Pahami betul konsep dan pelaksanaannya. Persiapkan guru, jalin kerja sama dengan orang tua, dan pastikan siswa siap menghadapi TKA," pesan Syaiku.

    Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pati sekaligus Koordinator KKMTs 01 Pati, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan sosialisasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas akademik di lingkungan madrasah.

    "Kami menyambut baik inisiatif Kemenag Kabupaten Pati. Sosialisasi ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman seluruh kepala madrasah dan waka kurikulum mengenai TKA," ujarnya.

    Wahyu berharap seluruh anggota KKMTs 01 Pati dapat mengimplementasikan materi sosialisasi dengan baik agar pelaksanaan TKA di masing-masing madrasah berjalan lancar dan berdampak positif pada mutu pendidikan.

    "Harapan kami, seluruh peserta dapat memahami konsep dan teknisnya secara menyeluruh, sehingga KKMTs 01 Pati siap mengimplementasikan TKA sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas akademik siswa," pungkasnya.




    Pelajar Margorejo yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang, Keluarga Sampaikan Terima kasih ke Polresta Pati

    Pelajar Margorejo yang Dilaporkan Hilang Akhirnya Pulang, Keluarga Sampaikan Terima kasih ke Polresta Pati

    Pati – PATINEWSCOM

    Seorang pelajar perempuan di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya kembali ke rumah dalam keadaan selamat. Kepastian tersebut disampaikan langsung pihak keluarga kepada SPKT Polresta Pati setelah sebelumnya melaporkan kejadian tersebut pada Minggu (23/11/2025).

    Laporan orang hilang dibuat oleh S., ayah kandung korban. Ia datang ke Polresta Pati pada Minggu siang dan menjelaskan bahwa putrinya, R.N. (14), pergi dari rumah pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 22.30 WIB tanpa pemberitahuan apa pun. "Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan langkah sesuai SOP," ujar KASPKT Polresta Pati, IPDA Sismiyarto, mewakili Kapolresta Pati.

    Dalam laporan tersebut, keluarga memberikan data lengkap, mulai dari identitas pelapor, saksi, hingga ciri-ciri korban. Petugas memastikan setiap informasi diverifikasi sejak awal untuk mempercepat proses penanganan. "Setiap laporan kami pastikan valid agar penyelidikan bisa segera dilakukan," tambahnya.

    Setelah laporan diterima, Piket SPKT segera berkoordinasi dengan Piket Reskrim dan Piket Humas untuk memperluas penyebaran informasi orang hilang. Polisi juga melakukan pendataan saksi, menyusun berita acara, serta meneruskan laporan kepada pimpinan. "Koordinasi lintas fungsi menjadi kunci percepatan penanganan," jelas IPDA Sismiyarto.

    Kabar baik datang pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 24.00 WIB. Ayah korban menghubungi Piket SPKT dan menyampaikan bahwa putrinya telah pulang ke rumah dalam kondisi sehat. Petugas kemudian menindaklanjutinya dengan verifikasi langsung keesokan harinya. "Kami bersyukur anak tersebut kembali dengan selamat dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya," ujarnya.

    Pada Rabu (26/11/2025), pelapor, saksi, dan korban mendatangi SPKT Polresta Pati untuk melengkapi keterangan sekaligus memastikan penutupan laporan. Petugas juga memberikan imbauan kepada keluarga agar meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anak. "Pencegahan selalu lebih baik. Kami minta keluarga menjaga komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang," pesan IPDA Sismiyarto.

    Keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas respons cepat dan pelayanan Polresta Pati dalam menangani laporan orang hilang tersebut. "Terima kasih atas kepercayaan keluarga kepada Polresta Pati. Kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik," tutup IPDA Sismiyarto.






    Wednesday, November 26, 2025

    Jateng dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Investasi Tembus Rp7,76 Triliun pada 2025

    Jateng dan Tiongkok Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Investasi Tembus Rp7,76 Triliun pada 2025

    JATENG, PNETWORK

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat mempererat kerja sama ekonomi melalui peningkatan investasi, perdagangan, dan kolaborasi pendidikan. Kesepahaman tersebut terbangun dalam pertemuan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dengan perwakilan RRT, Guo Ningning, di Kantor Gubernur Jateng, Selasa (25/11/2025).

    Wagub Taj Yasin mengungkapkan bahwa hubungan dagang Jawa Tengah dengan Tiongkok terus menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari tren kenaikan investasi RRT yang stabil dalam beberapa tahun terakhir.

    Ia memaparkan bahwa pada 2021 investasi Tiongkok di Jateng tercatat Rp889 miliar, kemudian melonjak menjadi Rp1,97 triliun pada 2022. Meski sempat menurun menjadi Rp1,59 triliun pada 2023 akibat dampak pandemi Covid-19, realisasi investasi kembali meningkat signifikan hingga mencapai Rp4,2 triliun pada 2024. Menjelang akhir 2025, angka tersebut telah menembus Rp7,76 triliun.

    Dengan capaian tersebut, Tiongkok kini berada di posisi kelima investor terbesar di Jawa Tengah, setelah Singapura, Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan.

    "Ini berpotensi menjadi investasi tertinggi dalam lima tahun terakhir. Fakta ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah dan RRT memiliki hubungan yang saling menguntungkan," ujar Taj Yasin.

    Ia menjelaskan bahwa investasi Tiongkok tersebar di lima wilayah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Demak, Jepara, serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industripolis Batang. Selain sektor alas kaki dan tekstil yang selama ini mendominasi, ia menyebut Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk kerja sama pada bidang energi hijau, pariwisata, hingga perikanan.

    Pada sektor pendidikan, Taj Yasin menilai kolaborasi dapat ditingkatkan melalui program beasiswa dan pertukaran pelajar.
    "Insyaallah kami siap mengirim delegasi untuk menghadiri acara maritim di Fujian. Semoga pertemuan ini semakin memperkokoh persahabatan Jawa Tengah–Fujian dalam pengembangan ekonomi yang inklusif dan saling menguntungkan," ujarnya.

    Sementara itu, Guo Ningning menyambut baik ajakan Pemprov Jateng untuk memperkuat hubungan ekonomi. Ia menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari implementasi perjanjian Two Countries Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan Tiongkok.

    "Kedatangan kami untuk meninjau proyek TCTP, mempererat kerja sama sister province Fujian–Jateng, serta mendorong kolaborasi holistik di sektor ekonomi, perdagangan, dan investasi yang saling menguntungkan," ungkap Guo.

    Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan kedua wilayah, sekaligus membuka peluang investasi baru yang diharapkan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.


    #pati #jateng #fyp #virals #story #jangkauansemuaorang




    Yeti Kristianti Apresiasi Perhatian Danang Wicaksana, Bantu Program Sanitasi di Ngurensiti

    Yeti Kristianti Apresiasi Perhatian Danang Wicaksana, Bantu Program Sanitasi di Ngurensiti

    PATI, PATINEWSCOM 

    Tim aspirasi anggota DPR RI Danang Wicaksana Sulistya menggelar sarasehan bersama para penerima manfaat Bantuan Sanitasi di Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang penyerahan program sanitasi kepada warga yang berhak menerima. 

    Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti dan Kepala Desa Ngurensiti, Indra Prasta Radika.

    Program sanitasi tersebut merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman, sekaligus memastikan bantuan pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

    Dalam sarasehan yang dilaksanakan di salah satu rumah warga, penerima manfaat mendapatkan penjelasan terkait teknis pembangunan jamban sehat, pemeliharaan fasilitas, serta pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Bantuan berupa pembangunan jamban layak berikut sarana pendukung ini diprioritaskan bagi keluarga yang sebelumnya belum memiliki fasilitas sanitasi memadai.

    Ketua Fraksi Gerindra DPRD Pati, Yeti Kristianti, mengapresiasi tersalurnya program sanitasi di Desa Ngurensiti. Menurutnya, bantuan tersebut sangat penting dalam menekan potensi penyakit berbasis lingkungan serta mendukung upaya pencegahan stunting.

    "Saya sangat mengapresiasi perhatian Pak Danang Wicaksana Sulistya terhadap warga Pati, khususnya melalui bantuan sanitasi ini. Program seperti ini benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan harus terus diperluas," ujar Yeti.

    Usai sarasehan, Yeti Kristianti juga berkeliling mengecek langsung sejumlah titik penerima bantuan sanitasi. Ia ingin memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai standar, tepat sasaran, dan dapat dimanfaatkan warga secara berkelanjutan.

    "Kami di DPRD Pati tentu akan ikut mengawasi sehingga fasilitas yang dibangun bermanfaat jangka panjang. Saya berharap warga merawat fasilitas sanitasi yang telah diberikan. Ini adalah investasi kesehatan bagi keluarga masing-masing," tambahnya.

    Sementara itu, sejumlah warga penerima manfaat menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Mereka berharap fasilitas sanitasi yang kini mereka miliki dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi risiko penyakit, terutama bagi anak-anak.



    Ribuan Anak PAUD Ikuti Manasik Haji di Pendopo Pati, Bunda PAUD: Edukasi Dini yang Menyenangkan


    Ribuan Anak PAUD Ikuti Manasik Haji di Pendopo Pati, Bunda PAUD: Edukasi Dini yang Menyenangkan




    Pati – Ribuan siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari eks Kawedanan Pati mengikuti kegiatan peragaan manasik haji di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (26/11/2025). Agenda tahunan yang digelar Ikatan Guru PAUD Muslimat NU ini diikuti sekitar 1.000 anak dan 200 pendamping.

    Bunda PAUD Kabupaten Pati, Atik Kusdarwati Sudewo, menyampaikan bahwa manasik haji anak menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan rukun Islam kelima sejak usia dini.
    "Acara ini diikuti 1.000 anak dan 200 pendamping. Semoga kegiatan ini menjadi pelatihan pembelajaran bagi anak-anak tentang ibadah haji," ujar Atik.

    Dengan mengenakan pakaian ihram mini dan atribut khas jamaah haji, anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian manasik. Mereka diajak mempraktikkan tahapan ibadah haji secara sederhana dan menyenangkan, sesuai tingkat usia mereka.

    Setelah mengenakan baju ihram, peserta manasik membaca niat haji dan talbiyah. Anak-anak kemudian berjalan dari Pendopo Pati menuju Alun-alun sebagai simbolisasi wukuf di Arafah.

    Selanjutnya, mereka melakukan prosesi manasik lainnya seperti melempar jumrah simbolis, tawaf mengelilingi miniatur Ka'bah, sa'i antara miniatur bukit Safa dan Marwah, hingga tahallul dengan pemotongan rambut secara simbolik.

    Atik berharap pelaksanaan manasik haji anak yang digelar secara rutin dapat menanamkan nilai religius sejak dini.
    "Semoga kelak anak-anak memiliki akhlak baik dan selalu mengingat Allah SWT," tutupnya.


    ---


    Aksi Simpatik Satlantas Polresta Pati di Terminal Kembangjoyo, Bikin Pengendara Senyum Dapat Hadiah

    Aksi Simpatik Satlantas Polresta Pati di Terminal Kembangjoyo, Bikin Pengendara Senyum Dapat Hadiah

    PATI — PATINEWSCOM 

    Kegiatan simpatik Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar Satlantas Polresta Pati bersama berbagai stakeholder di depan Terminal Kembangjoyo, Rabu (26/11) pukul 07.30 WIB hingga selesai, berlangsung meriah dan penuh edukasi. Sejak pagi, para petugas telah bersiap memberikan pelayanan humanis kepada para pengguna jalan.

    Agenda dimulai dengan apel dan pengarahan oleh Kasubnit 1 Gakkum Satlantas sebagai penegas komitmen seluruh personel untuk mengedepankan pendekatan yang persuasif. "Kami ingin masyarakat merasakan bahwa operasi kali ini bukan menakut-nakuti, melainkan mengajak tertib," ujar Kasatlantas Kompol Riki Fahmi Mubarok mewakili Kapolresta Pati.

    Berbagai unsur turut terlibat dalam giat tersebut, mulai dari personel Satlantas, UPPD/Dispenda, Subden POM, Dishub, Jasa Raharja, BPKAD hingga Bank Jateng. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci efektivitas sosialisasi. "Sinergi lintas instansi menjadi kekuatan kami untuk mengedukasi lebih luas," tandasnya.

    Dalam pelaksanaannya, petugas langsung turun ke jalan memberikan sosialisasi keselamatan serta edukasi terkait Operasi Zebra Candi 2025. Pengguna jalan yang sudah tertib mendapat apresiasi berupa minuman kemasan. "Penghargaan kecil ini harapannya bisa memotivasi masyarakat untuk terus disiplin," imbuhnya.

    Tak hanya itu, teguran simpatik juga diberikan kepada pengendara yang kedapatan belum mematuhi aturan berlalu lintas. Pendekatan humanis ini diapresiasi oleh masyarakat yang melintas. "Kami tidak mencari kesalahan, kami mengingatkan dengan cara yang baik," kata dia.

    Fasilitas Samsat Keliling pun disiapkan untuk memudahkan pengendara membayar pajak di tempat. Dalam kegiatan tersebut tercatat dua wajib pajak memanfaatkan layanan tersebut. "Prinsip kami, operasi ini harus memberi kemudahan, bukan mempersulit," tegasnya.

    Petugas juga membagikan 30 souvenir kepada pengendara tertib serta melakukan lima teguran simpatik. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan mendapat respons positif. "Kami akan terus menghadirkan kegiatan edukatif agar kesadaran masyarakat meningkat," pungkasnya.

    (Humas Resta Pati)


    Rembuk Nelayan Pati–Rembang Redakan Ketegangan, Sepakati Penghentian Alat Garuk dan Perjelasan Batas Tangkap

    Rembuk Nelayan Pati–Rembang Redakan Ketegangan, Sepakati Penghentian Alat Garuk dan Perjelasan Batas Tangkap

    Rembuk besar antara nelayan Pati dan Rembang digelar di Resto Kampung Air, Juwana, Selasa (25/11/2025) pukul 13.00 WIB hingga selesai. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk meredam ketegangan buntut penggunaan alat garuk dan cotok oleh sebagian nelayan layur Rembang. Suasana awal sempat memanas, namun forum akhirnya berjalan kondusif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.

    Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan, yang mewakili Kapolresta Pati, menegaskan bahwa rembuk tersebut merupakan momentum untuk mendinginkan situasi di laut.
    "Rembuk ini langkah penting untuk menurunkan tensi dan menjaga situasi tetap aman," ujarnya.

    Diikuti Lintas Instansi dan Koordinator Nelayan

    Rembuk turut dihadiri berbagai pihak, antara lain DKP Provinsi Jawa Tengah, DKP Rembang, Pos AL Juwana, Polairud Rembang, ABK 1016 Ditpolairud, Bhabinkamtibmas, serta koordinator nelayan dari enam wilayah pesisir Pati. Kompol Hendrik mengapresiasi kehadiran kedua pihak sebagai bukti kuat bahwa masalah ini dapat diselesaikan tanpa gesekan fisik.

    Nelayan Rembang Akui Pelanggaran dan Sampaikan Permintaan Maaf

    Perwakilan nelayan Rembang, Eko Santoso, mengakui penggunaan alat garuk di sekitar Pulau Gede dan sekaligus menyampaikan permintaan maaf. Kompol Hendrik menegaskan bahwa praktik destruktif fishing tidak bisa dibiarkan karena merusak ekosistem dan rawan memicu konflik horizontal.

    "Destruktif fishing tidak dapat ditoleransi, apa pun alasannya," tegasnya.

    Sorotan Pelanggaran dan Penegasan Aturan

    Nelayan dari Tunggul Sari dan Pecangaan menilai pelanggaran tersebut bertentangan dengan kesepakatan lokal yang sudah lama berlaku. Mereka meminta kedisiplinan seluruh pihak agar insiden kejar-kejaran di laut tidak terulang.

    Kompol Hendrik kembali menegaskan bahwa larangan alat garuk sudah jelas tercantum dalam Perda No. 8/2002 dan Permen KP No. 36/2023.
    "Aturannya jelas. Jadi tidak ada alasan untuk melanggar," imbuhnya.

    Usulan Penegasan Batas Laut

    Para nelayan Pati juga mengusulkan pemasangan acir sebagai batas antara Benowo–Puncel serta perbaikan lampu kelop di wilayah Rembang untuk menghindari kesalahpahaman zona tangkap. Menurut Kompol Hendrik, kejelasan batas sangat penting agar pengawasan dan aktivitas melaut berjalan tertib.

    Komitmen Alat Tangkap Ramah Lingkungan

    Dari Bumirejo, perwakilan nelayan menegaskan bahwa nelayan Rembang dipersilakan masuk wilayah Pati selama menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Kompol Hendrik menegaskan bahwa kepatuhan alat tangkap adalah syarat mutlak menjaga keberlanjutan perairan serta keseimbangan ekonomi antar nelayan.

    Harapan Sinkronisasi Aturan Antar Kabupaten

    Perwakilan nelayan dari berbagai desa pesisir juga berharap adanya sinkronisasi kebijakan antara Kabupaten Pati dan Rembang sehingga batas ruang tangkap tidak lagi menimbulkan multitafsir. Mereka meminta forum rembuk semacam ini diadakan rutin untuk memperkuat komunikasi dan mencegah kesalahpahaman di laut.

    Akhiri Rembuk dengan Komitmen Bersama

    Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menghentikan penggunaan alat garuk dan cotok serta memperjelas batas ruang tangkap. Semua pihak sepakat meningkatkan patroli dan koordinasi lintas instansi.

    Kompol Hendrik memastikan bahwa Polairud akan terus mengawal implementasi kesepakatan agar kearifan lokal tetap terjaga dan konflik antarnelayan tidak terulang.



    Program Hibah Rumah Baiti Jannati ke 5, BMT Fastabiq Bangun Rumah Layak untuk Keluarga Miftahul Niam di Grogolan

    Program Hibah Rumah Baiti Jannati ke 5, BMT Fastabiq Bangun Rumah Layak untuk Keluarga Miftahul Niam di Grogolan

    Program Hibah Rumah Baiti Jannati dari BMT Fastabiq kembali menyasar warga kurang mampu. Kali ini, Keluarga Miftahul Niam, warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, akhirnya bisa bernapas lega setelah menerima rumah layak huni. Bantuan ini menjadi titik balik penting bagi keluarga yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak dan hidup dalam berbagai keterbatasan.

    Rumah baru tersebut dibangun lengkap dengan perlengkapan dasar, sehingga dapat langsung ditempati dengan aman dan nyaman. Tidak hanya itu, istri Miftahul Niam juga memperoleh bantuan kursus keterampilan serta Al-Qur'an sebagai dukungan untuk memperkuat ekonomi sekaligus spiritual keluarga.

    Usai menerima bantuan, Miftahul Niam tampak sangat bahagia dan terharu.
    "Seneng pak, seneng banget, puji syukur. Sebelumnya rumahnya seadanya. Saya sampai kagum dan tidak bisa mengungkapkan rasanya," ucapnya lirih. Meski kini memiliki rumah baru, ia menegaskan tetap akan bekerja keras seperti biasa sebagai pembuat kandang ayam.

    Ketua Pengurus BMT Fastabiq, Muhammad Ridwan, menegaskan bahwa program ini diprioritaskan bagi warga miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan papan. Menurutnya, pembangunan rumah bukan hanya soal menyediakan bangunan, tetapi juga menyangkut pemberdayaan keluarga penerima agar mampu mandiri secara ekonomi.

    "Kami memetakan kebutuhan masyarakat paling bawah. Yang paling mendesak adalah pangan dan papan, sehingga program ini menyasar keluarga yang sangat membutuhkan," jelasnya.

    Program Baiti Jannati di Kabupaten Pati kini memasuki realisasi kelima. Setelah sebelumnya banyak melakukan bedah kios, program kini lebih fokus pada pembangunan rumah karena kebutuhan papan dinilai paling mendesak bagi warga miskin.

    Camat Dukuhseti, Hartono, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya.
    "Program rumah ini sangat dibutuhkan warga miskin. Mereka sangat berharap bantuan seperti ini, dan ini benar-benar membantu mengurangi beban hidup," ungkapnya. Ia menambahkan masih banyak warga desa yang membutuhkan bantuan dasar seperti jamban layak, rumah RTLH, air bersih, dan listrik.

    Bantuan rumah dari BMT Fastabiq ini diharapkan menjadi awal perubahan kehidupan bagi keluarga Miftahul Niam. Selain meningkatkan kenyamanan tempat tinggal, program ini juga mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga serta menjadi harapan baru bagi warga miskin lainnya yang menantikan uluran tangan.


    Tuesday, November 25, 2025

    DPRD Pati Restui Pinjaman Rp 90 Miliar, Bunga 5,7%, Target Lunas Tahun 2029

    DPRD Pati Restui Pinjaman Rp 90 Miliar, Bunga 5,7%, Target Lunas Tahun 2029

    PATI, PATINEWSCOM

    Bupati Pati, Sudewo, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati yang digelar di Kantor DPRD Pati. Agenda utama rapat tersebut adalah persetujuan pinjaman daerah serta penetapan Rancangan APBD Tahun 2026.

    Dalam penyampaiannya, Bupati Sudewo menyebutkan bahwa DPRD Kabupaten Pati telah resmi menyetujui pinjaman sebesar Rp90 miliar yang telah diusulkan.

    "Anggota DPRD Kabupaten Pati telah menyetujui pinjaman yang kami usulkan sebesar 90 miliar yang itu semua akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan," ujarnya.

    Ia menegaskan bahwa percepatan perbaikan jalan menjadi prioritas agar kondisi infrastruktur pada tahun 2026 dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk mendorong pergerakan ekonomi daerah.

    Selain itu, DPRD juga menyetujui Rancangan APBD Tahun 2026 yang selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk dievaluasi paling lambat tiga hari kerja sejak penetapan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung pembangunan infrastruktur jalan serta normalisasi sungai untuk mengatasi tanggul jebol dalam rangka pengendalian banjir.

    Terkait mekanisme pinjaman, Sudewo menjelaskan bahwa seluruh proses telah ditempuh sesuai ketentuan.

    "Kalau soal pinjaman memang dari Bank Jateng, untuk mekanisme pinjaman sudah kami tempuh. Dulu kami usulkan di DPRD, dibahas di Banggar, kemudian dibahas di komisi-komisi, komisi naik lagi ke Banggar, dan sekarang Paripurna," jelasnya.

    Ia menambahkan, tindak lanjut setelah paripurna hanya menyisakan teknis administrasi dengan BPD Jateng, Pemerintah Provinsi, serta pemberitahuan lanjutan.

    Bupati juga memaparkan skema pengembalian pinjaman. Dengan bunga sekitar 5,6–5,7 persen, pengembalian dimulai tahun 2027 dan ditargetkan selesai tahun 2029.

    "Tiap tahun cicilannya kira-kira sekitar 33 miliar," terang Sudewo.

    Pemerintah Kabupaten Pati berharap langkah ini dapat mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. 


    Kepala MAN 2 Kudus Tepati Nadzar, Berikan Tabungan Umroh untuk Tiga Siswa Berprestasi OMI 2025

    Kepala MAN 2 Kudus Tepati Nadzar, Berikan Tabungan Umroh untuk Tiga Siswa Berprestasi OMI 2025

    Kudus — PNETWORK

    Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, resmi menepati nadzarnya dengan menyerahkan tabungan umroh kepada tiga peserta didik berprestasi peraih medali pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025. Penyerahan dilakukan di ruang kepala madrasah pada Senin (18/11) sebagai bentuk apresiasi atas capaian gemilang para siswa.

    Tiga peserta didik MAN 2 Kudus sebelumnya meraih prestasi membanggakan pada OMI 2025 yang digelar 10–14 November di Tangerang, Banten. Kompetisi resmi Kementerian Agama RI ini dirancang untuk meningkatkan daya saing peserta didik di bidang sains dan riset dengan tema "Innovation and Research in Science Youth and Digital Technology."

    OMI menghadirkan berbagai cabang lomba, mulai matematika, IPAS, IPA terpadu, IPS terpadu, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, Geografi, hingga riset kategori Sosial Sains Terpadu.

    Melalui seleksi ketat dari tingkat kabupaten hingga nasional, MAN 2 Kudus berhasil menempatkan tiga wakil terbaiknya:


    Medali Emas Fisika – Haidar Farid Islahudin (XII.6)

    Medali Perak Fisika – Hanif Fathin Puspito Zafran (XI.3)

    Medali Perunggu Ekonomi – M. Riva Yulianto (XII.1)



    Prestasi ini tidak hanya lahir dari kerja keras peserta didik, tetapi juga dari pembinaan intensif serta dukungan spiritual keluarga besar madrasah melalui istiqosah, sholawat, dan pembacaan doa Barzanji yang rutin dilantunkan.

    Sebagai bentuk penghargaan tertinggi, Ali Musyafak menyerahkan tabungan umroh dengan rincian:


    Medali emas: Rp 10.000.000

    Medali perak: Rp 7.500.000

    Medali perunggu: Rp 5.000.000



    Ali Musyafak menegaskan bahwa pemberian tabungan umroh merupakan bentuk komitmen, rasa syukur, sekaligus motivasi bagi seluruh peserta didik.


    "Anak-anak ini telah berjuang tanpa kenal lelah. Hadiah tabungan umroh ini adalah wujud penghargaan atas dedikasi mereka, sekaligus motivasi bagi peserta didik lain untuk tidak takut bermimpi dan berkompetisi," ujarnya.



    Pembimbing sains, Bukhori, turut menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi madrasah.


    "Semua ini berkat dukungan dan barokah doa Bapak/Ibu guru serta tenaga kependidikan. Maturnuwun," ungkapnya.



    Pembimbing ekonomi, Herni Mulyandari, juga memberikan apresiasi atas capaian siswanya.


    "Alhamdulillah, hasil tahun ini sangat membahagiakan. Anak-anak belajar dengan tekun, dan kami hanya berusaha mendampingi sebaik mungkin. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah," tuturnya.



    Keberhasilan MAN 2 Kudus di OMI 2025 menjadi bukti bahwa pembinaan akademik yang konsisten, budaya belajar yang kuat, dan dukungan spiritual dapat melahirkan generasi berprestasi. Penyerahan tabungan umroh ini diharapkan mampu memantik semangat seluruh peserta didik untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi di masa mendatang. 


    Pemkab Pati Genjot Kompetensi Digital Siswa Lewat Coding

    Pemkab Pati Genjot Kompetensi Digital Siswa Lewat Coding

    PATI, 24 November 2025 — Bupati Pati, Sudewo, menghadiri Sosialisasi Ekosistem Pembelajaran Coding untuk siswa SD dan SMP se-Kabupaten Pati yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati. Kegiatan ini mempertemukan para kepala sekolah sebagai langkah awal penguatan kompetensi digital bagi peserta didik.

    Bupati menegaskan pentingnya totalitas guru dalam proses belajar mengajar.

    "Kali ini, saya mengundang Kepala SD dan SMP Negeri se-Kabupaten Pati dengan arahan supaya para guru dalam proses belajar mengajar totalitas, tulus, ikhlas, dan menyayangi anak-anak sampai betul-betul mau belajar, menguasai ilmunya, dan juga membentuk suatu karakter yang baik," ujarnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan coding sebagai keterampilan masa depan. Bupati menjelaskan bahwa kehadiran pakar pembelajaran coding, Kasnadi, menjadi momentum bagi sekolah untuk mulai menerapkan kurikulum tersebut. 

    "Kami ingin supaya pembelajaran coding ini bisa dilaksanakan di semua sekolahan. Murid-murid itu bisa belajar pembelajaran coding karena bisa meningkatkan kreativitas, berpikir kritis, rasa tanggung jawabnya," tuturnya.

    Bupati menambahkan bahwa program ini selaras dengan regulasi pendidikan nasional. Ia menekankan bahwa pembelajaran coding bukan hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjawab kebutuhan generasi Indonesia Emas.

    "Kami akan support terus supaya pendidikan di Kabupaten Pati maju. Kalau maju berarti pembangunannya maju," pungkasnya.