Saturday, February 28, 2026

Ratusan Mualaf se-Kabupaten Pati Terima Santunan Ramadan





Ratusan Mualaf se-Kabupaten Pati Terima Santunan Ramadan


PATI, 28 Februari 2026 — Sebanyak sekitar 300 mualaf se-Kabupaten Pati menerima santunan dan bingkisan Ramadan dalam kegiatan Berkah Ramadan 1447 H di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (28/2). 

Program hasil kolaborasi Baznas Kabupaten Pati dan Rumah Mualaf MUI ini digelar untuk memperkuat dukungan moral, sosial, dan pembinaan keagamaan bagi para mualaf selama bulan suci.

Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial-keagamaan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan.

"Berkah Ramadan dirancang tidak sekadar sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai wujud nyata kasih sayang dan tanggung jawab sosial-keagamaan kepada saudara-saudara mualaf," tegas Chandra di hadapan para peserta.

Ia menambahkan, pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting agar para mualaf tidak merasa berjalan sendiri dalam menapaki kehidupan barunya sebagai muslim, sekaligus memperkuat posisi mereka di tengah masyarakat.

"Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata kepedulian dan kasih sayang kita bersama agar saudara-saudara mualaf semakin kuat menapaki jalan keislamannya," ujarnya.

Sementara itu, Plt. Ketua Baznas Kabupaten Pati, Sunarwi, menjelaskan bahwa terselenggaranya program tersebut tidak lepas dari kontribusi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pati melalui optimalisasi zakat dan sedekah.

"Kekuatan sedekah dan kepedulian ASN menjadi fondasi utama berjalannya program Berkah Ramadan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan," ujar Sunarwi.

Menurutnya, selain bantuan materiil, pembinaan keagamaan juga terus diperkuat melalui majelis taklim mualaf yang inklusif dan berkelanjutan, guna membangun rasa percaya diri serta mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para peserta.

Setiap penerima manfaat memperoleh paket bantuan berupa beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 kilogram, teh, mi instan 5 bungkus, 1 buah sajadah, dan uang tunai sebesar Rp 150 ribu. 

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan penguatan spiritual bagi para mualaf.

Dengan kolaborasi lintas lembaga, Pemkab Pati berharap dukungan kepada mualaf tidak berhenti pada momentum Ramadan, melainkan berlanjut melalui pendampingan yang terstruktur dan berkesinambungan.

Friday, February 27, 2026

Seribu Yatim di Kabupaten Pati Terima Santunan


Seribu Yatim di Kabupaten Pati Terima Santunan 


PATI, 26 Februari 2026 — Suasana Pendopo Kabupaten Pati terasa berbeda pada Kamis (26/2). Senyum polos anak-anak berpadu dengan haru, menghadirkan potret kemanusiaan yang sederhana namun penuh makna. 

Acara penyerahan santunan tersebut merupakan program rutin PT Sukun yang pada tahun 2026 ini telah memasuki pelaksanaan kesembilan. 

Di Kabupaten Pati sendiri, sebanyak 1.000 anak yatim menerima manfaat berupa bantuan uang tunai, sebagai upaya meringankan beban hidup sekaligus menguatkan harapan masa depan mereka.

Kehadiran Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dalam kegiatan tersebut menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah-langkah kemanusiaan yang lahir dari kolaborasi lintas sektor.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyebut kegiatan ini sebagai contoh konkret sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam menjawab persoalan sosial masyarakat.

Menurutnya, santunan tidak hanya dimaknai sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai bentuk perhatian yang memberi dampak psikologis dan sosial bagi anak-anak yatim serta kaum duafa. Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, sentuhan empati menjadi penguat agar mereka tetap tumbuh dengan rasa percaya diri dan semangat menjalani kehidupan.

Sementara itu, Corporate Secretary PT Sukun, Deka Hendratmanto, menyampaikan bahwa keberlanjutan perusahaan harus sejalan dengan kebermanfaatan bagi masyarakat. 

Menurutnya, perusahaan yang terus hidup dan berkembang memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan nilai tambah sosial melalui program CSR yang berkelanjutan.

Program santunan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa penyelesaian persoalan umat, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar kelompok rentan, membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dipanggil untuk berjalan beriringan, membangun kepedulian yang nyata, bukan sekadar wacana.

Plt. Bupati Pati pun dalam pidatonya, menyambut baik kegiatan yang menjadi bentuk sinergi kolaborasi yang kuat antara pihak swasta dan pihak pemerintah dalam mengatasi berbagai problematika umat, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar. 

"Lebih dari itu, santunan memang juga memiliki makna yang sangat dalam, yaitu untuk meringankan beban psikologis sosial anak-anak yatim dan kaum duafa," pungkasnya.

Thursday, February 26, 2026

Bukber, Kapolresta Pati Perkuat Sinergi dan Santuni Anak Yatim



Bukber, Kapolresta Pati Perkuat Sinergi dan Santuni Anak Yatim

PATI – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Aula Sarja Arya Racana, Rabu (25/2/2026) pukul 16.00 hingga selesai. Polresta Pati menggelar kegiatan buka puasa bersama insan pers serta santunan anak yatim sebagai wujud silaturahmi dan penguatan sinergitas antara kepolisian dan media.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi, didampingi Plt. Wakapolresta, para pejabat utama, serta Ketua Bhayangkari Cabang Kota Pati beserta pengurus. Turut hadir tokoh agama K.H. Ja'far Shodiq serta puluhan jurnalis dari berbagai media di Kabupaten Pati.

Sebanyak 30 santri dari Ponpes Al Istanah Plangitan Pati menerima santunan dalam momentum penuh berkah itu. Selain menjadi ajang berbagi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog yang cair antara kepolisian dan awak media, membahas dinamika kamtibmas hingga peran pers dalam menjaga kesejukan informasi publik.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Jaka Wahyudi menegaskan pentingnya kolaborasi yang sehat antara Polri dan media. Ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus persahabatan personal.

"Melalui silaturahmi ini, kami ingin memperkuat kerja sama dengan insan pers agar setiap kegiatan harkamtibmas, pelayanan, dan penegakan hukum dapat tersampaikan ke masyarakat secara cepat dan tepat," ujar Kombes Jaka.

Ia juga berharap media terus menggelorakan pemberitaan yang aktif dan positif demi menciptakan rasa aman dan nyaman di Kabupaten Pati. 

"Peran pers sangat strategis dalam menjaga optimisme publik serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan komitmen jajarannya dalam menjaga situasi tetap kondusif. 

"Kami terus berupaya menciptakan kamtibmas yang aman melalui langkah preventif maupun penegakan hukum yang profesional, termasuk memaksimalkan pengungkapan kasus tindak pidana," ungkapnya.

Menutup sambutan, Kapolresta juga menyinggung tantangan Polri menghadapi generasi milenial dan Gen Z yang sangat aktif di ruang digital.

 "Pendekatan humanis dan adaptif di media sosial menjadi kunci. Kami berharap rekan-rekan media dapat membantu menyebarkan informasi yang positif agar tercipta suasana yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah masyarakat," pungkasnya. 

Acara ditutup dengan kultum, doa bersama, serta buka puasa dalam suasana penuh kebersamaan dan berlangsung aman serta tertib.

(Humas Resta Pati)

Satuan Lalu Lintas Polres Rembang Terapkan E-Tilang Handheld, Tingkatkan Transparansi Penegakan Hukum




Rembang - Satlantas Polres Rembang mulai menerapkan e-tilang berbasis perangkat handheld dalam operasi penertiban lalu lintas. Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum lalu lintas.

Kamis (26/2/2026) pagi, Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ryan Mitha, memimpin sosialisasi e-tilang handheld di Jalan Diponegoro Rembang. "Dengan menggunakan e-tilang handheld, kita dapat mengurangi interaksi langsung antara pelanggar dan petugas di lapangan, sehingga meminimalkan potensi penyalahgunaan kewenangan," ujar AKP Ryan Mitha.

Pelanggaran kasatmata yang sering dijumpai di Kabupaten Rembang, seperti melawan arus, tidak menggunakan helm, dan menggunakan Ponsel saat berkendaraan, akan langsung diproses di lokasi menggunakan perangkat handheld. Pelanggar akan menerima barcode e-tilang sebagai bukti penindakan.

"Pelanggar tidak perlu datang ke pengadilan. Pembayaran denda tilang dapat dilakukan secara elektronik melalui BRI Virtual Account atau BRIVA," jelas AKP Ryan Mitha.

Satlantas Polres Rembang berharap penerapan e-tilang berbasis perangkat handheld ini dapat meningkatkan kepatuhan hukum masyarakat dalam berlalu lintas dan menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Rembang. "Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama," tutup AKP Ryan Mitha. 

Dana Desa 2026: Desa-Desa di Pati Didorong Lebih Ramah Lingkungan dan Berbasis Kinerja



Dana Desa 2026: Desa-Desa di Pati Didorong Lebih Ramah Lingkungan dan Berbasis Kinerja

Desa-desa di Kabupaten Pati memasuki tahun 2026 dengan arah kebijakan yang semakin terarah. Melalui PMK Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026, pemerintah menghadirkan pendekatan baru: Dana Desa yang lebih ramah lingkungan, lebih akuntabel, dan semakin berbasis kinerja.

Secara nasional, pagu Dana Desa tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp60,57 triliun. Anggaran ini tidak lagi sekadar dibagi merata, melainkan dihitung melalui kombinasi Alokasi Dasar, Afirmasi, Kinerja, dan Formula agar desa yang membutuhkan tetap terlindungi dan desa yang berprestasi mendapatkan penghargaan .

Salah satu pembaruan penting dalam regulasi terbaru adalah masuknya risiko perubahan iklim dan bencana sebagai dasar afirmasi anggaran. Desa dengan risiko tinggi terhadap perubahan iklim berpeluang memperoleh tambahan alokasi. 

Bagi Kabupaten Pati yang memiliki wilayah pesisir dan daerah pertanian yang sensitif terhadap cuaca ekstrem, kebijakan ini sangat relevan. Dana Desa kini tidak hanya membiayai pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan kesiapsiagaan desa menghadapi tantangan ke depan.

Pendekatan berbasis kinerja juga semakin ditegaskan. Desa yang menunjukkan tata kelola baik, transparansi APBDes, pelibatan masyarakat dalam musyawarah desa, pelaksanaan padat karya tunai, hingga capaian layanan dasar seperti posyandu aktif, penanganan stunting, dan kualitas akses internet desa, berpeluang memperoleh Alokasi Kinerja. Artinya, kerja baik dan tata kelola yang tertib mendapat apresiasi dalam bentuk dukungan fiskal tambahan.


Regulasi ini juga membatasi penggunaan Dana Desa untuk operasional pemerintah desa maksimal 3% dari pagu reguler.

 Kebijakan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Dana Desa harus lebih dominan diarahkan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, bukan untuk belanja rutin.


Dana Desa 2026 diprioritaskan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, mulai dari penanganan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, desa tangguh iklim dan bencana, layanan kesehatan dasar, program padat karya tunai, hingga pembangunan infrastruktur digital desa. Arah kebijakan ini sejalan dengan kebutuhan desa-desa di Pati yang terus berupaya meningkatkan produktivitas ekonomi dan kualitas layanan publik.


Di tingkat daerah, kebijakan ini diimplementasikan melalui mekanisme Transfer ke Daerah sebagai bagian dari APBN. Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui KPPN Pati, memastikan penyaluran Dana Desa berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan, sehingga desa dapat merencanakan pembangunan dengan lebih pasti.

Pada akhirnya, Dana Desa bukan sekadar angka dalam dokumen anggaran. Ia adalah harapan yang menjelma menjadi jalan desa yang lebih baik, layanan kesehatan yang lebih dekat, sawah yang lebih produktif, dan masyarakat yang semakin berdaya. 

Dengan semangat gotong royong dan tata kelola yang semakin baik, desa-desa di Kabupaten Pati memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih tangguh, lebih hijau, dan lebih mandiri. Pembangunan nasional dimulai dari desa, dan ketika desa bergerak maju, Pati pun ikut melangkah lebih kuat.


Penulis: Kurnia Rimadani dan Tim Humas KPPN

Wednesday, February 25, 2026

Patroli Dini Hari Gagalkan Adu Mekanik 25 Pemuda di Sukolilo, Polisi Wajibkan Absen Bareng Orang Tua




Patroli Dini Hari Gagalkan Adu Mekanik 25 Pemuda di Sukolilo, Polisi Wajibkan Absen Bareng Orang Tua

Pati - Upaya tawuran antar pemuda di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, berhasil digagalkan jajaran Polsek Sukolilo pada Rabu (25/2/2026) dini hari. Aksi yang melibatkan pemuda Dukuh Penggingwangi, Desa Kasiyan dan Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero itu dibubarkan sebelum bentrokan terjadi. Situasi wilayah pun kembali kondusif.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.20 WIB di jalan alternatif Sukolilo-Kudus, turut wilayah Dukuh Penggingwangi. Puluhan pemuda dari dua dukuh itu diduga telah bersiap untuk saling serang setelah sebelumnya terjadi kesalahpahaman di jalan.

Kapolresta pati melal ii Kapolsek Sukolilo, AKP Sahlan, menjelaskan insiden bermula saat rombongan pemuda Poncomulyo melintas sepulang dari wilayah Kayen. Saat melintas di Dukuh Penggingwangi, suara knalpot motor yang digeber memicu ketersinggungan warga setempat hingga berujung saling tantang.

"Awalnya hanya persoalan sepele, motor digeber saat melintas sehingga memicu emosi. Namun informasi itu cepat menyebar dan mengundang reaksi kelompok lain," ujar AKP Sahlan.

Menurutnya, setelah menerima informasi potensi keributan, personel yang tengah patroli rutin langsung bergerak menuju lokasi. Polisi mendapati dua kelompok pemuda telah berkumpul dan diduga akan melakukan tawuran.

"Anggota kami segera melakukan langkah persuasif dan pengamanan. Alhamdulillah belum sempat terjadi bentrokan fisik," tegasnya.

Sebanyak 17 pemuda dari Dukuh Poncomulyo dan 8 pemuda dari Dukuh Penggingwangi kemudian diamankan ke Mapolsek Sukolilo untuk didata dan dilakukan pembinaan. Orang tua masing-masing turut dipanggil guna menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

AKP Sahlan menegaskan pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang. 

"Kami lakukan mediasi dan kedua belah pihak sepakat membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Orang tua juga kami libatkan agar pengawasan lebih maksimal," katanya.

Selain itu, para pemuda yang terlibat diwajibkan melakukan absen rutin di Mapolsek Sukolilo sebagai bentuk kontrol dan pembinaan.

 "Langkah ini sebagai efek jera sekaligus pengawasan. Kami ingin mereka fokus pada kegiatan positif," imbuhnya.

Kapolsek menambahkan, patroli dini hari akan terus ditingkatkan untuk mencegah gangguan kamtibmas, terutama menjelang waktu sahur yang rawan gesekan antar kelompok pemuda. 

"Kami mengimbau masyarakat segera melapor jika mengetahui potensi konflik. Pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan," pungkas AKP Sahlan.

(Humas Resta Pati)

Buka Data, PDI Perjuangan Pastikan Rp 223 Triliun Dana MBG Berasal dari Anggaran Pendidikan


Buka Data, PDI Perjuangan Pastikan Rp 223 Triliun Dana MBG Berasal dari Anggaran Pendidikan

Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait sumber pendanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Partai berlambang banteng itu menegaskan, berdasarkan dokumen resmi negara, anggaran MBG tercantum dalam pos anggaran pendidikan pada APBN 2026.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, MY Esti Wijayati, menyampaikan klarifikasi ini dilakukan menyusul banyaknya pertanyaan dari kader di tingkat DPD, DPC, hingga masyarakat. Menurutnya, beredar narasi yang menyebut dana MBG berasal dari efisiensi kementerian/lembaga dan bukan dari anggaran pendidikan.

"Anggaran pendidikan sebesar Rp769 triliun merupakan mandatory spending 20 persen dari APBN dan APBD yang harus dialokasikan murni untuk pendidikan," ujar Esti dalam konferensi pers di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Ia memaparkan, dalam lampiran APBN yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden tentang Rincian APBN 2026, disebutkan bahwa dari total Rp769 triliun anggaran pendidikan tersebut, sebesar Rp223,5 triliun digunakan untuk program MBG.

"Data ini tercantum resmi dalam buku lampiran APBN. Kami merasa perlu menjelaskan secara gamblang agar masyarakat memahami sesuai dokumen negara," tegasnya.

Senada dengan Esti, Wasekjen DPP PDI Perjuangan Bidang Komunikasi, Adian Napitupulu, menepis klaim bahwa MBG sepenuhnya bersumber dari efisiensi anggaran kementerian/lembaga. Ia mengajak publik merujuk langsung pada produk hukum yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026.

Menurut Adian, dalam Penjelasan Pasal 22 UU tersebut disebutkan bahwa pendanaan operasional penyelenggaraan pendidikan termasuk untuk Program Makan Bergizi pada lembaga pendidikan umum maupun keagamaan.

Regulasi tersebut diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian APBN Tahun 2026, yang mencantumkan alokasi anggaran untuk Badan Gizi Nasional sebesar Rp223.558.960.490.

Adian menegaskan, langkah membuka data kepada publik bukan sekadar kritik politik, melainkan bentuk komitmen terhadap transparansi anggaran, penghormatan konstitusi, serta tata kelola keuangan negara yang akuntabel.


Jasa Raharja Paparkan Skema Terintegrasi pada Rakor Angkutan Lebaran 2026 Kemenhub




Jasa Raharja Paparkan Skema Terintegrasi pada Rakor Angkutan Lebaran 2026 Kemenhub

Jakarta, 25 Februari 2026 — Jasa Raharja menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada 24 Februari 2026 di Jakarta. Kehadiran ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kesiapan sistem transportasi nasional serta memastikan perlindungan optimal bagi masyarakat selama periode mudik dan arus balik Idulfitri.

Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dan diikuti oleh lintas kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, hingga BUMN sektor transportasi dan infrastruktur. Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, turut hadir memastikan kesiapan dukungan perlindungan dasar sejalan dengan kebijakan nasional pelayanan publik.

Dalam arahannya, Menteri Perhubungan menekankan pentingnya kesiapan teknis seluruh moda transportasi sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan aspek keselamatan terpenuhi, termasuk antisipasi lonjakan penumpang pada sektor penerbangan serta pengelolaan area penampungan kendaraan di pelabuhan agar tidak terjadi kemacetan pasca-Lebaran seperti periode sebelumnya.

Sementara itu, Jasa Raharja memaparkan skema kesiapan terintegrasi mulai dari pra-mudik, masa arus mudik, hingga arus balik. Bersama Korlantas Polri dan stakeholder terkait, perusahaan telah melakukan survei jalur dan pemetaan titik rawan kecelakaan. Petugas di 63 cabang dan 29 kantor wilayah juga melaksanakan ramp check bersama Ditlantas di masing-masing Polda.

Sebagai dukungan operasional, Jasa Raharja menyiapkan 25 pos pelayanan terpadu, termasuk check point di KM 81 untuk pengecekan kesehatan dan layanan pendukung di luar rest area. Perusahaan juga mengoptimalkan kolaborasi dengan rumah sakit guna memastikan proses penjaminan korban kecelakaan berjalan cepat melalui skema zero pending claim.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam menghadirkan pelayanan prima, memperkuat digitalisasi sistem santunan, serta memastikan negara hadir memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026 berlangsung.


MAN 2 Kudus Hadirkan “Ramadan Berkah, Ramadan Bahagia”, Murid Datang Lebih Awal untuk Ibadah




MAN 2 Kudus Hadirkan "Ramadan Berkah, Ramadan Bahagia", Murid Datang Lebih Awal untuk Ibadah

KUDUS – MAN 2 Kudus kembali menghadirkan program pembiasaan ibadah selama bulan suci Ramadan bertajuk "Ramadan Berkah, Ramadan Bahagia." Meski sesuai aturan jam kerja Ramadan dimulai pukul 08.00 WIB, seluruh warga madrasah justru hadir lebih awal, yakni pukul 07.00 WIB, untuk mengawali hari dengan amalan sunnah.

Program ini dirancang sebagai ikhtiar memaksimalkan keberkahan Ramadan sekaligus membangun karakter religius, kedisiplinan, dan kepedulian sosial murid. Sejak pagi, murid bersama guru dan tenaga kependidikan berkumpul di Mushola Nurul Iman untuk melaksanakan rangkaian ibadah berjamaah dengan penuh kekhusyukan.

Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak, menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum istimewa yang tidak boleh disia-siakan.

"Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa dan dinanti-nanti. Pada bulan ini setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Karena itu, saya mengajak seluruh warga madrasah untuk memaksimalkan kesempatan langka ini," ujarnya.

Penguatan Cinta Nabi dan Al-Qur'an

Sebagaimana hari efektif sebelumnya, lantunan mahalul qiyam terus dikumandangkan sebagai bentuk pendidikan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dalam program Ramadan, pembiasaan ini diperkuat dengan pembacaan Ya Muhaimin, sholawat bersama, serta tadarus Al-Qur'an melalui program One Day One Juz, sehingga dalam sehari murid membaca satu juz secara kolektif.

Suasana pagi di madrasah terasa khidmat. Lantunan ayat suci dan sholawat menggema dari mushola, membangun atmosfer spiritual yang menenangkan sekaligus mempererat kebersamaan.

Gerakan Satu Juta Shadaqah

Tak hanya aspek spiritual, program ini juga menanamkan kepedulian sosial melalui gerakan Satu Juta Shadaqah. Seluruh warga madrasah dibiasakan menyisihkan sebagian rezekinya untuk diinfakkan. Gerakan ini selaras dengan anjuran Kantor Wilayah Kementerian Agama dalam membudayakan infak sebagai pendidikan karakter dermawan.

Rangkaian Kegiatan Harian

Setiap pukul 07.00 WIB, murid melaksanakan shalat Isyraq, dilanjutkan shalat Dhuha, mahalul qiyam, pembacaan Ya Muhaimin, serta tadarus satu juz hingga pukul 08.00 WIB. Setelah itu, kegiatan belajar mengajar berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah.

Pada sore hari pukul 17.00 WIB, tayangan "Satu Hari Satu Kabar/Satu Hadis" yang diisi oleh KH Agus Nafi ditayangkan melalui kanal YouTube Mandua Kudus. Murid kemudian diminta meresensi tayangan tersebut sebagai bentuk penguatan literasi dan refleksi nilai keislaman.

Ali Musyafak meyakini program ini bukan sekadar meningkatkan kuantitas ibadah, tetapi membentuk karakter murid agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta mencintai Al-Qur'an.

"Dengan demikian, kita diharapkan menjadi pribadi yang saleh dan bertakwa kepada Allah, sehingga dosa-dosa kita diampuni," tuturnya.

Melalui "Ramadan Berkah, Ramadan Bahagia", MAN 2 Kudus berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum pembentukan generasi berilmu, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat, sehingga nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan di madrasah terus melekat dalam kehidupan sehari-hari para murid.


Tuesday, February 24, 2026

MTsN 1 Pati Hidupkan Ramadan Lewat Program Tamara dan Ngaji Kitab




MTsN 1 Pati Hidupkan Ramadan Lewat Program Tamara dan Ngaji Kitab

PATI – Mengisi bulan suci Ramadan 1447 H, MTsN 1 Pati menghadirkan dua program unggulan bertajuk Tamara (Tadarus Bersama Ramadan) dan Ngaji Kitab. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan spiritual sekaligus pembinaan karakter seluruh warga madrasah.

Seksi Keagamaan MTsN 1 Pati, M. Sururi Ma'ruf, menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam menjalankan ibadah selama Ramadan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan sekaligus ketakwaan dalam beramal ibadah, khususnya di bulan yang penuh berkah ini," terang Sururi, Selasa (24/2).

Program Tamara diikuti oleh siswa, guru, dan pegawai. Pelaksanaannya dilakukan setelah pembiasaan pagi, dipusatkan di ruang kelas serta masjid madrasah. Dengan bimbingan wali kelas dan guru pendamping, para siswa menargetkan khatam Al-Qur'an secara bertahap selama Ramadan. Sementara guru dan pegawai melaksanakan tadarus berdasarkan pembagian juz. Kegiatan ini berlangsung sekitar satu jam setiap hari.

Selain Tamara, madrasah juga menggelar Ngaji Kitab bagi guru dan pegawai. Kitab yang dikaji adalah Fathul Mu'in, salah satu kitab fikih yang membahas syariat Islam secara komprehensif. Kegiatan ini dilaksanakan usai salat Dzuhur di Masjid Baitul Makmur MTsN 1 Pati dengan menghadirkan tokoh agama setempat sebagai pemateri.

"Dalam Fathul Mu'in ditegaskan bahwa setiap amal ibadah, baik mahdhah maupun ghairu mahdhah, harus didasari pemahaman ilmu yang sesuai dengan syariat," jelas Sururi.

Kepala MTsN 1 Pati, Wahyu Hidayat, mengapresiasi antusiasme warga madrasah. Menurutnya, rangkaian kegiatan Ramadan ini memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pahala ibadah maupun peningkatan wawasan keagamaan.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh warga madrasah memperoleh pahala puasa sekaligus peningkatan pemahaman agama yang lebih mendalam," pungkasnya.


SKCK Polresta Pati Kini Serba Digital, Daftar dari Rumah Cetak di Kantor




SKCK Polresta Pati Kini Serba Digital, Daftar dari Rumah Cetak di Kantor

Pati, 24 Februari 2026
Pelayanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polresta Pati kini semakin mudah dan modern. Sejak diterapkannya sistem berbasis digital, para pemohon dapat mengisi data permohonan secara daring dari mana saja selama terhubung dengan jaringan internet.

Kapolresta Pati melalui Kasat Intelkam Polresta Pati, Kompol Moch Yusuf, mengatakan transformasi layanan ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, digitalisasi dilakukan untuk memangkas antrean serta mempercepat proses administrasi di kantor pelayanan terpadu.

"Sekarang masyarakat tidak perlu datang lama-lama hanya untuk mengisi formulir. Data bisa diinput dari rumah atau tempat kerja selama ada akses internet," ujar Kompol Moch Yusuf saat ditemui di ruang pelayanan SKCK, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, setelah data diisi secara online, pemohon tinggal datang ke Gedung Pelayanan Terpadu Polresta Pati untuk proses verifikasi dan pencetakan. Tahapan tersebut dinilai lebih efisien karena petugas tinggal mencocokkan data dan melakukan validasi akhir.

"Dengan sistem ini, waktu tunggu jauh lebih singkat. Kami ingin pelayanan lebih cepat, transparan, dan akuntabel," tegasnya.

Kompol Moch Yusuf juga menekankan bahwa biaya penerbitan SKCK tetap mengacu pada tarif resmi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 30.000. Ia memastikan tidak ada pungutan di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Tarifnya tetap Rp 30.000 sesuai aturan PNBP. Kami pastikan tidak ada biaya tambahan apa pun di luar ketentuan resmi," katanya.

Lebih lanjut, ia menyebut digitalisasi pelayanan SKCK merupakan langkah adaptif kepolisian dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Sistem ini juga dinilai meminimalkan kesalahan pengisian data karena pemohon dapat mengecek ulang sebelum mengirimkan formulir.

Salah satu pemohon, Naffi, mengaku merasakan langsung kemudahan tersebut. Ia mengatakan proses pengajuan menjadi lebih praktis karena bisa dilakukan dari rumah tanpa harus mengantre lama. 

"Lebih gampang sekarang, saya isi data lewat HP, datang ke kantor tinggal verifikasi dan cetak. Prosesnya cepat dan jelas biayanya," ujarnya.

(Humas Resta Pati)

Monday, February 23, 2026

Tongtek Berujung Adu Mekanik, Polsek Sukolilo Amankan Belasan Remaja




Tongtek Berujung Adu Mekanik, Polsek Sukolilo Amankan Belasan Remaja

PATI – Aksi tongtek menjelang sahur di wilayah Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, berujung perkelahian antar dukuh dan sempat viral di media sosial. Aparat dari Polsek Sukolilo bergerak cepat mengungkap kasus tersebut dan mengamankan sejumlah remaja yang terlibat.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 02.30 WIB di pertigaan Dukuh Tengahan, Desa Sukolilo. Tawuran melibatkan gabungan pemuda Dukuh Misik dan Dukuh Tengahan melawan pemuda Dukuh Sanggrahan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan menjelaskan, keributan dipicu kegiatan tongtek keliling menggunakan sound system yang melintas di wilayah Dukuh Sanggrahan. Saat melintas di depan lapangan futsal setempat, terjadi aksi saling ejek yang berujung pelemparan batu antar kelompok.

"Awalnya rombongan tongtek melintas, kemudian terjadi provokasi hingga saling lempar batu. Situasi sempat memanas, namun dapat dibubarkan warga bersama petugas piket," ujar AKP Sahlan, Senin (23/2/2026).

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan empat unit sepeda motor, di antaranya Honda PCX, Honda Beat, Honda Mega Pro, dan satu motor tanpa pelat nomor, serta sejumlah batu yang digunakan saat tawuran. Seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolsek Sukolilo.

Berdasarkan keterangan saksi dan penelusuran di lapangan, pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, tim Unit Reskrim Polsek Sukolilo berhasil mengidentifikasi dan mengamankan belasan remaja dari kedua kelompok. Mayoritas yang terlibat masih berstatus pelajar.

Kasus tersebut diselesaikan melalui mekanisme restorative justice dengan melibatkan pemerintah desa, pihak sekolah, serta orang tua masing-masing remaja. Para orang tua sepakat agar anak-anak mereka dibina dan tidak mengulangi perbuatannya.

Sebelumnya, unsur Muspika Kecamatan Sukolilo bersama pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat telah menggelar rapat koordinasi terkait larangan tongtek dan penggunaan sound horeg yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Polisi menegaskan akan terus melakukan pembinaan guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan.

(Humas Resta Pati)

Pengamanan Laut Juwana Mendadak Diperketat, Ini Alasannya




Pengamanan Laut Juwana Mendadak Diperketat, Ini Alasannya 


PATI, 23 Februari 2026 — Pengamanan dan pengaturan kapal di kawasan maritim Juwana diperketat. Hal ini terungkap saat Apel Bersama Tim Terpadu Maritim Juwana, yang digelar di Lapangan UPP Kelas III Juwana, Senin (23/2). 

Apel yang digelar sebagai langkah antisipasi kecelakaan laut dan penataan tambat-labuh kapal menjelang puncak arus kedatangan kapal Idul Fitri 2026 itu dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra. 

Sebelumnya, Pembentukan Tim Terpadu Maritim Juwana juga telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Pati Tahun 2026. 

Tim ini menjadi instrumen strategis Pemkab Pati untuk menjaga ketertiban aktivitas pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, serta alur Sungai Silugonggo yang menjadi jalur vital ekonomi pesisir.

"Kawasan maritim Juwana adalah urat nadi perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Pati. Aktivitas tambat-labuh, bongkar muat ikan, hingga pelelangan harus kita jaga bersama agar tetap aman dan produktif," tegas Chandra.

Ia menyampaikan masih terdapat tantangan di lapangan, antara lain penataan kapal yang belum tertib, potensi kebakaran kapal, serta aspek keamanan dan keselamatan pelayaran. 

Karena itu, tim akan memperkuat patroli keamanan, pengaturan tambat-labuh, mitigasi kebakaran, serta pemeriksaan kelengkapan alat keselamatan berlayar.

"Kunci keberhasilan tim ini adalah sinergi dan komunikasi yang solid. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus bergerak dalam satu komando dan satu tujuan," ujar Chandra.

Ia menambahkan, pendekatan humanis akan dikedepankan dalam pelaksanaan tugas. Namun, konsistensi penegakan aturan tetap menjadi prioritas demi keselamatan bersama dan keberlanjutan aktivitas ekonomi maritim.

"Dukungan pemilik kapal dan paguyuban nelayan sangat dibutuhkan. Tertib tambat-labuh, melengkapi alat keselamatan, dan memahami aturan pelabuhan adalah bentuk tanggung jawab bersama," tandasnya.

Usai apel, Plt. Bupati Pati bersama jajaran Tim Terpadu Maritim Juwana meninjau kawasan TPI II, TPI I Juwana, serta Pangkalan TNI AL Juwana, untuk memastikan kesiapan pengamanan dan penataan kawasan berjalan optimal.

Sunday, February 22, 2026

Kelangkaan DOC Broiler, Pemkab Pati dan Kementan Sepakati Distribusi 1.000 Box per Minggu




Kelangkaan DOC Broiler, Pemkab Pati dan Kementan Sepakati Distribusi 1.000 Box per Minggu

PATI, 22 Februari 2026 – Kelangkaan DOC FS Broiler (Day Old Chick Final Stock) sejak pertengahan 2024 mendorong Pemerintah Kabupaten Pati memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat. Rapat koordinasi strategis digelar di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (22/2), dipimpin Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda.

Rakor turut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU), Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Persaudaraan Peternak Mandiri Pati (PPMP), serta perwakilan perusahaan perunggasan. Agenda utama pertemuan adalah memastikan distribusi dan harga DOC lebih stabil agar usaha peternak tetap berjalan.

Chandra mengungkapkan kebutuhan DOC di Pati mencapai sekitar 33 juta ekor per tahun dengan lima hingga tujuh siklus pemeliharaan. Namun harga DOC melonjak dari kisaran Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per ekor, sehingga menekan biaya produksi peternak mandiri.

Secara nasional, pasokan DOC dipengaruhi pengaturan populasi induk PS dan GPS (Parent Stock dan Grand Parent Stock). Selain itu, distribusi banyak terserap perusahaan integrator, sehingga peternak mandiri membutuhkan kepastian akses pasokan.

"Dan akhirnya hari ini kita sepakati distribusi 1.000 box DOC per minggu untuk peternak mandiri," ujar Agung Suganda.

Kesepakatan tersebut dicapai antara PPMP dan perusahaan pembibitan unggas yang tergabung dalam GPPU sebagai respons atas kebutuhan riil peternak di wilayah Pantura, khususnya Kabupaten Pati. Pemerintah pusat bersama Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati akan melakukan pemantauan dan pengawasan agar distribusi berjalan sesuai komitmen.

Di lapangan, sebagian peternak sempat menunda siklus produksi akibat keterbatasan pasokan dan kenaikan harga. Kondisi ini berpotensi memengaruhi suplai ayam hidup serta stabilitas protein hewani masyarakat.

Pemkab Pati juga menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari pendataan kebutuhan per siklus, pembelian kolektif DOC, pengembangan hatchery lokal, hingga penguatan koperasi sebagai offtaker. Pengawasan harga, fasilitasi distribusi resmi, serta penguatan biosecurity menjadi bagian strategi menjaga daya saing sektor unggas daerah.

"Ini bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah. Dengan pasokan 1.000 box per minggu, kami harap produksi kembali normal dan harga ayam di Pati tetap stabil," tegas Chandra.

Pemkab optimistis melalui sinergi pusat dan daerah, ketersediaan DOC kembali terkendali dan keberlanjutan usaha peternak mandiri tetap terjaga.

Friday, February 20, 2026

Ramadan Berbagi, Polsek Tayu Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu




Ramadan Berbagi, Polsek Tayu Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu

PATI – Kepedulian kepada sesama kembali ditunjukkan jajaran Polsek Tayu melalui kegiatan Jum'at Berkah Ramadhan Berbagi dengan menyalurkan 100 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Kecamatan Tayu, Jumat (20/2/2026). Kegiatan sosial yang dimulai pukul 09.30 WIB itu menyasar sejumlah desa secara serentak.

Aksi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto, SH., MH didampingi Wakapolsek IPDA Lis Purnomo, Kanit Binmas AIPTU Suwaji, SAg, serta para Bhabinkamtibmas. Penyaluran bantuan dilakukan secara door to door maupun melalui perangkat desa agar tepat sasaran.

Sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada para lansia, buruh tani, tukang becak, serta warga prasejahtera lainnya. Pembagian dilakukan secara langsung oleh Kapolsek dan para pejabat utama Polsek Tayu, serta sebagian disalurkan melalui Bhabinkamtibmas di desa binaan masing-masing.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tayu AKP Aris Pristianto mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk empati dan kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di momentum Ramadhan yang penuh berkah.

"Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka," ujar AKP Aris.

Ia menegaskan, kegiatan Jum'at Berkah Ramadhan Berbagi tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi akan digelar rutin setiap pekan selama bulan Ramadhan sebagai wujud komitmen Polsek Tayu dalam mendekatkan diri dengan masyarakat.

"Kegiatan ini akan terus kami laksanakan secara rutin setiap minggu selama Ramadhan. Kami berharap kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambahnya.

AKP Aris juga menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara kepolisian dan warga. Menurutnya, hubungan yang harmonis akan menciptakan situasi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif.

"Alhamdulillah, selama pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat," pungkasnya.

(Humas Resta Pati)

Ramadan, Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik


Ramadan, Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah Naik

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Semarang Ngesti Nugraha meninjau Pasar Projo Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (20/2/2026). Tinjauan itu untuk memastikan stok dan stabilisasi harga bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga selama Ramadan.



Dalam tinjauan tersebut, Luthfi berkeliling pasar lalu berdialog dengan sejumpah pedagang dan pengunjung, untuk menanyakan mengenai harga-harga pangan. Diketahui, harga pangan di pasar tersebut relatif terkendali. Namun, terdapat beberapa kenaikan harga pada beberapa bahan pokok penting, misalnya cabai rawit merah dan bawang merah, yang harganya berada di atas harga acuan pembelian (HAP).



Di tengah tinjauan, Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan kepada Direktur Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk melakukan operasi pasar, terkait sejumlah bahan pokok yang mengalami kenaikan harga tersebut.



"Koordinasi dengan dinas atau instansi terkait," kata Luthfi, setelah mendengar keluh kesah pedagang.



Untuk memastikan stok pangan, stabilitas harga, dan keterjangkauan harga bahan pangan, Ahmad Luthfi melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, akan menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan tersebut akan diselenggarakan sampai Maret 2026 di seluruh kabupaten/ kota.



Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini mengatakan, Jawa Tengah mengalami surplus pangan dalam jumlah besar, khususnya beras. Namun ada peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan ini.



"Memasuki bulan Ramadan, 12 komoditas pangan strategis di Jawa Tengah stoknya semua masih aman," bebernya.



Rini menjelaskan, memang ada kenaikan harga pangan dalam beberapa minggu terakhir, khususnya memasuki Ramadan. Salah satu komoditas yang naik secara signifikan adalah cabai, di mana harga rata-rata di Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp80 ribu per kilogram di tingkat konsumen.



"Juga ada peningkatan beberapa komoditas pangan di tingkat konsumen, seperti daging ayam dan daging sapi. Sudah mulai naik tapi belum sampai batas HAP, jadi masih aman," jelasnya.



Terkait kenaikan harga cabai dan beberapa komoditas penting itu, kata Rini, juga dipengaruhi oleh peningkatan permintaan dari luar Jawa Tengah, khususnya dari Jakarta. Harga cabai di Jakarta saat ini menyentuh sekitar Rp100 ribu per kilogram, sehingga banyak pedagang yang mengirim ke sana.



"Akibatnya harga di Jawa Tengah ikut naik juga, meskipun tidak signifikan seperti di Jakarta," ujarnya.



Untuk mengatasi kenaikan harga cabai tersebut, pemprov telah melakukan sejumlah intervensi. Salah satunya, subsidi harga tingkat konsumen.



"Kita melakukan penugasan melalui JTAB, dengan menjual cabai dengan harga Rp65 ribu per kilogram, supaya masyarakat atau konsumen lebih bisa menjangkau," terang Rini.

#ramadhan #ifthar #fyp #virals #jangkauansemuaorang

Plt Bupati Pati Imbau Warga Agar Tak Terprovokasi Isu Pajak Kendaraan




Plt Bupati Pati Imbau Warga Agar Tak Terprovokasi Isu Pajak Kendaraan 


PATI, 20 Februari 2026 — Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi isu ajakan stop membayar pajak kendaraan yang belakangan ramai beredar di media sosial, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Hal itu ia sampaikan di sela-sela kunjungannya ke RSUD RAA Soewondo Pati, hari ini (20/2).

Lebih lanjut ia pun menegaskan bahwa membayar pajak merupakan kewajiban warga negara sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul maraknya informasi yang tidak utuh terkait Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Chandra meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

"Terkait isu yang berkembang, saya mengimbau masyarakat Kabupaten Pati untuk tetap taat membayar pajak kendaraan. Pajak kendaraan adalah kewajiban kita bersama dan hasilnya kembali untuk kepentingan publik, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan dasar," ujar Chandra.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri telah memastikan bahwa tidak ada kenaikan PKB pada tahun 2026. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dalam jumpa pers di Kantor Gubernur Jateng, Jumat (13/2).

"Kami tegaskan, posisi PKB tahun 2026 dibandingkan 2025 tidak ada kenaikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Sumarno menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah menginstruksikan agar segera dilakukan pengkajian terkait pemberian relaksasi atau keringanan PKB pada tahun ini. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

Menanggapi hal itu, Chandra kembali menekankan pentingnya literasi informasi di ruang digital. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar kebijakan publik dapat dipahami secara utuh dan tidak disalahartikan, sehingga iklim pembangunan dan kepercayaan publik tetap terjaga.

Terdakwa Kasus Pemblokiran Jalan di Pati Dibebaskan dari Semua Tuntutan




Terdakwa Kasus Pemblokiran Jalan di Pati Dibebaskan dari Semua Tuntutan


Pati – Sugito, terdakwa dalam perkara Nomor 202/Pid.B/2025.PN.Pti terkait kasus pemblokiran jalan pada 31 Oktober 2025, akhirnya dibebaskan setelah putusan dibacakan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Pati. Putusan tersebut disambut hangat oleh kuasa hukum terdakwa, Izzudin Arsalan, yang mengapresiasi pertimbangan matang majelis.

Dalam persidangan, Majelis Hakim mempertimbangkan secara seksama pledoi yang diajukan penasihat hukum Sugito. Dalam nota pembelaannya, kuasa hukum meminta agar terdakwa dijatuhi putusan seringan-ringannya serta dapat langsung dibebaskan setelah putusan dibacakan, sehingga bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

"Melalui putusan majelis hakim terhadap terdakwa Sugito hari ini, kami sangat mengapresiasi karena majelis telah mempertimbangkan dengan matang pledoi dari kuasa hukum yang meminta agar terdakwa segera dibebaskan setelah putusan dibacakan," ujar Izzudin Arsalan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas putusan yang dinilai adil.

Kasus ini sebelumnya menyita perhatian publik karena Sugito, seorang sopir truk, diduga terlibat dalam peristiwa pemblokiran jalan yang berdampak pada ketertiban umum. Dengan adanya putusan ini, pihak kuasa hukum berharap perkara tersebut menjadi pembelajaran bersama.

"Kami berharap kasus ini menjadi pembelajaran agar tindakan pemblokiran jalan tidak terulang kembali dan masyarakat dapat mengambil hikmah dari permasalahan ini," tambahnya.

Putusan tersebut sekaligus menegaskan prinsip peradilan yang menjunjung asas keadilan serta perlindungan hak setiap terdakwa untuk memperoleh pertimbangan hukum yang komprehensif dan objektif dari majelis hakim.


Thursday, February 19, 2026

Penutupan Tanggul Sungai Tuntang, Ditargetkan 3 Hari Selesai


Penutupan Tanggul Sungai Tuntang, Ditargetkan 3 Hari Selesai

GROBOGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung progres perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu (18/2/2026).



Kunjungan itu merupakan langkah lanjutan, setelah sebelumnya Gubernur Ahmad Luthfi juga melakukan tinjauan serupa, untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.



"Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan. Alhamdulillah, tinggal 2–3 hari lagi tanggulnya selesai," ujarnya.



Selain fokus pada titik yang rusak, Tak Yasin juga meminta pemerintah desa dan masyarakat aktif memantau kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang.



Menurutnya, banyak bagian tanggul yang membutuhkan perawatan rutin, agar tidak menimbulkan risiko baru saat curah hujan tinggi.



"Kalau ada yang membahayakan, segera dilaporkan ke kami. Nanti kami koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), supaya saat hujan tinggi, air susulan tidak mengakibatkan jebol lagi," tegas wagub.



Gus Yasin, sapaannya, menambahkan, penanganan kali ini tidak semata memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi, tetapi juga langkah antisipatif di seluruh bentang tanggul.



"Saat ini kita tidak hanya menangani yang jebol, tetapi juga sepanjang tanggul Kali Tuntang akan kita antisipasi semuanya," katanya.



Terkait kondisi warga terdampak, wagub menyampaikan, kebutuhan logistik relatif aman.



Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali Juana, Heri Santoso, menyebutkan, pihaknya telah memobilisasi sembilan alat berat untuk mempercepat penutupan tanggul di dua titik jebol.



"Per hari ini kami memobilisasi sembilan alat berat di dua lokasi. Titik pertama sekitar lima alat, terdiri satu dozer dan empat ekskavator. Titik kedua empat ekskavator. Kami juga menambah satu alat kecil untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul," ungkap Heri.



Menurutnya, target penutupan tanggul diproyeksikan selesai dalam tiga hari, setelah itu akan dilakukan penguatan tanggul dalam waktu tujuh hari.



"Insyaallah hari Jumat selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong," jelasnya.



Ditambahkan, BBWS juga terus melakukan pengawasan debit air, mengingat cuaca masih tergolong ekstrem. Pengendalian aliran Sungai Tuntang dilakukan melalui titik kontrol, sesuai prosedur operasional standar (SOP).



"Untuk Sungai Tuntang ada dua titik kontrol poin, salah satunya di Bendung Gelapan. Debit air yang masuk berasal dari Bancak maupun Rawapening. Rawapening bisa ditutup sementara, tetapi debit terbesar sebenarnya dari Bancak, yang belum memiliki kontrol poin buka-tutup debit," terangnya.



Heri menegaskan, kondisi cuaca menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.



"Cuaca sangat berpengaruh pada kegiatan di Sungai Tuntang," pungkasnya.



Sebagai informasi, Tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin (16/2/2026), mengakibatkan jalur provinsi Semarang-Grobogan terputus.



Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jateng akan memasang jembatan armco dalam satu pekan agar jalan raya bisa dilalui kembali


 #fyp #virals #story #jangkauansemuaorang

Temu Mitra SPPG, Plt Bupati Pati Soroti Keamanan Pangan MBG




Temu Mitra SPPG, Plt Bupati Pati Soroti Keamanan Pangan MBG

PATI, 19 Februari 2026 — Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menghadiri pertemuan Pembinaan Bagi Ahli Gizi dan Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ruang Penjawi, Setda Kabupaten Pati.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi, evaluasi, serta peningkatan kualitas layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Plt. Bupati Pati menegaskan bahwa pembinaan ini penting untuk memastikan seluruh pelaksanaan program SPPG berjalan sesuai standar, baik dari sisi keamanan pangan, kualitas menu, hingga proses penyajian dan distribusi.

Ia juga menyinggung adanya kejadian keracunan yang sempat terjadi pada (12/2) lalu di salah satu SMK Negeri dengan jumlah terdampak sekitar 26 orang. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, Chandra menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan, SPPG memberikan makanan kering kepada penerima manfaat. Untuk itu, ia mengimbau seluruh pengelola dan mitra agar lebih teliti dalam memastikan masa kedaluwarsa (expired) produk makanan kering serta menjaga kualitas penyimpanan sebelum didistribusikan.

Chandra juga menekankan pentingnya menjaga nama baik dan kualitas pelaksanaan program SPPG di lapangan.

"Saya berpesan agar SPPG benar-benar dijaga pelaksanaannya. Jangan sampai program ini tercoreng oleh hal-hal yang tidak baik. Selain itu, proses penyajian juga harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjamin," tegasnya.

Sementara itu, pertemuan pembinaan ini juga menjadi forum penguatan kapasitas bagi para ahli gizi dan mitra SPPG, mulai dari perencanaan menu, pengolahan, pengemasan, distribusi, hingga monitoring konsumsi secara berkala.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi, evaluasi, serta pengarahan kepada seluruh peserta sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pemenuhan gizi yang aman, sehat, dan tepat sasaran di Kabupaten Pati.

Tempat Hiburan Malam di Pati Jadi Sorotan saat Rakor Trantibum Ramadan




Tempat Hiburan Malam di Pati Jadi Sorotan saat Rakor Trantibum Ramadan


PATI, 19 Februari 2026 — Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menghadiri Rapat Koordinasi Rakor) Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) selama Bulan Ramadan di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati.

Rakor ini membahas kesiapan daerah dalam menjaga kondusivitas Ramadan, termasuk penegakan peraturan daerah dan pengaturan aktivitas masyarakat.

Dalam arahannya, Plt. Bupati Pati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati akan menegakkan Perda Nomor 8 Tahun 2013 terkait penutupan tempat hiburan malam selama Ramadan. 

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga ketertiban umum dan memberikan ruang bagi masyarakat menjalankan ibadah dengan khidmat.

"Terkait Perda Nomor 8 Tahun 2013, jadi Perda ini mengatur tentang pada saat Ramadan penutupan hiburan malam di Kabupaten Pati. Kesepakatannya harus ditutup H-7 dan H+7 Ramadan," kata Chandra.

Ia menambahkan, Pemkab Pati telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan dan penindakan di sejumlah titik, termasuk kawasan Ngemblok City. 

Menurutnya, masukan terkait rehabilitasi saat penertiban juga menjadi bahan perhatian, namun penindakan tetap harus dilakukan secara tegas dan terukur.

"Ngemblok City sudah kami koordinasikan bersama TNI, Polri, dan Satpol PP akan melakukan sidak di tempat tersebut. Tadi ada masukan terkait rehabilitasi pada saat penertiban, yaitu direhabilitasi di Solo," ujarnya.

Selain itu, Chandra juga menyinggung tradisi dan aktivitas masyarakat selama Ramadan. Ia menilai tongtek masih dapat dilakukan sepanjang tidak mengganggu ketertiban, lalu takbir keliling diperbolehkan di wilayah masing-masing, serta Pasar Ramadan diharapkan ke depan bisa dikemas lebih meriah.

"Tongtek ini kan budaya dari leluhur kita, cuma ya jangan sampai mengganggu dengan suara yang keras. Kalau tongtek masih sewajarnya untuk membangunkan sahur, saya kira masih diperbolehkan. Takbir keliling kalau selama masih di wilayahnya masing-masing dipersilakan. Pasar Ramadan kalau bisa tahun depan kita bikin lebih meriah lagi," pungkasnya.

Polantas Menyapa, Satlantas Polresta Pati Tegaskan Pelayanan SIM Transparan dan Humanis



Pati, Rabu 18 Februari 2026 – Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan Satlantas Polresta Pati melalui program Polantas Menyapa yang digelar di area pelayanan SIM (Satpas). Program ini menghadirkan edukasi langsung kepada masyarakat terkait seluruh tahapan pembuatan SIM baru sekaligus menegaskan komitmen pelayanan yang humanis dan bebas pungutan liar (pungli).

Sejak pagi hari, personel aktif menyambangi para pemohon SIM dan memberikan penjelasan rinci mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, ujian teori, hingga ujian praktik berkendara. Pendekatan persuasif dan komunikatif diterapkan agar masyarakat memahami prosedur secara jelas dan sistematis.

Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk transparansi pelayanan kepada masyarakat.
"Kami ingin memastikan seluruh tahapan pembuatan SIM dipahami dengan baik oleh pemohon, sehingga tidak ada ruang bagi praktik yang tidak sesuai aturan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelayanan publik harus mengedepankan sikap ramah dan profesional.
"Petugas hadir bukan hanya sebagai pelaksana administrasi, tetapi sebagai pemberi solusi dan pendamping masyarakat dalam setiap proses pelayanan," tegasnya.

Menurut Kompol Riki, transparansi biaya menjadi kunci membangun kepercayaan publik. Seluruh tarif telah diatur sesuai ketentuan resmi dan tidak ada biaya tambahan di luar aturan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan praktik pungli.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa SIM bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bukti kompetensi berkendara. Karena itu, setiap pemohon wajib memahami aturan dan etika berlalu lintas sebagai bagian dari upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.

Selain penjelasan administratif, petugas turut memberikan imbauan keselamatan, seperti pentingnya penggunaan helm standar, sabuk pengaman, serta kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan.

Sejumlah warga yang mengurus SIM menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang dinilai lebih terbuka, informatif, dan bersahabat. Melalui program ini, Satlantas Polresta Pati menunjukkan komitmennya menghadirkan pelayanan cepat, transparan, akuntabel, dan bebas pungli sebagai bagian dari transformasi Polri dalam memperkuat kepercayaan publik.

Wednesday, February 18, 2026

Satpol PP Pati Tertibkan Reklame dan Baliho Ilegal





Satpol PP Pati Tertibkan Reklame dan Baliho Ilegal

PATI, 18 Februari 2026 — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati, Tri Wijanarko, menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia untuk melakukan penertiban reklame dan baliho tidak berizin di wilayah Kabupaten Pati. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan wajah kota yang tertib, bersih, dan tertata.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pati, Tri Wijanarko, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional di Kota Bogor, sekaligus tindak lanjut instruksi Plt. Bupati Pati. Penertiban dilakukan bersama sejumlah perangkat daerah dan instansi terkait.

"Melaksanakan instruksi dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dalam RAKORNAS di Kota Bogor yang dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Indonesia bahwasanya untuk melaksanakan gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagaimana arahan dari Bapak Plt. Bupati Pati, kami bersama dinas-dinas terkait melaksanakan penertiban reklame, baliho, yang ada di wilayah Kabupaten Pati," kata Tri Wijanarko.

Ia menambahkan, penertiban tersebut dimaksudkan agar wilayah Kabupaten Pati bersih dari reklame dan baliho yang tidak berizin. Upaya serupa juga telah dilakukan di berbagai daerah lain di Indonesia, sehingga diharapkan tercipta keindahan dan kerapian lingkungan secara merata.

"Hal itu dimaksudkan supaya wilayah Kabupaten Pati bersih dari reklame dan baliho yang tidak berizin. Hal itu juga sudah dilaksanakan di kabupaten-kabupaten lain di seluruh Indonesia sehingga harapannya tercipta keindahan, kerapian di wilayah masing-masing," ujarnya.

Puting Beliung Terjang Desa Kebowan Winong, 21 Rumah Rusak




Puting Beliung Terjang Desa Kebowan Winong, 21 Rumah Rusak 

PATI — Angin puting beliung menerjang Desa Kebowan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Bencana alam yang datang secara tiba-tiba itu mengakibatkan kerusakan pada atap dan genting 21 rumah warga yang tersebar di beberapa RT, dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Peristiwa bermula dari hujan gerimis yang disertai angin kencang sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam waktu singkat, angin berubah menjadi puting beliung yang menyapu permukiman warga dan merusak atap rumah. Perangkat desa kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Winong pada pukul 13.15 WIB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan itu, personel piket Polsek Winong bersama SPKT, Bhabinkamtibmas, dan piket fungsi langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas melakukan pengamanan area, pendataan korban dan saksi, serta mencatat tingkat kerusakan yang dialami warga guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Winong AKP Gandhi Soeprijanto mengatakan bahwa respons cepat menjadi prioritas utama pihaknya dalam setiap kejadian bencana. "Begitu laporan kami terima, anggota langsung bergerak ke lokasi. Yang paling utama adalah memastikan keselamatan warga dan kondisi di lapangan tetap kondusif," tegasnya.

Ia menjelaskan, cuaca ekstrem di wilayah Winong terjadi secara mendadak. "Awalnya hanya gerimis dan angin kencang, namun tiba-tiba berubah menjadi puting beliung. Situasi seperti ini sangat berbahaya sehingga masyarakat harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca," ujar AKP Gandhi.

Selain melakukan pendataan dan pengamanan, Polsek Winong bersama Muspika dan perangkat desa juga menggelar kerja bakti di lokasi terdampak. Aparat dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing genting serta bagian atap rumah yang rusak agar lingkungan segera kembali aman dan layak dihuni.

"Polisi tidak hanya hadir untuk mencatat dan melapor, tetapi juga membantu langsung warga yang terdampak. Ini adalah bentuk pelayanan dan kepedulian kami kepada masyarakat," kata AKP Gandhi.

Hingga Rabu sore, situasi di Desa Kebowan dilaporkan aman dan kondusif. Warga mulai memperbaiki rumah masing-masing dengan dibantu aparat dan pemerintah setempat. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap memberikan bantuan serta pengamanan jika masih dibutuhkan," pungkas AKP Gandhi.

(Humas Resta Pati)

Dirut Jasa Raharja Kunjungi Komunitas Ojol Rawa Buaya, Perkuat Budaya Keselamatan Jalan




Dirut Jasa Raharja Kunjungi Komunitas Ojol Rawa Buaya, Perkuat Budaya Keselamatan Jalan

Jakarta, 18 Februari 2026 – Jasa Raharja terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem keselamatan transportasi nasional melalui kolaborasi langsung dengan komunitas pengemudi ojek online (ojol). Komitmen tersebut diwujudkan lewat kunjungan kerja Direktur Utama Muhammad Awaluddin ke Basecamp Ojol Rawa Buaya, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Awaluddin didampingi Kepala Kanwil Utama DKI Jakarta Radito Risangadi. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara perusahaan, insan wilayah DKI Jakarta, stakeholder, serta komunitas transportasi dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

Awaluddin menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan. Menurutnya, peningkatan literasi dan kapasitas komunitas merupakan fondasi penting dalam menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.

"Budaya safety lahir dari kesadaran dan keterlibatan bersama. Kami ingin mendorong para pengemudi menjadi pelopor keselamatan sekaligus bagian dari solusi ketika terjadi kondisi darurat di jalan," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan juga menggelar pengobatan gratis bagi pengemudi ojol dan warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial. Selain itu, dilaksanakan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD) guna meningkatkan kapasitas komunitas sebagai first responder saat terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sebagai bentuk empati menyambut bulan suci Ramadan, bantuan sembako turut disalurkan kepada anggota komunitas dan warga sekitar. Langkah ini diharapkan dapat mempererat hubungan kemitraan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.

Ketua URC Gojek Baruta Koordinator Wilayah Jakarta Barat, Dodi, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan perhatian Jasa Raharja. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas komunitas, tetapi juga memperkuat semangat keselamatan di jalan raya.

Melalui kolaborasi ini, Jasa Raharja menegaskan perannya dalam menghadirkan perlindungan yang inklusif, responsif, dan berorientasi pada keselamatan publik sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.


Penemuan M4yat Tanpa Identitas di Sungai Tambak Ngasem Gegerkan Warga Gembong




Penemuan M4yat Tanpa Identitas di Sungai Tambak Ngasem Gegerkan Warga Gembong

PATI — Aparat Polsek Gembong bergerak cepat mengevakuasi sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Tambak Ngasem, wilayah Dukuh Wonosemi, Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (18/2/2026) pagi. Penemuan ini menggegerkan warga sekitar karena jasad ditemukan di jalur sungai yang biasa digunakan warga menuju area perkebunan.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Gembong AKP Lilik Supardi menjelaskan, jasad pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh seorang warga bernama Tamboh saat hendak menuju kebunnya di sekitar aliran sungai tersebut.

"Saksi melihat tubuh manusia terapung di sungai, lalu segera menghubungi warga lain dan diteruskan kepada kepala desa hingga akhirnya dilaporkan ke kami. Petugas Polsek Gembong langsung bergerak ke lokasi," ujar AKP Lilik Supardi.

AKP Lilik Supardi menegaskan, begitu menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polresta Pati serta tenaga medis dari Puskesmas Gembong. 

"Kami tidak ingin kehilangan waktu. Setiap menit sangat penting untuk menjaga kondisi jenazah dan memastikan proses identifikasi bisa dilakukan secara maksimal. Karena itu kami langsung mengamankan TKP dan mengevakuasi korban sesuai prosedur," jelasnya.

Lebih lanjut, AKP Lilik Supardi menerangkan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat kondisi mayat yang sudah cukup lama berada di air. 

"Kami mengutamakan keselamatan petugas dan menjaga keutuhan jasad. Semua langkah dilakukan secara profesional agar tidak menghilangkan petunjuk penting yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan," tegas Kapolsek.

Menurut AKP Lilik Supardi, setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke Kamar Jenazah RSUD RAA Soewondo Pati untuk dilakukan pemeriksaan medis. 

"Pemeriksaan oleh dokter sangat krusial untuk mengetahui penyebab kematian, apakah ada tanda-tanda kekerasan atau indikasi lain yang mengarah pada tindak pidana. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan resmi," ungkapnya.

Kapolsek juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabat untuk segera melapor. 

"Ciri-ciri korban adalah laki-laki, tinggi sekitar 150 sentimeter, rambut pendek berwarna putih, mengenakan kemeja lengan pendek biru navy dan celana pendek hitam, dengan perkiraan usia 50 hingga 60 tahun. Kami berharap masyarakat bisa membantu proses identifikasi ini," tutur AKP Lilik Supardi.

AKP Lilik Supardi menambahkan, pihak kepolisian akan terus mendalami temuan ini dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri kemungkinan korban berasal dari wilayah sekitar maupun luar daerah. 

"Kami tidak menutup kemungkinan apa pun, baik kecelakaan, sakit, maupun faktor lain. Semua akan kami telusuri secara menyeluruh agar kebenaran bisa terungkap," ujarnya.

Sementara itu, aparat Polsek Gembong tetap melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi penemuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Kami ingin memastikan situasi tetap kondusif dan masyarakat tidak panik. Kami juga mengajak warga untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian," pungkas AKP Lilik Supardi.

(Humas Resta Pati)

Tuesday, February 17, 2026

Doa Buka Puasa Ramadan


Doa Buka Puasa Ramadan

Menjelang waktu magrib, saat azan berkumandang dan waktu berbuka tiba, mari kita awali dengan doa penuh syukur kepada Allah SWT.

Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَىٰ رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Latin:
Allahumma laka shumtu, wa bika aamantu, wa 'alaika tawakkaltu, wa 'ala rizqika afthartu.

Artinya:
"Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."


Semoga setiap tegukan air dan suapan pertama saat berbuka menjadi saksi ketaatan kita, serta Allah SWT menerima seluruh amal ibadah puasa Ramadan kita. Aamiin.

#ramadhan #puasa #virals #fyp #jangkauansemuaorang #story

Doa Niat Puasa Ramadan


𝗡𝗶𝗮𝘁 𝗣𝘂𝗮𝘀𝗮 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗱𝗮𝗻 1447 𝗛

Sahabat Muslim, sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan, mari kita luruskan niat hanya karena Allah SWT.

Niat puasa Ramadan dapat dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar:

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta'ālā.

Artinya:
"Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."

Semoga Allah SWT menerima puasa kita, menguatkan niat, serta menjadikan Ramadan 1447 H sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan meraih keberkahan. Aamiin.

#hilal #ramadhan #puasa #virals #fyp #jangkauansemuaorang #story

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa pada 18 Februari 2026, Ini Penjelasannya


Muhammadiyah resmi menetapkan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut disampaikan melalui mekanisme hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhamad Rofiq Muzakkir, menjelaskan bahwa keputusan ini memantik diskusi kritis di tengah masyarakat, khususnya terkait penggunaan posisi hilal di kawasan Alaska sebagai bagian dari sistem kalender global.

Menurutnya, muncul pertanyaan publik tentang bagaimana mungkin umat Islam di Indonesia memulai puasa lebih dahulu, sementara parameter hilal di lokasi rujukan global seperti Alaska baru terpenuhi beberapa jam kemudian.

"Keberatan ini wajar terjadi akibat benturan antara logika kalender lokal yang berbasis visibilitas langsung dengan logika kalender global yang bersifat sistemik," ujarnya, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Selasa (17/2/2026).

Rofiq menegaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan pendekatan kalender Islam global berbasis hisab, bukan semata-mata rukyat lokal. Dalam sistem tersebut, ketika secara astronomis hilal sudah wujud (telah terjadi ijtimak dan bulan berada di atas ufuk), maka bulan baru dinyatakan dimulai tanpa menunggu keterlihatan hilal di satu wilayah tertentu.

Pendekatan ini berbeda dengan metode rukyatul hilal yang digunakan pemerintah, yang menggabungkan hisab dan konfirmasi pengamatan langsung di wilayah Indonesia.

Dengan penetapan tersebut, warga Muhammadiyah dijadwalkan mulai menjalankan ibadah puasa pada Rabu, 18 Februari 2026, sementara pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026 melalui sidang isbat.

Perbedaan ini kembali menunjukkan dinamika ijtihad dalam penentuan kalender Hijriah di Indonesia, yang diharapkan tetap disikapi dengan saling menghormati dan menjaga persatuan umat.

#hilal #ramadhan #puasa #virals #fyp #jangkauansemuaorang #story

PDC CONNECT 2026: Ajang Studi Banding dan Leadership Training Pererat Sinergi Forum KIP-K se Semarang Raya



Semarang, 14–15 Februari 2026  Sebanyak 75 mahasiswa penerima KIP Kuliah yang terdiri dari 75 peserta studi banding dan 27 peserta Malam Keakraban (Makrab) bersatu dalam momentum besar bertajuk PDC CONNECT 2026: Studi Banding & Leadership Training. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pengurus Cabang Permadani Diksi Nasional  Semarang Raya ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi, membangun kepemimpinan, dan menyatukan arah gerak Forum KIPK se-Semarang Raya menuju organisasi yang lebih progresif dan berdampak.

Ketua Pelaksana, Praja Adi Dharma, dalam sambutannya menegaskan bahwa PDC CONNECT 2026 menjadi titik awal lahirnya kolaborasi yang lebih kuat antar Forum KIPK.

"Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan, tetapi momentum untuk menyatukan semangat, memperkuat solidaritas, dan membangun Forum KIPK yang lebih solid, progresif, dan siap menghadapi tantangan organisasi ke depan," ujarnya.

Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ketua umum PDKN Cabang Semarang Raya, Bahtiar Hanafi Wiradana, S.Pi., yang menekankan bahwa PDC CONNECT 2026 merupakan program terobosan dalam masa kepengurusan baru.

"PDC CONNECT 2026 merupakan program strategis yang dirancang untuk menjadi ruang bertukar gagasan, memperluas wawasan kepemimpinan, serta mempererat hubungan antar Forum KIPK se-Semarang Raya. Harapannya, kegiatan ini mampu menjadi fondasi kuat bagi pengembangan organisasi yang lebih terarah dan berkelanjutan," ungkapnya.

Rangkaian kegiatan hari pertama, Sabtu (14/2), diawali dengan registrasi peserta, pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Bidikmisi, serta sambutan dari Ketua Pelaksana dan Ketua PDKN Semarang Raya. Suasana kegiatan berlangsung khidmat namun penuh semangat, mencerminkan antusiasme tinggi dari para peserta yang hadir dari berbagai perguruan tinggi.

Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi kepemimpinan dua dimensi (two-dimensional leadership) yang disampaikan oleh Muhammad Imron Hamza S.M dan Rani Khairunnisa, mereka menekankan keseimbangan antara kemampuan manajerial dan kemampuan interpersonal. Materi ini menjadi bekal penting dalam membentuk pemimpin organisasi yang adaptif, komunikatif, dan visioner.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan program kerja masing-masing Forum KIPK kampus. Setiap forum mempresentasikan program unggulan, strategi pengembangan organisasi, serta inovasi yang dirancang untuk memperkuat eksistensi forum. Diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, menunjukkan semangat kolaborasi dan keinginan untuk berkembang bersama.

Momentum kebersamaan semakin terasa dalam sesi Malam Keakraban (Makrab) yang diikuti oleh 27 peserta terpilih pada Sabtu malam hingga Minggu (15/2). Makrab menjadi ruang eksklusif untuk mempererat hubungan emosional antar pengurus forum dan membangun rasa kebersamaan yang lebih kuat.

Salah satu sesi utama Makrab adalah Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin oleh Niko Ardiyansyah. Dalam sesi ini, peserta berdiskusi secara mendalam mengenai tantangan organisasi, strategi penguatan forum, serta arah pengembangan kepemimpinan ke depan. Diskusi berlangsung dinamis, terbuka, dan penuh semangat, menghasilkan berbagai gagasan konstruktif yang memperkuat visi bersama.

Selain FGD, kegiatan Makrab juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman, refleksi kepemimpinan, serta berbagai aktivitas kebersamaan yang menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Interaksi yang terbangun tidak hanya mempererat hubungan antar individu, tetapi juga memperkuat ikatan antar Forum KIPK sebagai satu kesatuan.

Secara keseluruhan, PDC CONNECT 2026 menjadi lebih dari sekadar kegiatan studi banding. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan solidaritas, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta komitmen bersama untuk membangun Forum KIPK yang lebih solid, adaptif, dan berdampak.

Melalui kegiatan ini, PDKN Semarang Raya menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, solidaritas, dan semangat kolaborasi untuk membawa perubahan positif di masa depan.

Dinkes Pati Tegaskan Tak Terima Insentif Pajak


PATI – Dinas Kesehatan Kabupaten Pati memberikan klarifikasi resmi terkait permintaan penjelasan dari salah satu media online mengenai insentif pajak yang dikaitkan dengan retribusi pelayanan kesehatan tahun 2025.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo, S.STP, MM, saat dikonfirmasi  melalui pesan WhatsApp, Selasa (17/2/2026), membenarkan adanya surat permintaan klarifikasi tersebut.

"Benar ada surat terkait klarifikasi perihal insentif pajak kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pati," jelas Luky.

Menindaklanjuti surat tertanggal 14 Januari 2026 itu, Dinas Kesehatan telah memberikan jawaban resmi pada 15 Januari 2026. Dalam surat balasan tersebut ditegaskan bahwa institusinya tidak menerima insentif pajak sebagaimana yang dipertanyakan.

Luky memaparkan sejumlah poin penting. Pertama, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Pati Nomor 13 Tahun 2024, pemberian dan pemanfaatan insentif pemungutan retribusi daerah maksimal sebesar 5 persen dari pendapatan yang dihasilkan oleh perangkat daerah penghasil, bukan dari total seluruh pendapatan pajak daerah.

Kedua, Dinas Kesehatan bukan perangkat daerah penghasil pajak. Pendapatan dari retribusi pelayanan kesehatan dikelola oleh Puskesmas dan Labkesda sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD).

Ketiga, Kepala Dinas Kesehatan tidak menerima insentif pajak karena tidak secara langsung menghasilkan retribusi pelayanan kesehatan.

Artinya, insentif tersebut hanya melekat pada unit kerja yang secara langsung menghasilkan pendapatan, bukan pada seluruh jajaran dinas.

Permintaan klarifikasi dari media sebelumnya diajukan sebagai bentuk kontrol publik dan transparansi, merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Luky menegaskan bahwa keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Ia berharap dengan penjelasan resmi ini tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Keberadaan media diharapkan menjadi corong informasi yang benar dan berimbang, sesuai data dan fakta, bukan berdasarkan asumsi semata," pungkasnya.



 #virals #fyp #jangkauansemuaorang #story