Friday, April 3, 2026

Babinsa Kedumulyo Dampingi Pembangunan KDKMP, Dorong Kesejahteraan dan Kemandirian Desa




Dalam rangka mendukung program pemerintah pembangunan di wilayah binaan, Babinsa Desa Kedumulyo Koramil 09 /Sukolilo Kodim 0718/Pati Sertu Budiarto melaksanakan kegiatan pendampingan pembangunan KDKMP di Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati pada Jum'at (3/4/2026).

Kegiatan pendampingan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan peran aktif TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur desa.

Sertu Budiarto selaku Babinsa turut memonitor proses pembangunan serta berkoordinasi dengan aparat desa dan masyarakat setempat guna memastikan pekerjaan berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Hingga saat ini, proses pembangunan KDKMP telah mencapai 100 persen.

"Selain itu, kehadiran kami di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi serta meningkatkan semangat gotong royong warga dalam mendukung pembangunan di desa," tutur Sertu Budiarto di sela-sela kegiatan.

"Dengan adanya pembangunan KDKMP ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kedumulyo serta menunjang peningkatan kesejahteraan dan perekonomian warga setempat," pungkasnya.

Thursday, April 2, 2026

Harga Plastik Naik Drastis Hingga 100 Persen, UMKM Tertekan, Ini Penjelasannya


Harga plastik di pasaran mengalami lonjakan drastis hingga hampir 100 persen pada akhir Maret 2026. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh berbagai faktor global dan domestik yang saling berkaitan, sehingga berdampak langsung pada pelaku usaha, khususnya sektor UMKM.

Salah satu penyebab utama adalah konflik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu pasokan naphta, bahan baku utama dalam produksi plastik. Wilayah tersebut diketahui menyumbang sekitar 25 persen ekspor polietilen dan polipropilen dunia, sementara Indonesia masih bergantung hingga 60 persen pada impor bahan baku plastik dari kawasan tersebut.

Gangguan distribusi di jalur strategis seperti Selat Hormuz turut memperparah kondisi, sehingga pasokan bahan baku menjadi terbatas dan memicu kenaikan harga secara global.

Selain itu, lonjakan harga minyak dunia juga menjadi faktor penting. Plastik yang berbasis bahan bakar fosil sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak. Ketika harga minyak meningkat, biaya produksi plastik ikut terdongkrak.

Di sisi lain, kenaikan biaya logistik dan operasional akibat mahalnya bahan bakar serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin menambah beban industri. Kondisi ini membuat harga plastik di tingkat distribusi hingga ritel ikut melonjak tajam.

Ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor juga menjadi persoalan mendasar. Hingga saat ini, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri plastik secara mandiri, sehingga gejolak global sangat berpengaruh terhadap harga di dalam negeri.

Kenaikan harga ini pun dikeluhkan para pedagang dan pelaku UMKM. Mereka mengaku harus mengeluarkan modal lebih besar untuk membeli bahan plastik, sementara daya beli konsumen tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

"Modal jadi jauh lebih besar, tapi harga jual tidak bisa langsung dinaikkan. Ini sangat memberatkan," keluh salah satu pelaku usaha.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menekan keberlangsungan usaha kecil, terutama yang sangat bergantung pada bahan kemasan plastik dalam operasional sehari-hari.

#virals #fyp #jangkauansemuaorang #jateng #plastik

Babinsa Geritan Aktif Dampingi dan Cek Pembangunan KDKMP, Pastikan Kualitas dan Manfaat bagi Warga




PATI – Peran aktif aparat kewilayahan kembali terlihat dalam mendukung program pemerintah. Babinsa Desa Geritan Koramil 01/Pati Kodim 0718/Pati, Serda Luluk Lukito, melaksanakan pendampingan sekaligus pengecekan langsung progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah binaannya, Kamis (2/4/2026).

Di tengah berlangsungnya pembangunan, Serda Luluk Lukito secara rutin turun ke lapangan untuk memantau perkembangan pekerjaan, sekaligus memastikan setiap tahapan berjalan sesuai perencanaan. Tidak hanya itu, ia juga melakukan pengecekan terhadap kualitas material yang digunakan agar hasil pembangunan benar-benar maksimal.

"Pendampingan ini kami lakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar, baik dari segi pekerjaan maupun materialnya. Harapannya, KDKMP ini nantinya bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," ungkapnya.

Kehadiran Babinsa tidak hanya sebatas pengawasan, namun juga menjadi bagian dari upaya mendorong semangat gotong royong serta mempercepat realisasi program pembangunan di desa.

Program KDKMP sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa. Melalui keberadaan koperasi ini, diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi, mulai dari distribusi kebutuhan pokok hingga penampungan hasil produksi masyarakat.

Selain itu, KDKMP juga diharapkan dapat memotong rantai distribusi yang panjang, meningkatkan nilai jual hasil produksi warga, serta menjadi sarana penyaluran bantuan pemerintah secara tepat sasaran.

Dengan adanya pendampingan dan pengecekan langsung oleh Babinsa serta dukungan dari masyarakat, pembangunan KDKMP di Desa Geritan diharapkan dapat berjalan lancar, berkualitas, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan warga.

Penemuan Kerangka Manusia di Perbukitan Blekutuk Gembong Pati, Polisi Lakukan Penyelidikan


Penemuan Kerangka Manusia di Perbukitan Blekutuk Gembong Pati, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pati, 1 April 2026 – Warga Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan perbukitan Blekutuk pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani saat hendak menuju kebunnya.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Gembong, AKP Lilik Supardi, S.H., menjelaskan bahwa penemuan itu bermula ketika saksi bernama Sarmin melihat adanya kerangka manusia di lahan garapannya yang berada di bawah pohon kopi. "Saat saksi menuju kebun, ia menemukan kerangka manusia dan langsung melaporkan kepada warga lain serta Bhabinkamtibmas," ujar AKP Lilik.

Setelah menerima laporan sekitar pukul 12.30 WIB, jajaran Polsek Gembong bersama Unit Identifikasi Polresta Pati, BPBD Kabupaten Pati, serta tim medis dari Puskesmas Gembong segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal. "Kami langsung bergerak cepat menuju TKP bersama tim gabungan untuk memastikan kondisi dan melakukan langkah awal penanganan," lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, diketahui bahwa kondisi jasad sudah berupa kerangka dengan sebagian kecil jaringan tubuh yang masih menempel. Dokter dari Puskesmas Gembong, dr. Wakhyudin, menyampaikan bahwa kerangka tersebut diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua bulan.

AKP Lilik mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kerangka diduga berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 165 cm. "Dari struktur tulang, khususnya bagian pinggang, diperkirakan korban adalah laki-laki, dengan tinggi kurang lebih 165 sentimeter," jelasnya.

Selain itu, korban diketahui mengenakan pakaian berupa baju hem lengan panjang warna hijau, celana panjang hitam, serta sandal jepit berwarna merah. Namun hingga saat ini identitas korban masih belum diketahui. "Kami belum dapat memastikan identitas korban, sehingga masih dilakukan pendalaman lebih lanjut," tambah AKP Lilik.

Ia juga menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tulang korban. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian. "Secara kasat mata tidak ditemukan bekas kekerasan, namun kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian," tegasnya.

Saat ini, kerangka manusia tersebut telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD RAA Soewondo Pati untuk proses identifikasi lebih lanjut. AKP Lilik mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor. "Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera menghubungi pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi," pungkasnya.

(Humas Resta Pati)

Universitas Diponegoro Jajaki Program Beasiswa Kurang Mampu untuk Warga Pati




Universitas Diponegoro Jajaki Program Beasiswa Kurang Mampu untuk Warga Pati 


PATI, 1 April 2026 — Universitas Diponegoro (Undip) menjajaki peluang beasiswa penuh bagi warga kurang mampu, sekaligus menjajaki pengembangan kampus di daerah, dalam pertemuan dengan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati, hari ini. 

Hal itu dilakukan UNDIP sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Pertemuan tersebut dihadiri Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dan Direktur Akademik UNDIP, Siswo Sumardiono. 

Diskusi berlangsung konstruktif dengan fokus pada penjajagan peluang kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Pati.

"Jadi, rencana kami adalah bagaimana putra-putra terbaik Pati yang tidak memiliki kemampuan untuk melanjutkan studi nanti mendapatkan beasiswa dari Kabupaten Pati untuk bisa menempuh pendidikan di Jepara yang notabene jaraknya relatif lebih dekat," ujar Siswo Sumardiono.

Selain beasiswa, imbuhnya, pembahasan juga mengarah pada peluang pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di wilayah Pati.

Opsi ini, dinilai relevan untuk mendekatkan layanan pendidikan tinggi kepada masyarakat serta menyesuaikan kebutuhan daerah.

"Kami ingin memastikan akses pendidikan tinggi semakin terbuka dan merata, khususnya bagi masyarakat Pati," terangnya. 

Di sisi lain, kerja sama tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan. Diskusi, lanjutnya, juga mencakup isu strategis daerah, seperti pengelolaan sumber daya air dan penanganan wilayah rawan kekeringan maupun banjir.

"Kolaborasi ini tidak hanya soal pendidikan, tetapi juga bagaimana kampus dapat hadir memberi solusi nyata bagi persoalan daerah," imbuh Siswo.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pembangunan unit desalinasi sebagai alternatif penyediaan air bersih di wilayah terdampak kekeringan. 

Inisiatif ini dipandang sebagai langkah inovatif yang dapat mendukung ketahanan lingkungan di Kabupaten Pati.

"Ke depan, kami membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Pemerintah Kabupaten Pati," pungkas Siswo Sumardiono.

Wednesday, April 1, 2026

Pembangunan Infrastruktur Mandek, Fatkhur Rohman Minta Tindakan Cepat Plt Bupati Pati


Pembangunan Infrastruktur Mandek, Fatkhur Rohman Minta Tindakan Cepat Plt Bupati Pati

Direktur LBH Joeang Pati Fatkhur Rohman, SH berharap Pelaksana Tugas (PLT) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, segera menindaklanjuti dan merealisasikan program pembangunan infrastruktur yang telah dirancang pada masa kepemimpinan Sudewo. Rabu, 1/4/2026.

Harapan tersebut muncul karena sejumlah proyek infrastruktur, khususnya pembangunan jalan, dinilai belum berjalan optimal dalam beberapa bulan terakhir.

Fatkhur Rohman menilai, program-program yang sebelumnya telah direncanakan dan disetujui semestinya sudah mulai dikerjakan sesuai jadwal agar kondisi infrastruktur di Kabupaten Pati semakin baik.

Menurut Fatkhur Rohman, sejak ditinggal oleh Sudewo, progres pembangunan infrastruktur mengalami perlambatan. Padahal, saat masih menjabat, pembangunan dinilai berjalan sangat baik dan sesuai dengan harapan warga.

"Dulu ketika Pak Sudewo memimpin, pembangunan sangat terasa dan hasilnya nyata. Kami berharap program yang sudah dirancang dapat segera dilanjutkan," ungkap Fatkhur Rohman meakili masyarakat.

Diketahui, anggaran pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati mencapai sekitar Rp254 miliar. Dari total tersebut, realisasi pada tahun anggaran 2025 disebut telah mencapai sekitar 70 persen. Sementara sisanya sebesar 30 persen direncanakan akan dilanjutkan pada tahun 2026, termasuk beberapa ruas jalan yang masih dalam tahap perencanaan.

Direktur LBH Joeang Pati pun mendesak agar PLT Bupati Pati segera mengambil langkah konkret untuk melanjutkan proyek-proyek tersebut. Mereka berharap tidak ada penundaan yang berlarut-larut sehingga target pembangunan dapat tercapai sesuai rencana awal.

Selain itu, sebagian masyarakat juga berharap agar Sudewo dapat kembali memimpin Kabupaten Pati untuk melanjutkan program pembangunan yang telah dirintisnya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat menegaskan pentingnya kesinambungan kebijakan pembangunan, terutama di sektor infrastruktur, demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga Kabupaten Pati.


Babinsa Tambahagung Turun Langsung Kawal Pembangunan KDKMP, Wujudkan Ekonomi Desa yang Mandiri




PATI – Peran aktif Babinsa kembali terlihat dalam mendukung program pembangunan di wilayah. Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Tambahagung Koramil 20/Tambakromo Kodim 0718/Pati, Sertu Jais, yang turun langsung memantau sekaligus mendampingi proses pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Senin (30/3/2026).

Di tengah aktivitas pembangunan, Sertu Jais tidak hanya melakukan pengawasan, namun juga sesekali membantu pekerjaan di lapangan bersama para tukang dan warga. Kehadirannya menjadi penyemangat tersendiri bagi masyarakat dalam menyukseskan pembangunan tersebut.

Menurutnya, pembangunan KDKMP saat ini telah memasuki tahap pengerjaan struktur, sehingga diperlukan pengawasan yang maksimal agar hasilnya sesuai dengan perencanaan dan memiliki kualitas yang baik.

"Pendampingan ini sebagai bentuk tanggung jawab kami di wilayah binaan. Harapannya pembangunan berjalan lancar, tepat sasaran, dan nantinya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Keterlibatan Babinsa dalam pembangunan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendorong percepatan program pemerintah, khususnya dalam penguatan ekonomi desa.

Program KDKMP sendiri merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis desa. Melalui koperasi ini, diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, mulai dari distribusi kebutuhan pokok hingga penampungan hasil produksi lokal.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan yang terus terjaga, pembangunan KDKMP di Desa Tambahagung diharapkan dapat segera selesai dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Mlayu Mangkat Kerjo" Ke Sekolah, Guru SD di Winong Pati ini Dukung Penghematan Energi Nasional




"Mlayu Mangkat Kerjo" Ke Sekolah, Guru SD di Winong Pati ini Dukung Penghematan Energi Nasional


PATI – Di tengah upaya penghematan energi bahan bakar minyak (BBM), seorang guru Sekolah Dasar di Kabupaten Pati menunjukkan aksi inspiratif dengan berangkat kerja menggunakan cara yang tidak biasa, yakni berlari.

Guru tersebut adalah Heren Fabanyo, pengajar di SD Negeri Winong. Pada Rabu (1/4/2026), ia berangkat ke sekolah dengan metode yang ia sebut sebagai "Mlayu Mangkat Kerjo" atau berlari menuju tempat kerja sambil tetap mengenakan seragam.

Heren menjelaskan bahwa kebiasaan ini tidak hanya menjadi alternatif untuk menghemat penggunaan BBM, tetapi juga sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh. Menurutnya, aktivitas fisik seperti berlari dapat memberikan manfaat kesehatan sekaligus mendukung gaya hidup aktif.

Tidak hanya saat berangkat, Heren juga melakukan hal yang sama saat pulang sekolah. Meski harus menghadapi cuaca panas di siang hari, ia tetap konsisten berlari sebagai bagian dari rutinitas hariannya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam mendorong penghematan energi nasional. Selain itu, langkah ini juga dinilai dapat membantu mengurangi emisi karbon, khususnya di lingkungan kerja.

"Run to Work ini menjadi salah satu cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk mendukung penghematan BBM sekaligus menjaga kesehatan," ujarnya.

Aksi yang dilakukan Heren ini pun menjadi contoh nyata bahwa upaya penghematan energi dapat dimulai dari langkah kecil, bahkan dari kebiasaan sehari-hari.