Siapa sih yang nggak tahu Benteng Pendem (Fort Willem I) di Ambarawa? Bangunan megah peninggalan Belanda ini biasanya jadi spot favorit buat para pencinta fotografi karena vibe estetiknya yang ala-ala film kolosal. Tapi, tahu nggak sih kalau di balik kokohnya tembok bata merah itu, ada satu titik yang punya nilai spiritual luar biasa?
Yup, kita bicara soal Makam KH Mahfudz Salam.
Siapa Beliau?
Bagi yang belum familiar, KH Mahfudz Salam bukan orang sembarangan. Beliau adalah ayahanda dari ulama besar Indonesia, KH Sahal Mahfudz (mantan Rais Aam Syuriyah PBNU). Beliau dikenal sebagai sosok alim yang punya pengaruh besar dalam penyebaran ilmu agama di wilayah tersebut.
Kenapa Makamnya Ada di Dalam Benteng?
Ini yang unik. Biasanya makam ulama berada di area pemakaman umum atau di lingkungan pesantren. Namun, makam KH Mahfudz Salam justru berada di dalam kompleks militer yang masih aktif (Benteng Pendem sendiri sebagian areanya masih digunakan oleh Lapas Kelas IIA Ambarawa).
Menurut Tour Guide, waktu itu sang Kyai menjadi tahanan Belanda karena membela Hak Rakyat Pati, namun menurut Belanda hal itu dianggap berbeda sehingga beliau ditahan di Benteng ini hingga meninggal di masa pendudukan Jepang 1942.
Konon, keberadaan makam ini menjadi bukti betapa sejarah perjuangan ulama dan sejarah kolonial di Ambarawa itu saling berkelindan. Makam ini tetap terjaga dengan rapi dan menjadi magnet bagi para peziarah yang ingin "ngalap berkah" sekaligus mendoakan beliau.
Suasana yang "Beda"
Kalau kamu berkunjung ke sini, kamu bakal merasakan kontras yang menarik:
Sisi Luar: Tembok raksasa yang terlihat grunge, tua, dan sedikit misterius khas bangunan abad ke-19.
Area Makam: Begitu masuk ke area makam, suasananya berubah jadi tenang dan syahdu. Aroma wangi dupa atau bunga melati sering tercium, bercampur dengan suara angin yang menyelinap di sela-sela lorong benteng.
Tips Buat Kamu yang Mau Berkunjung
Izin itu Penting: Karena areanya berada di dekat kawasan Lapas dan militer, pastikan kamu bersikap sopan dan mengikuti aturan masuk yang ada.
Pakaian Sopan: Ingat, ini adalah area makam ulama. Pakailah pakaian yang tertutup dan sopan ya!
Waktu Terbaik: Datanglah saat pagi atau sore hari. Selain udaranya lebih sejuk, cahaya matahari yang masuk lewat celah-celah bangunan benteng bikin pemandangannya makin dramatis.
Ziarah ke makam KH Mahfudz Salam ini seolah jadi pengingat kalau di tengah kemegahan bangunan buatan manusia (benteng), ada kekuatan spiritual yang tetap abadi dan dihormati masyarakat hingga sekarang. Jadi, kalau ke Ambarawa, jangan cuma foto-foto di depan benteng aja, coba mampir dan kirim doa di sini.
#bentengpendem #ambarawa #semarang #virals #fyp
0 Response to "Ziarah ke Makam KH Mahfudz Salam, Sang Pejuang (Ayah KH Sahal Mahfudz) di Benteng Pendem Ambarawa Semarang"
Post a Comment